Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Tiga


__ADS_3

Tanpa Noah sadari Evelyn terpaku di depan pintu kamar mandi, ia mendengar voice note yang diputar oleh suaminya. Ia sangat mengenali suara itu, Eve begitu shock tak menyangka Satria akan melemparkan tuduhan keji padanya.


Perasaan Noah? Yah perasaan pria itu yang teramat ia khawatirkan. Meski ucapan Satria begitu merendahkan dirinya namun Evelyn mengabaikan nya, ditutupi rasa khawatir yang begitu besar akan perasaan Noah, ia takut suaminya kecewa dan tersakiti dengan omong kosong yang Satria ucapkan.


"Kak, itu fitnah. Itu tidak benar" Evelyn mendekat dengan cepat ke arah Noah. Air mata terlihat membanjiri wajahnya, matanya memancarkan ketakutan yang luar biasa. Noah menatap shock pada Evelyn, ia kebingungan merespon istrinya yang terlihat begitu kacau.


"Aku tak pernah melakukan apapun dengannya, percayalah padaku kak. Aku menjaga diriku dengan baik itu hanya omong kosong tak berdasar. Satria pasti sengaja ingin memanas-manasi kakak, kumohon jangan percaya pada bajingan itu sayang, aku tak seperti ucapan nya, tolong jangan tinggalkan aku, Aku tidak...." Noah meletakkan telunjuknya di bibir Evelyn saat melihat kepanikan gadis itu, ia terlihat kacau dan meracau tak terkendali. Evelyn terdiam dan menatap penuh harap, menanti respon suaminya. Meski bibirnya tak lagi berucap namun air matanya masih keluar dengan begitu banyak.


Noah menangkup wajah Evelyn dan menatap nya " Sayang tenanglah lihat mataku" Bisik Noah lembut memberikan sedikit ketenangan bagi gadis itu. Ia menatap dalam pada Noah berharap pria itu mampu menangkap kejujuran di matanya.


"Apa kamu bisa menemukan keraguan di mataku atas kesucian istriku? Aku mencintaimu sayang, sedetikpun aku tak pernah meragukan mu. Aku sangat percaya kekasihku bisa menjaga dirinya dengan baik." Evelyn terisak semakin kuat, rasa lega yang memenuhi hatinya membuat tangisan nya pecah.


"Sayang tenanglah, jangan membuat Satria bangga karena berhasil menghancurkan malam indah kita. Aku tidak mungkin terpengaruh padanya." Noah memeluk tubuh istrinya dengan erat, ia menciumi puncak kepala istrinya dan mengusap punggung Evelyn dengan penuh cinta.


"Kakak percaya padaku kan? Satria bohong sayang. Aku sangat mencintaimu. Aku tak mungkin menyerahkan diriku pada pria yang tidak aku cintai" Ucap Evelyn terbata.


"Aku tau sayang aku tau" Noah terus menenangkan istrinya.


"Tapi aku lihat kakak begitu marah, aku takut kakak mempercayai Satria" Noah melepaskan pelukannya dan kembali membingkai wajah istrinya.


"Hei sayang, suami mana yang tidak marah mendengar orang lain menebar fitnah pada istrinya? Dia melecehkan mu, apa suamimu ini harus bersikap santai hem?" Mendengar itu Evelyn kembali merengsek masuk ke dalam pelukan Noah.


"Aku mencintaimu kak, sangat mencintaimu" Entah dengan cara apa ia harus bersyukur diberikan suami sebaik Noah. Ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia saat ini.


"Jangan terpengaruh ucapan Satria, lupakan dulu untuk malam ini. Jangan sampai Satria menang atas tujuannya menghancurkan malam pertama kita. Aku menantikan bukti cintamu sayang" Bisik Noah. Evelyn menarik tubuhnya cepat, seringai jahil di wajah Noah membuatnya salah tingkah.


"Maksud kakak?"


"Sayang bisakah jangan memanggilku kakak? aku seperti tengah merayu adikku sendiri" Ucap Noah dengan wajah yang dibuat putus asa. Evelyn terkekeh karena nya, ucapan Noah berhasil membuat perasaan nya menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Jadi kamu mau dipanggil apa?"


Perasaan mereka kini lebih tenang, keduanya telah duduk di ranjang pengantin yang telah dihias begitu indahnya.


"Terserah padamu, sayang juga boleh"


"Baiklah sayang" Bisik Evelyn di telinga Noah hingga membuat tubuh pria itu seakan tersengat. Ia menatap cepat ke arah Evelyn yang terlihat begitu cantik dengan lingerie yang melekat di tubuhnya. Sebelumnya Noah tak menyadari istrinya tampil begitu memukau dengan pakaian yang mencetak sempurna tubuh indahnya. Gangguan Satria sebelumnya membuat fokus mereka teralihkan.


"Aku baru menyadari bahwa istriku sudah begitu siap menyuguhkan bukti cintanya" Ucap Noah dengan suara serak.


