Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh


__ADS_3

"Kak, aku boleh undang Aira dan Darrel nggak?" Mengingat Noah yang tak menyukai Darrel sepertinya Eve tidak bisa langsung mengundang pria itu tanpa persetujuan dari calon suaminya.


"Boleh, tapi kamu menikah nya sama aku bukan sama Darrel kan?" Tanya Noah tanpa rasa bersalah. Eve yang merasa gemas mencubit perut kekasihnya.


"Sembarangan dech kalo ngomong" Noah terkekeh dan memeluk Eve erat.


"Bercanda sayang" Ia menghujani puncak kepala Eve dengan banyak ciuman.


"Eve, nanti malam kita ke rumah orang tuanya Syahira ya. Aku mau minta restu pada mereka. Apa kamu keberatan?" Noah menatap serius pada kekasihnya.


"Iya, sudah seharusnya seperti itu kan?"


"Terimakasih untuk pengertian mu. Aku mencintaimu" Entah sudah berapa kali Noah menyatakan perasaan nya, dan tentu saja Evelyn tak bosan mendengar ungkapan cinta dari pria itu.


"Kita ajak Cilla ke sana?"


"Iya, Cilla pasti sudah kangen pada Oma dan Opa nya." Noah melanjutkan pekerjaan nya, ia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan kantor di rumah saja mengingat ia harus mengurus pernikahan yang akan dilaksanakan 5 hari lagi.


"Kak, kira-kira mereka setuju nggak ya?" Tiba-tiba ada rasa khawatir yang menyusupi hati gadis itu, Noah mengalihkan tatapan nya pada Evelyn.


"Kenapa mereka harus tidak setuju? kamu baik, cantik, sayang dan tulus pada cucu mereka lantas apa alasan untuk tidak setuju?"

__ADS_1


"Aku hanya takut mereka tidak suka aku menggantikan posisi putri mereka kak" Evelyn terlihat murung. Noah kembali mendekati Eve dan menunda pekerjaan nya.


"Aku dan Syahira dipisahkan oleh kematian bukan karena aku mengkhianatinya. Meskipun aku tidak menikah lagi Syahira tetap tidak akan kembali. Selain karena aku mencintai mu Cilla juga butuh sosok ibu, dan yang paling penting Syahira bahkan yang meminta ini. Aku rasa tidak ada alasan bagi mereka untuk keberatan aku menikahimu. Tapi kamu harus ingat alasan utama aku menikahi mu karena aku mencintaimu" Noah memegang kedua tangan Evelyn untuk menenangkan gadisnya.


"Dan lagi, kalaupun seandainya terjadi kemungkinan terburuk mereka tidak menyukaimu aku tetap akan menikahi mu. Rasanya aku belum kehilangan hak ku untuk menentukan jalan hidupku. Ku mohon sayang mari kita berbahagia, jangan fikir kan yang tidak perlu." Tatapan permohonan Noah layangkan, ia tiba-tiba merasa takut Evelyn akan goyah lagi lalu kemudian membatalkan rencana mereka.


"Iya kak" Evelyn melemparkan senyum namun tetap tak membuat Noah tenang.


"Eve aku mohon, jangan goyah andai mereka tidak menyetujui hubungan kita meskipun aku yakin 1000 persen mereka tidak akan seperti itu. Bolehkah aku meminta agar kita tetap menikah apapun yang akan kita hadapi nanti? aku mohon jangan batalkan rencana ini. Aku mungkin akan gila jika kamu pergi lagi dari hidupku" Noah benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa khawatir yang memenuhi hatinya.


"Tidak sayang, aku tidak mungkin meninggalkan mu. Selagi kakak masih mencintaiku aku tidak akan pergi satu langkah pun dari mu kak, jangan lupakan bahwa aku juga sangat mencintaimu" Bisik Evelyn dengan senyum yang meneduhkan. Rasanya sangat sedih melihat Noah begitu takut kehilangan dirinya. Semoga Tuhan merestui rencana ini, memanjangkan usianya agar bisa terus mendampingi pria baik ini.


"Terimakasih sayang" Noah mencium kening Evelyn lama, mengalirkan rasa cinta nya yang tak terhingga pada gadis yang telah merebut semua dunianya.


