Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Enam Puluh Satu


__ADS_3

Evelyn memeluk erat Noah, mereka sedang jalan-jalan dengan menggunakan motor Noah yang sering mereka pakai dulu. Seperti yang Evelyn katakan ia ingin mengulang kisah mereka dengan pergi ke tempat-tempat yang mereka kunjungi pada masa pacaran mereka di kota itu.


"Aku ingin mengganti bagian saat aku menyakitimu mas, aku tidak ingin menyisah kan kenangan buruk akan perilaku bodohku di masa lalu" Ucap Evelyn saat ia mengusulkan pada pria itu untuk mengunjungi setiap tempat yang menyimpan kenangan mereka berdua.


"Memiliki mu kembali sudah menghapus semua kenangan pahit itu sayang, tolong jangan merasa terbebani lagi. Kamu juga tidak akan bersikap seperti itu kalau bukan karena aku yang terlalu posesif sama kamu. Kita berdua sama-sama bersalah" Jawab Noah sambil mengusap rambut istrinya.


Mereka tiba di tempat tujuan, tempat di mana Noah pertama kali menyatakan cinta pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Meskipun sudah banyak perubahan pada tempat itu mengingat sudah bertahun lamanya, namun tak mengurangi kebahagiaan saat mereka bisa kembali berada di sana. Noah tiba-tiba berbalik menatap Evelyn, membuat sang istri merasa salah tingkah.


"Eve, kamu mau nggak jadi pacar kakak?"


Tanya Noah dengan wajah serius, Evelyn mengulum senyum menyadari suaminya sedang mengulang ucapannya saat pertama kali menawarkan hubungan padanya. Tentu saja Evelyn mengingat setiap detail percakapan mereka di masa lalu


"Kakak serius?" Evelyn ikut masuk dalam kilas balik masa awal kedekatan mereka.


"Kakak serius, Kamu gadis pertama yang berhasil membuat kakak jatuh cinta Eve, satu-satunya gadis yang membuat hatiku bergetar, membuat hariku bersemangat, satu-satunya gadis yang ingin kakak miliki dan kakak lindungi sepanjang hidupku"


Evelyn terharu mendengar ucapan Noah, ternyata pria itu pun masih mengingat momen terjalinnya hubungan mereka pertama kali hingga kata per kata yang Noah ucapkan tidak ada yang meleset.


"Kakak masih ingat semuanya, aku nggak nyangka" Evelyn tertawa.


"Tentu saja aku mengingat semuanya, dan ada satu hal lagi yang tidak mungkin aku lupakan dalam kejadian itu sayang.." Noah tiba-tiba menarik tubuh Evelyn dan merapatkan padanya. Ia kemudian mencium bibir Evelyn cukup lama.


"Ciuman pertama kita" Lanjut Noah dengan senyum menggoda. Keduanya saling tersenyum sambil berusaha merebut oksigen yang sempat tertahan akibat ciuman panjang yang Noah ciptakan.


"Aku masih kelas 1 SMA kala itu ya, nggak nyangka bertahun-tahun kemudian kita kembali ke sini. Meski banyak hal yang sudah kita lewati namun pada akhirnya kita tetap bersama. Luar biasa ya mas liku-liku perjalanan cinta kita. Aku sangat bersyukur Tuhan tetap menjadikan kamu sebagai jodohku" Ucap Evelyn dengan senyuman lebar dan tatapan penuh haru.

__ADS_1


"Iya sayang, memiliki mu sungguh hal yang teramat aku syukuri. Aku merasa hidupku terasa begitu sempurna" Bisik Noah sambil memeluk erat tubuh Eve. Noah berkata seperti itu bukan berarti ia merasa tidak bahagia saat bersama Syahira, namun pria itu tak bisa memungkiri saat bersama Evelyn ia merasa benar-benar utuh.


"Aku sangat mencintai mu mas"


"Aku juga sangat mencintaimu sayang"


****


Saat sedang makan malam, Evelyn merasa tidak asing dengan pengunjung yang berjarak dua meja dengan nya. Eve berusaha melihat lebih jelas, benar saja matanya tak salah melihat. Ada Aira dan Darrel, mereka terlihat sedang mengobrol serius.


"Mas itu ada Aira dan Darrel" Evelyn memberitahu Noah.


"Kamu mau gabung sama mereka?"


