Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Tujuh


__ADS_3

Hari-hari sudah berlalu, sejauh ini belum ada tindakan dari keluarga Syahira untuk mengambil Cilla kembali. Noah terus berupaya untuk melunakkan hati mama Syahira yang termakan hasutan seseorang yang mereka yakini adalah Satria.


Karena Noah selalu meyakinkan Eve bahwa semuanya akan baik-baik saja, Eve memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan permasalahan itu lagi, ia ingin fokus menjalankan perannya sebagai istri dan ibu sebaik mungkin.


Mama Noah telah kembali tinggal bersama papa Noah di kota yang berbeda, ia mempercayakan penuh pada Eve tanggung jawab rumah itu.


Pagi-pagi sekali Evelyn sudah sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk suami dan anaknya, sudah beberapa hari ini ia mengambil alih urusan memasak.


Pagi ini ia ingin menyiapkan sarapan onigiri dengan isian abon ikan tuna yang menjadi kesukaan Cilla. Saat tengah fokus dengan pekerjaan nya Sepasang tangan melingkar di perutnya, dari aroma tubuhnya tanpa menoleh Evelyn sudah tau siapa pelakunya.


"Kenapa meninggalkan aku tidur sendirian" suara sexy pria itu menyapa telinganya, Noah kemudian meletakkan dagunya di pundak Evelyn setelah menciumi rambut istrinya.


Evelyn tersenyum mendengar nada bicara Noah yang dibuat sedikit manja.


"Mas mandi dulu sana, ini sedikit lagi. Nanti aku menyusul menyiapkan pakaian kamu"


Ucap Evelyn, sementara tangan nya masih sibuk mengepalkan nasi yang sudah diberi isian kemudian melapisinya dengan nori.


"Beri aku sebuah ciuman dulu" Evelyn tersenyum lagi, ia sangat suka saat Noah bersikap seperti ini. Ia mengangkat tangan nya yang masih memakai sarung plastik kemudian memutar badannya agar menghadap sang suami. Eve mendaratkan beberapa kecupan di wajah suaminya dan terakhir di bibir pria itu.


"Terimakasih sayang" Noah memegang kedua pipi Eve kemudian mendaratkan kecupan seperti yang istrinya lakukan.


"Aku mandi ya" Noah kembali mencium kening Eve cukup lama sebelum akhirnya berlalu kembali menuju kamarnya.


Wajah Eve merona, ia begitu bahagia. Semua impiannya kini menjadi nyata tak sekedar khayalan seperti yang selalu ia lakukan selama ini.

__ADS_1


Evelyn berjalan cepat menuju kamar setelah selesai dengan pekerjaan dapurnya. Ia harus segera menyiapkan baju kerja suaminya sebelum pria itu selesai dengan mandinya. Setelah itu ia akan menuju kamar Cilla untuk membangunkan gadis itu, rutinitas ini sudah ia jalani selama 2 minggu. Meski cukup menguras energi namun Evelyn sangat bahagia menikmatinya.


"Hai princess mama, bangun yuk" Bisik lembut Eve sambil menciumi wajah Cilla. Tubuh montok gadis kecil itu menggeliat membuat Eve semakin gemas. Beberapa menit kemudian mata Cilla mulai terbuka, tatapan mata bening itu begitu membuat Eve jatuh cinta. Meski tidak terlahir dari rahimnya namun rasa sayang di hati wanita itu tumbuh begitu saja terhadap sosok mungil itu.


"Celamat pagi mama" Seperti biasa sapaan Cilla setiap melihat Evelyn saat pertama kali membuka mata.


"Celamat pagi putri cantik mama" Eve kembali menciumi wajah Cilla hingga ia terkikik karena merasa geli.


"Cilla mandi sama mbak ya, abis itu sarapan sama mama oke?" Evelyn harus pintar membagi waktu untuk Cilla dan Noah, meski urusan memandikan dan mengganti baju ia serahkan pada baby sitter namun ia selalu menyempatkan untuk membangunkan putri kecilnya. Ia ingin menjadi orang pertama yang Cilla lihat saat ia terbangun, agar Cilla bisa merasakan bahwa ia selalu ada untuk gadis itu.


Biasanya setelah Noah berangkat Eve akan menemani Cilla bermain. Saat waktu istirahat Cilla Evelyn menggunakan waktunya untuk membuka email dari Vera untuk mengecek warung makan yang saat ini ia percayakan pada gadis itu. Sejauh ini semuanya masih berjalan lancar.


"Aku berangkat sayang, terimakasih sudah bekerja keras setiap pagi untuk mengurusiku dan Cilla" Noah merangkul pinggang Eve dan mendaratkan kecupan di kening Evelyn.


Perlakuan Noah selalu manis, membuat hati Evelyn menghangat.


