
"Sayang lagi ngapain?"
Evelyn membaca pesan yang dikirimkan Noah padanya, ia dan Sahabatnya tengah nongkrong di sebuah kafe yang menjadi langganan para sahabatnya. Ini masih jam 7 malam, tidak biasanya Noah menghubunginya. Selama pria itu di luar kota ia baru akan menghubungi Eve jam 9 lewat.
"Lagi ngerjain tugas sayang. Kakak uda beres kerjaan nya?"
Balas Evelyn, Ia kembali menikmati live musik yang dihadirkan kafe itu
"Di mana?"
Evelyn menghela nafas kasar. Sementara Aira, Mona dan Darrel serta Marcell teman Darrel masih menikmati lagu yang tengah dibawakan oleh band yang bertugas menghibur pengunjung kafe.
"Di rumah dong sayang. aku ngerjain tugas dulu ya yang. Kalo uda selesai aku kabarin. Eve sayang Noah 😘"
'Semoga setelah ini Noah nggak ngerecokin aku lagi dengan semua pesannya itu'
Gerutu Evelyn di dalam hati.
Namun kening Evelyn mengernyit saat beberapa saat kemudian tak ada balasan dari Noah, Tidak biasanya pria itu mengabaikan kata sayang dari nya. Tapi Evelyn kemudian menepis perasaanya, ia kembali menikmati suasana kafe bersama teman-temannya. Ia ingin memanfaatkan waktu yang tersisah dengan bersenang-senang, ini adalah hari ke 5 itu artinya setelah dua hari ke depan ia akan terpenjara dalam kekangan Noah lagi.
Evelyn tersenyum miris, merenungi nasip nya yang terasa menyedihkan.
****
Evelyn kaget saat memasuki pagar rumahnya ia mendapati Noah tengah duduk di teras dengan tatapan tajam ke arahnya. Gadis itu begitu ketakutan, terlebih tadi Darrel berlaku sok romantis dengan membukakan pintu mobil untuknya, Apakah Noah melihat semuanya tadi. Evelyn menyesal minta diantar Darrel.
"Kakak uda pulang?" Tanya Evelyn dengan suara bergetar. Terlebih sorot mata Noah jelas menampakkan kekecewaan yang dalam.
"Iya, kakak sengaja bekerja keras agar pulang lebih cepat. Masuk dan istirahat yang Ini uda malam banget"
Evelyn salah tingkah mendengar penekanan kalimat terakhir Noah. Sekarang sudah mendekati jam 10 malam. Saat bepergian dengan Noah, pria itu akan mengantarkan dirinya tidak lebih dari jam 8 malam.
Evelyn terpaku menatap pada Noah, ia masih tak bergeming mendengar perintah Noah padanya.
__ADS_1
"Sayang, Ayo cepat masuk dan istirahat. Besok kakak jemput." Noah mengusap rambut Evelyn. Yah memang selalu seperti ini, setiap kali Evelyn melakukan hal yang tidak ia suka Noah akan membahasnya setelah kondisi memungkinkan. Ia tidak akan memaksakan kehendaknya meski ia merasa tidak nyaman.
Evelyn tau Noah sangat kecewa karena jelas dirinya sudah berbohong. Ia dapat menangkap dengan jelas kekecewaan itu di mata Noah. Namun karena hari telah malam dan besok ia harus kuliah Noah memilih untuk menunda membahas permasalahan mereka.
Sebenarnya Noah memang sangat baik, perhatian dan sangat mencintainya. Namun di sinilah permasalahannya kini, Evelyn mulai merasa gerah dengan cara pria itu mencintainya.
"Kak... Akku..."
Belum sempat Evelyn menyelesaikan kalimatnya Noah menghentikannya dengan meletakkan telunjuknya di bibir Eve. Ia kemudian mencium kening Evelyn dengan sayang.
"Istirahat, Good night. Noah sayang Eve"
Pria itu tersenyum. Evelyn tidak mampu mengatakan apapun lagi. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
Selepas kepergian Noah, Evelyn masuk ke dalam rumahnya. Ia langsung menuju kamar dan merebahkan diri. Hatinya mendadak resah, belum pernah ia melakukan kesalahan sebesar ini pada Noah. Ia tidak bisa membayangkan respon Noah kali ini. Jika selama ini Noah hanya mengingatkannya dengan lembut akankah Noah akan melakukan hal yang sama esok hari?