Tatapan lapar Noah membuat Evelyn menyadari penampilannya kini. Ia menunduk cepat, menyembunyikan wajahnya yang telah memerah. Evelyn sempat merasa malu saat akan keluar kamar mandi dengan lingerie tipis itu. Namun rasa malunya langsung hilang berganti ketakutan mendengar voice note dari Satria.


Noah begitu gemas melihat wajah malu-malu Evelyn. Ia meraih dagu Eve dan menariknya agar menatap padanya.


"Sudah siap menghabiskan malam indah bersamaku?" Wajah Evelyn semakin merona dan itu semakin membangkitkan hasrat pria itu. Dengan cepat namun tetap dengan kelembutan ia meraih tengkuk Eve dan mendaratkan kecupan di bibir nya. Ia menyesap dengan penuh rasa syukur gadis yang ia impikan benar-benar telah menjadi miliknya.


Evelyn menikmati setiap sentuhan Noah dengan mata terpejam, sentuhan pria itu begitu melenakan membuat Eve pasrah terhadap apapun yang akan Noah lakukan padanya.


Noah terlihat begitu mengagungkan istrinya, menyesap setiap keindahan yang Evelyn suguhkan dengan penuh penghargaan. Ia seakan mabuk oleh banyaknya cinta yang tercurah.


"Sayang, aku sudah tidak kuat" Bisik Evelyn. Ia merasa kewalahan akan setiap rasa asing yang Noah perkenalkan. Noah menghentikan aktivitasnya saat merasakan tubuh istrinya bergetar, Ia menatap bahagia menatap Evelyn. Ia bangga berhasil memberikan rasa indah yang ingin ia perkenalkan pada istrinya.


"Capek?" Noah menghapus bulir keringat di kening istrinya, perlahan Evelyn membuka matanya setelah rasa yang menderanya telah mereda. Tatapan lembut Suaminya membuat Evelyn tersipu malu.


Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, Noah memegang tangan istrinya tak rela wajah cantik itu bersembunyi darinya.


"Aku malu sayang" Rengek Evelyn.


"Kenapa harus malu? aku bahagia berhasil memberikan rasa yang luar biasa itu padamu" Bisik Noah sambil mengusap rambut Evelyn. Wajah malu-malu istrinya membuat Noah semakin gemas. Ia kembali mendaratkan kecupan di kening dan bibir Eve.

__ADS_1


"Sayang, siap untuk perjalanan selanjutnya?" Mata Noah tak mampu berbohong, ia dikuasai hasrat yang menggebu. Dengan wajah yang masih merona Evelyn mengangguk sambil tersenyum. Dengan penuh keyakinan ia siap memasrahkan diri memberikan harta berharganya pada Noah.


Noah kembali beraksi, menyentuh Eve dengan penuh kasih sayang. Menyalurkan semua cintanya yang membuncah. Hingga ia merasakan remasan yang kuat pada bahunya pertanda Evelyn tengah merasa kesakitan akibat upayanya memiliki Evelyn secara utuh.


Noah menghentikan perjuangan nya, ia tak bisa egois meneruskan misinya.


"Maaf aku menyakitimu, kita lanjutkan besok saja" Noah mencium kening Evelyn dan bersiap merubah posisi berguling di samping istrinya. Namun Evelyn segera membelit tubuh Noah dengan kakinya


"Teruskan, jangan berhenti. Aku ingin segera menjadi milikmu secara utuh" Tatapan permohonan Noah membuat ia dilema.


"Tapi kamu kesakitan sayang" Noah mengusap lembut pipi sang istri.


"Aku tidak apa-apa. Aku siap menahan nya" Evelyn berinisiatif memagut bibir Noah untuk memancing pria itu agar segera menunaikan tugasnya.


Akhirnya Noah melanjutkan misinya. Tampak Evelyn kembali meringis, namun ia juga tak membiarkan Noah menyerah. Dengan mata yang tak lepas menatap Eve Noah menghentakkan tubuhnya hingga ia berhasil memasuki tubuh Evelyn. Tampak jelas raut kesakitan di wajah gadis itu disertai keringat yang semakin banyak. Evelyn menutup matanya dengan rapat, berusaha mengusir nyeri yang begitu menyiksa di bawah sana. Namun ada rasa bahagia yang tak mampu Evelyn tepis kan, kini resmi sudah ia menjadi milik Noah.


Evelyn membuka mata, menangkap tatapan penuh cinta suaminya.


"Terimakasih" Bisik Evelyn dengan senyum bahagia.


"Aku yang berterimakasih padamu sayang"


Perlahan Noah mulai menggerakkan tubuhnya, menatap lekat perubahan wajah istrinya pada setiap hujaman nya. Tak henti ia bersyukur dan berjanji akan selalu menjaga dan mencintai wanita ini dengan segenap jiwanya.


Akhirnya malam yang indah berhasil mereka lewati dengan sempurna dan penuh suka cita.


****


Akhirnya sampai pada part paling sulit... 😂😂

__ADS_1


Maaf kalo banyak kurangnya.


Terimakasih masih setia membersamai Evelyn dan Noah 🥰🥰


__ADS_2