Eve duduk dengan gelisah menunggu di ruang tamu rumah orang tua Syahira. Ia takut mereka akan menentang hubungan nya dengan Noah.


"Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja" Noah yang memahami keresahan Evelyn menggenggam tangan kekasihnya yang terasa begitu dingin. Evelyn menatap Noah dan tersenyum getir. Evelyn kemudian menciumi puncak kepala Cilla yang anteng di pangkuannya.


Eve terus menguatkan hatinya, ia meyakinkan diri bahwa niat baik dan ketulusannya akan dapat dirasakan oleh kedua orang tua Syahira. Ia juga berusaha untuk percaya bahwa kebaikan Syahira menurun dari orang tuanya.


"Selamat malam ma" Noah beranjak berdiri saat orang tua Syahira memasuki ruangan di mana Eve dan Noah berada. Mama Syahira masih terlihat cantik di usia senja nya, tampak berkelas namun terlihat ramah. Ayah Syahira juga terlihat gagah dan berwibawa. Melihat raut wajah dua orang dewasa itu cukup membuat hati Evelyn tenang.

__ADS_1


"Maaf lama menunggu, hai cucu Oma yang cantik Oma kangen" ibu Ranti mamanya Syahira menggendong Cilla setelah menerima salam dari Evelyn maupun Noah. Cilla juga tidak menolak saat wanita itu ingin mengambilnya dari Eve.


"Bagaimana pekerjaan mu Noah lancar?" Tanya papa Syahira.


"Iya pa lancar" Noah terlihat santai, tidak nampak canggung sama sekali. Sepertinya mereka memang sangat akrab.


"Mama kamu nggak ikut Noah?" Kali ini mama Syahira yang bertanya.


"Mama lagi ada kesibukan jadi belum bisa berkunjung" Mama Noah memang tengah sibuk menyiapkan untuk pernikahan Noah, meski pernikahan Eve dan Noah akan dilaksanakan secara sederhana tapi sang mama tetap ingin memberikan yang terbaik dan berkesan.


"Ma, kenalkan ini Evelyn." jantung Eve berdetak dua kali lebih cepat saat Noah mulai memperkenalkan dirinya, terlebih saat tatapan kedua orang itu beralih pada dirinya. Eve tersenyum canggung ke arah mereka.


"Kedatangan Noah ke sini ingin meminta restu pada mama dan papa. 5 hari lagi Noah dan Evelyn akan menikah"


Ada keterkejutan di wajah kedua orang tua Syahira, Eve juga dapat menangkap kesedihan di mata mereka.


"Iya Noah, mama dan papa merestui mu. Kamu dan Cilla butuh seseorang yang bisa menggantikan peran anakku Syahira." Ucap papa Syahira dengan lapang dada. Begitupun Mama Syahira yang tersenyum hangat pada Evelyn. Sungguh Evelyn merasa teramat lega, seolah terbebas dari beban berat yang sejak tadi menghimpitnya. Eve menoleh pada Noah yang juga tersenyum bahagia padanya.


"Terima kasih om dan tante, aku tidak akan bisa dan tidak bermaksud menggantikan kak Syahira. Aku hanya melanjutkan tugas kak Syahira untuk merawat dan melayani kak Noah dan Cilla. Mohon doa restu dan keikhlasan om dan tante" Ucap Eve.


"Terimakasih sudah bersedia merawat cucuku nak Evelyn, jaga dan sayangi dia seperti kamu menyayangi Noah. Aku bisa merasakan kebaikan hatimu. Semoga Syahira bisa tenang dan berbahagia karena sudah ada yang merawat Cilla dan Noah" Air mata menetes dari mata wanita baya itu, hal itu membuat Eve juga tak bisa menahan laju air matanya. Noah kembali mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Evelyn.

__ADS_1


"Evelyn pasti akan menjaga Cilla dengan baik ma, Cilla juga sangat menyayangi Eve." Ucap Noah, orang tua Syahira mengangguk tampak yakin akan ucapan menantunya.


Noah dan Eve menghela nafas lega. Bersyukur ketakutan Evelyn tak terjadi. Mereka bahagia sejauh ini rencana baik mereka berjalan tanpa hambatan.


__ADS_2