Evelyn meremas rambutnya dengan kuat.
Ia dilanda kebingungan, Haruskah merasa bersalah? tapi bukankah ia juga berhak menentukan jalan hidupnya?
****
"Kamu tau kan apa yang mau kakak bahas?"
Ucap Noah lembut. Semalaman ia telah menekan semua emosinya dengan berenang berjam-jam. Akibatnya pagi ini ia merasa sedikit meriang.
Semalaman bayangan interaksi antara Evelyn dan Darrel tak mampu ia hilangkan. Terlebih mengingat kebohongan kekasihnya.
"Eve kenapa bohongin kakak? Apa selama kakak pergi Kamu juga pergi kayak semalam?"
Eve mengangkat wajahnya menatap pada Noah. Semalaman ia juga sudah memikirkan banyak hal. Ia tidak bisa terus dalam kekangan Noah.
"Iya kak, selama kakak pergi aku menghabiskan waktu bersama Aira, Mona dan Darrel"
__ADS_1
Noah menghela nafas kasar, Ia tak menangkap rasa penyesalan dalam kalimat Evelyn. Mata itu begitu percaya diri mengakui semuanya.
"Kenapa bohongin kakak?"
Tanya Noah masih penuh kelembutan.
"Kalo aku jujur kakak nggak akan izinin aku pergi kan? kakak selalu membatasi ruang gerak aku."
"Kakak ngelakuin itu karena kakak sayang kamu, kakak cinta sama kamu. Kakak nggak mau Eve kenapa-kenapa"
Mata Noah menatap pada Evelyn yang memasang wajah datar
"Tapi Cinta kakak terlalu mengikat aku sampai aku kesulitan bergerak. Aku juga butuh bergaul. Aku ingin jadi remaja normal yang menikmati masa remaja nya."
Tegas Evelyn membuat Noah terpaku. tak menyangka Evelyn akan memberontak seperti ini.
"Inilah alasan kakak nggak membiarkan kamu terlalu banyak menghabiskan waktu sama teman-teman kamu. Kakak takut pada akhirnya kamu ninggalin kakak. Takut mereka mempengaruhi kamu, terlebih Darrel"
"Kakak cinta sama aku tapi kakak nggak percaya sama aku. Kakak harusnya bisa ngerasain gimana aku sangat mencintai kakak. Aku nggak akan berpaling dari kakak. Tapi dengan kakak terus mengekang aku seperti ini akhirnya aku merindukan kebebasan itu. Aku lelah dengan cara kakak mencintai aku"
Noah terkesiap dengan kata-kata yang terlontar dari bibir Evelyn, gadis yang dicintainya.
"Apa maksud kamu merindukan kebebasan Eve?" Tanya Noah cepat.
"Iya aku jadi merindukan bagaimana rasanya bebas. Bagaimana rasanya terlepas dari cengkraman cinta kakak yang menyesakkan"
"Jangan bilang kamu ingin mengakhiri hubungan ini Eve"
Noah memegang pundak Evelyn. Tak pernah sekalipun ia membayangkan akan berpisah dari kekasihnya.
"Kalau kakak nggak berubah, aku nggak mau lagi jalani hubungan ini kak. Aku capek, beri aku ruang kak. Jangan terlalu mengikatku."
Noah terdiam, matanya masih menatap lekat pada Evelyn. Ia tidak menyangka bahwa Evelyn keberatan dengan caranya selama ini.
__ADS_1
Ia menyaksikan banyak sekali wanita yang begitu mengemis perhatian dari pasangannya, karena itu Noah selalu memberikan perhatian pada Eve, ia kira dengan semua perhatian nya telah membuat Evelyn bahagia. Noah kira dengan selalu ada untuk gadis itu cukup bagi Evelyn untuk bertahan di sisinya. Nyatanya Evelyn diam-diam memimpikan kebebasan.
Keberadaan dirinya tidak cukup untuk membuat Evelyn bahagia. Gadisnya masih membutuh kan sosok lain untuk melengkapi kebahagiaannya. Berbeda dengan dirinya, baginya cukup ada Evelyn maka ia sudah tidak membutuhkan siapapun lagi kecuali keluarganya. Kehadiran Evelyn sudah cukup membuat dirinya sempurna. Sayang sekali Evelyn tidak merasakan hal yang sama dengan dirinya