
Andra masih menatap Liana dengan lekat. Ia masih tak percaya dengan apa yang sang istri ucapkan tadi. Liana yang merasa diperhatikan pun menoleh. Kedua alisnya terangkat tinggi.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Liana.
"Apa kau serius dengan yang kau ucapkan? Akan menyerahkan perusahaan pada Fia? Semudah itu? Kau bahkan membutuhkan bantuanku untuk merebutnya kembali," ucap Andra panjang lebar.
Liana menghela napas lelah. "Fia tidak akan pernah mau menyetujui ideku."
"Lalu, kenapa kau mengajukan hal itu?" Dahi Andra berkerut dalam.
"Aku hanya sedang mengujinya. Apakah dia akan mementingkan ayahnya, atau uang," jawab Liana.
Andra semakin tidak mengerti dengan cara pikir sang istri. Bagaimana jika menyetujuinya? Dalamnya hari manusia, tidak ada yang mengetahui, ucap Andra dalam hati.
"Kau tidak percaya, padaku?" Liana menatap Andra lekat.
"Sejujurnya, aku tidak mengerti maksud perkataanmu," jawab Andra.
Liana tersenyum kecil. Wanita itu mulai merebahkan tubuhnya perlahan. Andra segera membantu sang istri. Luka di perutnya, masih terasa nyeri. Karena itu, ia masih kesulitan untuk bergerak.
"Aku terlalu mengenal Fia. Dia sangat menyayangi papa. Dia akan merelakan semua, asal papa baik-baik saja."
Andra masih menyimak cerita Liana. Istrinya mulai memberitahu, bahwa Fia tidak akan melepas sang ayah untuk dia jaga. Fia juga tahu, bahwa Liana sangat membenci sang ayah.
"Jadi, Fia tidak akan menerima tawaranmu?" tanya Andra kemudian.
Liana menganggukkan kepala. Teruslah menyayangi dia. Jangan beri aku kesempatan untuk merawat pria itu, atau kau akan kehilangan segalanya, harap Liana dalam hati.
__ADS_1
Tidak lama setelah pembicaraan mereka, Liana kembali tertidur. Andra pun kembali fokus pada pekerjaannya. Sampai orang tua Andra datang, Liana masih terlelap.
"Papa dengar, pagi tadi Fia datang." Hartawan memulai pembicaraan.
"Iya. Dia meminta untuk kita membebaskan ibunya, tapi aku tidak mau," jawab Andra.
"Bagus. Dia cukup berbahaya. Kita tidak boleh lengah," ucap Hartawan.
"Ndra, bagaimana kalau kalian pindah ke rumah mama?" tanya Silvia.
"Nanti biar Andra tanyakan pada Liana."
***
Keesokkan harinya, Andra tidak bisa menemani Liana. Ada rapat penting yang harus ia hadiri. Sementara Silviana dan Hartawan, sedang berada di luar kota. Liana merasa bosan berada di dalam ruangan sendirian. Nino datang ke ruangannya, untuk memeriksa kondisi Liana.
"Nin," panggil Liana.
"Apa gue boleh keluar?"
Nino mengangkat pandangannya dan menatap Liana. Tangannya mulai bersedekap dengan tatapan menyelidik pada saudara iparnya.
"Keluar? Kemana?"
"Pulang," jawab Liana.
"Luka lo belum sembuh benar. Gue gak mau ambil resiko. Bisa-bisa, Andra bakal bunuh gue!" tolak Nino tegas.
__ADS_1
Liana menghela napas lelah. "Ya, udah. Kalau gitu, izinin gue ke taman rumah sakit," pinta Liana.
"Tapi, lo harus tetap di temani bodyguard!" Nino mengingatkan.
Anggukkan kepala pun Liana berikan sebagai tanda setuju. Tak lama, Nino keluar dari ruangannya. Hanya beberapa menit saja, kemudian ia kembali bersama seorang perawat. Nino membantu Liana untuk duduk di kursi roda.
"Thanks, ya, Nin," ucap Liana dengan senyum manis.
"No problem."
Mereka pun keluar bersama dari ruang rawat Liana. Pengawal segera mengikuti mereka ke tempat tujuan. Nino sendiri yang mengantarkan mereka ke taman rumah sakit.
"Gue tinggal dulu, ya. Masih ada pasien yang harus diperiksa," pamit Nino
"Hem, makasih," ucap Liana.
Sepeninggal Nino, Liana menatap bunga-bunga yang bermekaran di sana. Ada beberapa ekor kupu-kupu yang terbang kian kemari. Pandangannya terhalang, saat seseorang berdiri di depan Liana.
***
sambil nunggu aku up, gak ada salahnya mampir ke karya iniππ
Pilih bacaan yang sesuai umur.
Alesia Dallas seorang gadis yang tinggal bersama dengan adik dan ibunya, ayahnya pergi meninggalkan mereka demi wanita lain.
__ADS_1
Alesia sebagai anak tertua bertekad akan mengubah kehidupan keluarganya, ia terlahir dari keluarga kalangan biasa namun hidupnya tetap bahagia meski kesusahan.
di usianya yang sangat muda ia di terima di salah satu perusahaan ternama, saat bekerja di sana Alesia selalu menjauh dari masalah apapun. namun tidak menyangka ia malah terjebak dalam obsesi dan cinta dari direktur tempat ia bekerja. bagaimana kisah mereka? akankah Alesia dapat terlepas dari obsesi dan cinta atasannya atau justru sebaliknya Alesia malah mencintai atasannya? yang penasaran yuk langsung simak aja.