Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Empat Puluh


__ADS_3

Noah yang baru pulang dari kantor langsung menuju kamar Cilla. Ia ingin memastikan putrinya tidur dengan nyaman sebelum ia melakukan aktivitas untuk dirinya sendiri yaitu membersihkan diri dan beristirahat.


Noah mengerutkan keningnya, tampak sekali keterkejutan di wajahnya saat mendapati Cilla tengah terlelap di dalam dekapan gadis yang begitu dikenalinya. Ia mendekat ke ranjang, tampak sekali Cilla begitu nyaman berada dalam dekapan Evelyn yang juga tampak terlelap. Cilla menggenggam erat baju Evelyn seakan takut Evelyn pergi jika genggaman itu terlepas.


Noah menatap dalam pada dua sosok di hadapan nya, tatapan yang tak pernah ia perlihatkan pada siapapun. Tangan Noah terangkat entah wajah siapa yang akan ia usap namun nyatanya ia menarik tangannya kembali. Ia tak ingin mengganggu istirahat keduanya.


Noah membalikkan badannya, memilih beranjak dari kamar itu. Ia tampak memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa ngilu menyaksikan betapa Cilla haus akan kasih sayang seorang ibu, meski ia selalu memastikan bahwa Cilla selalu mendapatkan limpahan kasih sayang darinya nyatanya itu tidak cukup. Ada bagian yang tak mampu ia isi.


"Uda pulang Noah?"


Mama Noah menyapanya, wanita itu sepertinya akan menuju kamar Cilla.


"Iya ma, oh ya ma kenapa Evelyn bisa ada di sini?" Tanya Noah tanpa basa-basi


"Tadi Cilla terus menangis dan memanggil mama, mama uda kasih lihat foto maupun video Syahira tapi tetap aja nggak mau berhenti. Akhirnya mama telfon Eve, Kamu uda ketemu Eve?"


"Mereka uda tidur. Lain kali telfon Noah aja ma, jangan merepotkan Evelyn" Ucap Noah dengan suara berat.


"Eve juga nggak keberatan kok Noah"


"Tetap aja nggak enak ma, jangan ngerepotin Evelyn, jangan menempatkan orang lain pada pilihan sulit. Mungkin saja sebenarnya dia keberatan tapi tidak berani menolak. Siapa tau dia lagi ada acara sama pacarnya" Mata Noah terlihat memohon, sang mama menghembuskan nafasnya perlahan, ia kemudian mengusap pundak Noah dengan senyum menenangkan.


"Tenang aja Noah, mama bisa melihat Evelyn benar-benar tidak keberatan. Jangan berfikir terlalu jauh, Evelyn tidak seperti itu"


Noah mengedik kan bahunya, berdebat dengan sang mama jangan harap ia bisa menang. Mengalah pada akhirnya selalu harus ia lakukan.


"Noah istirahat dulu ma"


Noah beranjak menuju kamarnya, meninggalkan sang mama yang menatap iba pada dirinya.


Hari sudah lewat tengah malam, namun mata Noah masih sulit terpejam. Fikiran nya melayang pada sosok yang tengah menemani putrinya saat ini. Hatinya tiba-tiba resah, tidak seharusnya Evelyn harus disulitkan pada urusan Cilla.


Noah memutuskan untuk kembali ke kamar Cilla, berharap kegundahannya bisa enyah saat melihat buah hatinya. Perlahan ia membuka pintu agar tak mengusik dua gadis yang tengah bercengkrama dengan lelap.

__ADS_1


Noah duduk perlahan di sisi ranjang, tampak Cilla dan Evelyn begitu pulas hingga tak merasakan keberadaan nya. Mereka tidak terganggu dengan pergerakan kasur saat Noah duduk.


Mata Noah menyusuri wajah Evelyn yang tampak begitu damai. Ini pertama kalinya ia kembali dengan leluasa menikmati wajah gadis itu setelah bertahun-tahun lamanya. Tak banyak yang berubah, hanya saja Evelyn terlihat lebih dewasa.


"Maaf Eve, tidak seharusnya kamu terjebak pada Cilla. Kamu harus bahagia, melangkah bebas menapaki dunia seperti impian mu. Aku tidak akan membiarkan kebebasan mu kembali terampas karena Cilla yang mulai bergantung pada mu. Tidak ada yang boleh menghentikan mimpi-mimpimu Eve, aku akan pastikan itu" Bisik Noah lembut.