"Enggak, nanti aja abis ini. Kayaknya mereka juga lagi ngobrol serius. Tapi aku jadi penasaran mereka sedang membahas apa" Ah jiwa ingin tahunya begitu meronta. Seperti ada hal tak biasa antara Darrel dan Aira


"Tapi aku tu curiga sama mereka mas, seperti ada sesuatu. Sejak datang ke pernikahan kita sikap mereka terlihat aneh. Mereka jadi kaku satu sama lain"


"Masa si? aku tidak merasa ada yang aneh" Noah menyuapkan irisan daging ke dalam mulutnya.


"Iya karena kamu tidak terlalu akrab dengan mereka mas. Beda sama aku yang sudah bertahun-tahun mengenal mereka. Jadi aku bisa melihat sekecil apapun perubahan pada Aira dan Darrel"


Noah manggut-manggut tanda mengerti. Karena terlalu sibuk menjalankan peran barunya Evelyn belum sempat menghubungi Aira dan menanyakan pada gadis itu tentang rasa penasaran nya.


"Sayang, habiskan makanan kamu dulu. Nanti kita temui mereka ya" Evelyn tersenyum merasa bersalah karena terlalu fokus pada Aira dan Darrel ia melupakan makan malam mereka.


"Maaf sayang" Ucap Evelyn dengan senyum penuh rasa bersalah. Ia yang mengatakan ingin menghapus kenangan buruk saat ia menyia-nyiakan Noah, malah sekarang kembali lebih fokus pada teman-temannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, aku tidak marah. Hanya saja aku takut kamu melupakan makan malam mu. Aku tidak mau kamu sakit, jangan lupa untuk menimbun tenaga. Bulan madu kita masih satu minggu lagi. Dan malam ini aku juga tidak akan melewatkan jatahku" Noah menatap Evelyn dengan seringai penuh arti. Noah sengaja menggoda istrinya, ia tidak mau Evelyn kembali merasa bersalah. Pria itu benar-benar ingin memaksimalkan kebersamaan mereka tanpa harus mengingat kembali kisah-kisah menyakitkan di masa lalu. Dan berhasil, wajah Evelyn terlihat merona mendapat godaan dari Noah.


Sementara itu Darrel dan Aira memang tengah terlibat dalam obrolan serius.


"Jangan merasa terbebani Darrel. Aku tidak menuntut apapun atas apa yang sudah terjadi" Aira berusaha terlihat santai di depan Darrel.


"Tapi aku harus bertanggung jawab Aira. Aku bukan laki-laki pengecut. Kita harus segera menikah" Ah andai saja Darrel ingin menikahinya karena cinta mungkin Aira tak perlu berfikir dua kali. Nyatanya ia sudah jatuh cinta pada pria itu sejak lama, atas nama persahabatan ia mengabaikan perasaan nya. Namun sayangnya Darrel ingin menikahinya karena rasa tanggung jawab semata, Aira tidak mau itu. Baginya pernikahan harus dijalani oleh dua orang yang saling mencintai, jika hanya salah satu yang memiliki perasaan itu sungguh Aira tidak akan mau.


"Aku tidak mau Rel, Harus berapa kali kita membahas ini? Aku ikhlas, meskipun kamu tidak menikahi ku aku tidak akan pernah menganggap kamu pria pengecut."


"Tetap saja dunia akan memandangku sebagai laki-laki pengecut yang lari dari tanggung jawab Aira" Darrel mengetatkan rahangnya, lelah menghadapi Aira yang begitu keras kepala.


"Hanya kita berdua yang tahu masalah itu Rel, tidak ada orang lain."


"Jadi ada sesuatu yang aku tidak tahu?"


Suara itu menjeda obrolan mereka berdua, kata sanggahan yang sudah diujung lidah urung Darrel ucapkan saat menyadari kedatangan Evelyn


"Evelyn? kamu di sini?" Darrel dan Aira sama -sama terkejut. Aira segera beranjak dan menghambur ke dalam pelukan sahabatnya.


"Iya kami sedang bulan madu" Ucap Evelyn malu-malu. Evelyn duduk di samping Aira dan Noah duduk di samping Darrel.


"Eh ngomong-ngomong kami ganggu nggak nih?" Tanya Evelyn, ia sibuk mengamati wajah dua sahabatnya.


"Tentu saja tidak Eve" Ucap Darrel dengan senyum salah tingkah.


***

__ADS_1


Btw thanks untuk yang berbaik hati kasih tips 😍🥰


__ADS_2