Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Empat


__ADS_3

Evelyn terbangun dengan tubuh yang terasa remuk, Ia berusaha mengumpulkan kekuatan untuk bangkit. Meski lelah namun ada kebahagiaan yang tak mampu Eve tepis mengingat statusnya kini telah menjadi istri dari satu-satunya pria yang ia cintai.


Eve berbalik menatap pada suaminya yang tampak tidur dengan begitu lelap. Ia tak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum. Melihat wajah tenang itu membuat Evelyn tak henti mengucap syukur, rasanya ia tak menginginkan apapun lagi saat ini. Kebahagiaan nya terasa utuh hidupnya begitu sempurna.


Perlahan Evelyn mengusap wajah Noah dengan lembut, wajah yang terlihat begitu mendambanya tadi malam. Ah wajah gadis itu merona mengingat kegiatan mereka itu. Gadis? Evelyn mengulum senyum saat ia menyadari Noah telah mengubahnya menjadi seorang wanita.


"Sayang, aku ingin ke kamar mandi" Bisik Eve, Ia telah berusaha melepaskan belitan tangan kekar itu di tubuhnya. Entah ia yang terlalu lemah hingga ia tak berhasil keluar dari kungkungan suaminya.


Noah membuka matanya, tampak jelas pria itu masih mengantuk.


"Tidak bisa ditahan sebentar lagi? aku masih ingin seperti ini" Noah merasa tak rela untuk melepaskan Evelyn dari dekapan nya.


Suara serak khas bangun tidur pria itu membuat jantung Evelyn berdegup dengan liar. Ia menggelengkan kepalanya mengingat bayangan nakal yang berkelebat di otaknya.


"Kenapa? mengingat sesuatu?" Goda Noah yang seolah paham bahwa istrinya tengah terkenang pergulatan panas mereka tadi malam.


"Eng enggak" Evelyn menyesapkan wajahnya ke dada Noah. Ia tak mau fikiran mesumnya terbaca oleh pria itu. Noah menciumi puncak kepala sang istri sambil terkekeh, ia selalu gemas melihat Evelyn saat malu seperti ini.


"Ayo aku antar ke kamar mandi" Bisik Noah pada telinga Evelyn yang lagi-lagi membuat tubuh nya merinding dengan aliran darah yang terasa mengalir cepat.


"Aku bisa sendiri mas" Noah tersenyum sumringah mendengar panggilan itu.


"Kenapa panggilan nya berubah?" Oh pentingkah hal itu dibahas?


"Nggak enak aja kalo misalnya di depan mama dan papa atau di depan umum manggil kamu sayang."


"Tapi aku emang sayang nya kamu kan?" Evelyn tak menyangka Noah akan bersikap se receh ini.


"Tentu saja, emang sayang nya siapa lagi?" Baiklah Evelyn harus mengimbanginya. Keduanya pun terkekeh geli.


"Jadi ke kamar mandinya?"


"Iya, aku bisa sendiri" Evelyn menurunkan kakinya saat Noah melepaskan pelukan nya. Baru beberapa langkah Eve merasa tubuhnya melayang, Noah menggendong nya kemudian tersenyum menggoda padanya.

__ADS_1


"Semalam aku telah membuat tubuh ini lelah, aku akan menjadi suami yang jahat membiarkan mu bersusah payah" Bisik Noah.


"Hanya ke kamar mandi sayang" Ucap Evelyn dengan senyum tak percaya.


"Aku tau bagian tubuhmu itu masih terasa sakit saat berjalan" Ucap Noah sambil melirik bagian bawah tubuh Evelyn. Ucapan Noah benar namun entah mengapa ia merasa malu Noah membahas tentang itu. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Noah yang langsung tertawa atas respon istrinya.


Noah meletakkan tubuh Eve ke atas closet, ia kemudian mengisi bath tub dengan air hangat, sabun cair dan essensial oil. Kembali menggendong tubuh istrinya setelah memastikan Eve telah selesai dengan ritualnya.


"Kita berendam air hangat untuk merelaksasi tubuh. Pertempuran kita semalam pasti membuat tubuh kamu lelah" Noah meletakkan tubuh Evelyn secara perlahan kemudian ia ikut masuk ke dalam bathtub. Evelyn menatap Noah dengan panik, ia tak yakin Noah benar-benar serius dengan ucapan nya yang ingin membuat tubuhnya bugar kembali.


****


Noah kembali menggendong tubuh Evelyn yang berbalut bathdrobe dan membaringkan nya di ranjang, wajah pria itu tampak cerah sementara Evelyn tak bisa menutupi rasa lelah di wajah nya.