****


Noah melangkah menuju meja makan untuk sarapan, pria itu terlihat segar dengan pakaian santainya. Wajah nya datar seperti biasa saat mendapati Evelyn sudah menunggu di meja makan, ia terlihat sedang menyuapi Cilla.


"Pagi sayang" Sapa sang mama yang dijawab senyuman oleh pria itu.


"Sayang papa lagi sarapan apa?" Noah mendaratkan kecupan di puncak kepala Cilla yang terlihat lahap menyantap makanan miliknya.


"Aci goyeng papa" Bayi tiga tahun itu menjawab dengan riang. Noah terkekeh, sangat gemas mendengar celotehan Cilla yang terdengar lucu dengan pelafalan kata yang belum terlalu jelas. Noah tak bisa memungkiri Cilla lebih ceria dengan keberadaan Evelyn.


"Eve kenapa belum sarapan?" Noah memilih duduk di hadapan Eve dan menerima sarapan yang telah diisikan oleh mama ke piring nya.


"Cilla bisa makan sama mbak Nina. Kamu makan aja dulu" Tegas Noah sambil menatap Evelyn.


"Cilla nggak mau Noah, maunya sama Eve" Timpal wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.


Noah memilih untuk diam, tak berniat mendebat sang mama karena itu hanya perbuatan sia-sia.


"Eve, nanti setelah sarapan aku mau bicara ya? aku tunggu di taman belakang" Ucap Noah setelah menghabiskan sarapan di piring nya


"I.Iya kak" Evelyn merasa gugup, hatinya menjadi gusar menebak apa yang ingin Noah katakan padanya.


"Santai saja, tidak usah buru-buru" Noah melempar senyum tipis, senyum yang berhasil menenangkan hati Evelyn setidaknya pria itu tidak terlihat sedang marah.


Evelyn menatap sendu punggung Noah yang semakin menjauh, melihat pria itu kerinduan nya malah semakin memuncak.


'Tau diri lah sedikit Eve, meninggalnya Syahira tidak lantas bisa membuat mu seenaknya merindukan pria itu '

__ADS_1


Maki Evelyn pada dirinya sendiri.


Evelyn melanjutkan sarapannya setelah tersadar dari lamunan nya, ia melahap dengan cepat makanan yang ada di piring. sarapan lezat itu tiba-tiba berubah hambar. Keinginan terbesar Evelyn saat ini hanya ingin segera menemui Noah.


"Ma, Titip Cilla Eve ke kak Noah dulu ya?" Pamit Evelyn setelah sarapannya tandas diikuti segelas air putih.


"Iya Eve" Evelyn sedikit malu saat melihat mama Noah terlihat mengulum senyum, sepertinya wanita paruh baya itu memperhatikan nya yang terburu-buru sejak tadi. Evelyn memilih untuk pura-pura santai. Gadis itu menoleh pada Cilla yang berada dinsebelah nya


"Cilla, tante ke papa dulu ya?" Evelyn mengusap pipi Chubby milik Cilla.


"Ndak mahu, Cilla itut mama" rengek Cilla dengan suara khas anak kecil


Evelyn tersenyum lembut kemudian mencium kening gadis mungil itu


"Tante cuma sebentar, tante nggak akan ninggalin Cilla lama-lama" Bujuk Evelyn dengan sangat lembut.


"Iya Cilla, mamanya mau ngobrol sama papa sebentar habis itu main sama Cilla lagi" Bujuk mama Noah. Dengan berat hati serta menahan tangis Cilla mengangguk.


"Anak pintar. Sini peluk dulu" Evelyn membawa tubuh Cilla ke dalam pelukannya kemudian menghujani nya dengan ciuman.


"Kalau tidak keberatan jangan sebut tante ya Eve, biarkan Cilla memanggil kamu mama" Ucap mama Noah dengan wajah penuh harap. Evelyn menatap mama Noah kemudian tersenyum getir, apa harus demikian? namun kata hatinya tak sejalan dengan tindakan. Meski hatinya meragu Evelyn tetap saja menganggukkan kepalanya.


"Makasih Eve" Mama Noah begitu terharu


"Iya ma, Eve nyusul kak Noah dulu ya ma?" Wanita itu mengangguk kan kepalany. Evelyn kembali mengusap wajah Cilla sebelum akhirnya ia beranjak menyusul Noah ke taman belakang.


****


Hai Noah dan Evelyn kembali...


adakah yang menunggu mereka? semoga bisa up tiap hari setelah ini...


🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2