
Dua orang bodyguard yang menjaga Liana menghampirinya. Menghadang Fia untuk lebih dekat dengan istri dari bosnya. Liana pun memberi isyarat pada mereka, bila Fia tidak berbahaya. Mereka pun melepaskan Fia dan meninggalkan keduanya, lalu menjaga dari jarak aman.
"Kau sudah mengambil keputusan?" tanya Liana.
Fia yang berdiri di hadapannya tak bicara. Ia hanya menatap Liana tajam. Melihat tatapan itu, Liana tersenyum miring. Ia membuang pandangannya jauh.
"Aku tidak membutuhkan perusahaanmu!" tolaknya.
Liana menganggukkan kepala. "Lalu? Kau ingin tetap menjaga ayahmu?"
"Ya!"
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan mengirimkan perawat untuk membantumu," ujar Liana.
"Tidak bisakah kau melepaskan mamaku?" tanya Fia.
Liana menatap Fia dalam. Mencoba mencerna ucapan gadis yang berstatus sebagai saudara tirinya. Beberapa menit, hanya keheningan yang menguasai. Liana pun menarik napas dalam.
"Sekarang, mari kita tukar posisinya. Seandainya kau yang ditikam, apa kau akan membebaskan orang yang menikammu?" tanya Liana.
Fia menundukkan pandangannya. "Aku tahu mama salah. Tolong, beri dia satu kesempatan," pinta Fia.
Gadis itu bahkan berlutut di kaki Liana. Wajah Liana berubah tegang. Ia tak pernah berpikir, bahwa Fia rela berlutut.Liana mengangakan mulutnya lebar.
"Kau tidak perlu seperti ini. Karena, apa pun yang dia perbuat, dia harus bisa mempertanggungjawabkannya. Jadi, biarkan dia belajar untuk tidak berlaku semaunya." Liana menatap sungguh pada Fia.
"Kali ini! Aku janji, ini kali terakhir mama berbuat buruk padamu," janji Fia.
Liana terkekeh mendengar penuturan Fia. "Tidak ada yang bisa menjamin, dia tidak akan mengulangi perbuatannya, dan berakhir di penjara," gumamnya.
Fia tak lagi bisa membujuk Liana. Apa yang saudaranya katakan itu benar. Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan Liana dikesempatan selanjutnya. Sang ibu, pasti akan mengulanginya. Terlebih, ibunya begitu membenci Liana.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu, bantu aku menjaga papa," pinta Fia.
Liana terbahak mendengar permintaan Fia. Merasa pernyataan itu sangat lucu. Setelah menghentikan tawanya, Liana menghapus sudut matanya.
"Kau ingin aku membunuhnya perlahan?" tanya Liana.
"Jangan!" tolaknya.
"Sejak kecil, dia tidak pernah ada untukku. Sekarang, kau ingin aku menjaganya?" tanya Liana sengit, "jangan mimpi!" Liana menolaknya tegas.
"Bukankah dia tetap ayah biologismu? Darahnya pun mengalir di dalam darahmu," ucap Fia lagi.
"Ya! Dan hal itulah yang sekarang menjadi penyesalanku!" Liana mendorong kursi rodanya menjauh.
"Apa begitu sulit untuk sekedar membuka hatimu?" gumam Fia.
***
"Menjaga dia? Kemana dia saat aku dan mama membutuhkannya? Di mana dia saat aku merindukan hadirnya"
Wajah Liana terasa panas menahan amarah. Tak lama, seseorang membuka pintu. Liana menoleh dan mendapati Andra melangkah masuk.
"Kau sudah datang?" tanya Liana.
"Hem." Andra mendekati Liana dan mengecup keningnya.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Andra.
Pria itu menyadari perbedaan dari raut wajah sang istri. Ia menyentuh seluruh wajah Liana.
"Apa ada hal yang membuatmu marah?" tanya Andra.
__ADS_1
Liana hanya menggeleng. Ia tak ingin membuat Andra khawatir. Meski saat ini, terlihat jelas kekhawatiran di wajah sang suami.
"Kau dari luar?" tanya Andra lagi.
"Iya. Hanya sebentar. Aku merasa bosan di kamar. Karena itu aku keluar," jawab Liana.
"Lalu?" tanya Andra lagi.
"Bicara dengan Fia."
Andra menatap Liana dengan penuh tanda tanya. "Ada apa dia menemuimu?"
"Menolak tawaranku," jawabnya.
***
Sambil nunggu up, yuk mampir ke karya ini
"Bantu aku menghilangkan phobia sialan ini! Maka aku akan memberimu bayaran mahal!"
Beyza Ishik tidak pernah menyangka, saat majikannya Elder Gulbar memohon bantuan untuk menghilangkan Phobia anehnya.
Semua berawal ketika Elder pulang ke kediamannya dengan kondisi mabuk. Lalu tidak sengaja mencium Beyza, maid muda yang baru saja bekerja seminggu lalu.
Elder yang selama hidupnya tidak bisa berciuman karena Phobia, merasa ada kesempatan untuk menghilangkan Phobia anehnya. Terlebih lagi, orang tuanya menuntut dia untuk segera menikah.
Namun, masalah timbul ketika Beyza tidak bisa mengontrol perasaannya pada Elder, majikan yang sudah memiliki kekasih.
Akankah cinta seorang Maid bisa terbalas?
__ADS_1