Alih-alih dapat berendam dan merelaksasi tubuhnya Noah malah mengerjainya habis-habisan, Seolah pria itu tak pernah bosan menikmati tubuh nya.


Setelah memesan sarapan Noah berbalik ke arah Evelyn dengan handuk kecil di tangannya. Noah hanya memakai handuk dengan dada yang terekspose memberikan vitamin bagi penglihatan Eve.


"Kita makan nya di kamar saja ya, kamu terlihat begitu lelah. Aku sudah memesan makanan sebentar lagi pihak hotel akan mengantarkannya." Noah mulai mengeringkan rambut Evelyn.


"Maaf sudah membuat kamu kelelahan" Noah mendaratkan kecupan di kening istrinya.


"Tapi aku bahagia" Jawaban istrinya begitu menyenangkan hati, Noah tak bisa menutupi rasa bahagianya ia kembali mendaratkan kecupan di seluruh wajah Evelyn hingga gadis itu tertawa menahan geli.


"Mas, Jam berapa kita pulang nanti?" Wajah Cilla terlintas membuat Evelyn mengkhawatirkan nya.


"Belum hari ini sayang, besok"


"Cilla gimana? aku takut dia nyariin aku mas" Mengingat Cilla yang tak bisa lama-lama jauh darinya membuat Evelyn tidak tenang.


"Mama akan memberinya pengertian, Cilla sudah sangat menginginkan adik. Dia butuh teman. Dia pasti mengerti saat ini mama dan papa nya tengah berupaya mewujudkan keinginan nya." Jawab Noah dengan kerlingan nakal. Eve memukul pelan dada sang suami nya sambil memanyunkan bibirnya.


Kemesraan mereka harus terhenti saat suara bel berbunyi.

__ADS_1


"Sarapan nya sudah datang" Noah berjalan menuju pintu dan membukanya. Seorang pelayan wanita tampak malu-malu masuk ke dalam kamar saat menyadari Noah yang tak mengenakan apapun selain handuk yang melilit pinggang hingga ke lutut.


"Makasih mbak, biar saya saja yang menghidangkan nya. Mbak boleh keluar" Ucap Eve saat pelayan wanita itu akan menata makanan mereka ke atas meja makan yang tersedia di kamar itu, Eve jengah melihat pelayan itu mencuri pandang pada suaminya.


"Iya bu" Pelayan itu menundukkan kepalanya kemudian beranjak keluar. Ia sempat melempar pandangan pada Noah sebelum hilang di balik pintu.


"Sengaja ya tebar pesona?"


Noah menatap heran pada Eve yang tiba-tiba cemberut.


"Apa? maksud kamu apa sayang?" Noah berjalan cepat ke arah Eve, ia gusar melihat perubahan wajah istrinya.


"Kenapa tidak memakai baju? sengaja ingin memamerkan tubuh kamu sama pelayan tadi? atau emang sebenarnya kalian ada hubungan?"


Noah menghela nafas lega, ia malah tersenyum dan memeluk istrinya dengan gemas.


"Terimakasih karena sudah cemburu, aku merasa sangat bahagia artinya kamu mencintaiku"


Evelyn semakin memanyunkan bibirnya.


"Aku kira tadi pelayan yang akan datang itu laki-laki jadi aku tidak perlu repot memakai baju, toh nanti juga akan dilepas lagi" Evelyn membulatkan matanya atas kalimat Noah yang terakhir.


"Sayang, apa suamimu ini tipe laki-laki yang suka tebar pesona hem?" Noah meraih dagu Evelyn dan mengecup bibirnya.


"Kamu tau aku bukan pria seperti itu, tidak ada wanita yang bisa menggetarkan hatiku selain Evelyn. Percayalah" Bisik Noah lagi yang membuat wajah Evelyn merona. Yah dia tahu perasaan Noah padanya, tapi nalurinya sebagai wanita tak bisa disembunyikan saat melihat ada yang akan mengganggu miliknya.


"Iya aku tau, tapi pelayan itu terus melihat kamu dengan genit dan tatapan mendamba. Aku nggak suka"


Ucap Evelyn manja.


"Iya maaf ya sayang, lain kali aku akan waspada. Kita makan sekarang, aku dan kamu butuh tenaga untuk mewujudkan keinginan Cilla. Kita harus bekerja keras dan berusaha tanpa henti" Ucap Noah dengan tatapan dan seringai penuh arti.


****

__ADS_1


Masih berminat mengikuti kisah Noah dan Eve?


🥰❤️


__ADS_2