Noah kemudian beralih pada Cilla yang berada pada gendongan baby sitter nya.


"Papa berangkat, jangan nakal ya" Noah menciumi wajah Cilla. Lalu kemudian menuju mobilnya.


Eve mengambil alih Cilla dari gendongan baby sitter, keduanya melambaikan tangan pada Noah saat mobil yang Noah naiki mulai berjalan.


"Jadi kita mau ngapain hari ini?" Evelyn menjawil hidung Cilla.


"Main macak-macak" Usul Cilla

__ADS_1


"Oke, lets go" Jawab Eve dengan semangat. Keduanya terkekeh bersamaan.


****


"Apa maksud mu menghasut mama mertuaku?" Tanpa basa basi Noah melayangkan pertanyaan pada Satria yang terlihat angkuh di depan nya. Meski sudah lama ingin bertemu, nyatanya Satria baru mengabulkan keinginan Noah.


"Aku tidak menghasut, aku mengatakan yang sebenanrnya. Evelyn memang cinta pertama mu kan? yah diberi bumbu penyedaplah sedikit biar mantap. Aku tidak menyangka tante akan meresponnya seperti itu" Jawab Satria santai, sementara Noah mengepalkan tangan erat.


"Kamu kekanakan Satria. Aku tidak menyangka kamu akan melakukan hal ini. Jika tujuan mu ingin memisahkan aku dan Evelyn maka aku pastikan usahamu akan gagal. Hentikan pemikiran kotor mu untuk memiliki Eve. Kami berdua saling mencintai sampai kapanpun tidak akan pernah ada tempat di hatinya untuk mu Satria." Tegas Noah, ia bisa melihat ekspresi geram di wajah Satria.


"Berhentilah mendambakan istriku Satria, berbesar hatilah menerima kenyataan bahwa kamu dan dia tidak berjodoh. Lihatlah bagaimana pun keadaan memisahkan kami pada akhirnya Evelyn tetap kembali pada Noah."


Yah Satria tak bisa memungkiri itu, namun harapan yang ia bangun selama 3 tahun ini tak bisa ia bunuh begitu saja, Evelyn terlanjur memenuhi hatinya.


"Tapi aku mencintainya, aku benci saat tak diberi sedikitpun kesempatan untuk memilikinya, aku ingin membuktikan padanya bahwa ia akan bahagia bersamaku"


Ada kesakitan dan putus asa bercampur dalam nada suara Satria, sementara Noah mati-matian menahan kecemburuan yang berkobar di dadanya. Ia tak rela ada pria lain yang mencintai dan menginginkan istrinya.


"Kamu mencintainya? kamu bahkan tega menghina nya, merendahkan harga dirinya dengan melemparkan fitnah bahwa kalian pernah melakukan hubungan terlarang. Pernah kamu berfikir bahwa itu sangat menyakitinya? dan kamu masih berani mengatakan bahwa kamu mencintainya?" Noah berdecih, ia kembali merasa panas mengingat ucapan Satria tempo hari. Hati Noah sedikit melunak saat menangkap kilatan sesal di mata Satria.


"Terimalah kenyataan Satria. Sebesar apapun cintamu pada Eve semua sudah terlarang sekarang. Aku tau kamu bukan penjahat Satria. Ikhlaskan Evelyn, jika memang kamu mencintainya kamu akan melepaskan Eve bersama orang yang ia cintai. Aku pastikan Evelyn tidak akan pernah menderita bersama ku. Aku akan selalu membahagiakan nya."


Noah berusaha menekan egonya dengan berbicara sedikit lembut. selagi masih bisa diselesaikan dengan damai tak ada gunanya menggunakan kekerasan atau semua akan semakin rumit.


"Baiklah, aku mengaku kalah. Aku memberimu kesempatan untuk membahagiakan nya. Tapi jangan pernah menyakitinya, sekali saja kamu membuatnya menderita maka aku tak akan pernah melepaskan Evelyn lagi" Ucap Satria penuh ketegasan. Ia berlalu sebelum Noah menjawab ucapan nya. Satria sedikit menyadari bahwa semua usahanya hanya akan melahirkan penderitaan untuk Evelyn, mungkin sebaiknya ia menghentikan semuanya.

__ADS_1


Noah tersenyum tipis menatap kepergian Satria. "Aku mencintainya dengan segenap jiwaku Satria, Evelyn adalah hidupku. Mana mungkin aku akan membiarkan nya menderita. Aku pastikan semua kesempatan mu telah tertutup, Evelyn selamanya akan menjadi milik Noah"


Ah bayangan senyum wanitanya membuat Noah begitu merindukan Evelyn saat ini. Sepertinya ia harus segera pulang untuk menuntaskan rindunya.


__ADS_2