Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Lima


__ADS_3

Noah menggenggam erat tangan Evelyn yang terlihat gelisah, Ia tidak ingin istrinya merasa cemas. "Semua baik-baik saja sayang percayalah. Santai saja oke?" Noah menatap istrinya kemudian mengusap rambut Evelyn.


"Tapi aku takut terjadi sesuatu mas, nggak mungkin mama menyuruh kita pulang cepat kalau nggak ada sesuatu yang urgent. " meski Noah juga merasa heran dan khawatir namun ia menutupinya, tak ingin membuat Evelyn semakin panik. harusnya mereka pulang siang nanti. Namun pagi-pagi sekali mama Noah menelfon dan meminta mereka pulang sekarang juga. Bahkan mereka melewatkan sarapan agar bisa segera tiba di rumah.


"Bisa dipercepat nggak pak" Pinta Eve pada sopir yang sengaja dikirim mama Noah untuk menjemput mereka.


"Nggak usah pak, tetap jaga keselamatan" Sanggah Noah cepat. Kini ia beralih menatap Evelyn lagi.


"Jangan panik sayang, mungkin mama lagi nyiapin sesuatu. Aku sudah biasa menerima prank ala mama. Tenang ya" Noah memeluk istrinya, Eve mengangguk meski ia tetap tak dapat menyembunyikan keresahan di matanya.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit yang terasa bagaikan 20 jam bagi Eve mereka akhirnya tiba di rumah Noah. Sebuah mobil yang Noah kenali sudah terparkir di sana.


"Mobil siapa mas?" Tanya Eve saat melihat suaminya mengernyit melihat mobil itu.


"Mobil papanya Syahira, tu kan nggak ada apa-apa. Mama telfon pasti karena mereka datang" Ucap Noah lega, mungkin orang tua Syahira ingin mengucapkan selamat secara langsung mengingat kedua orang tua Syahira sebelumnya mengabari bahwa mereka tidak bisa hadir pada pernikahan Noah dan Eve karena harus ke luar kota mendadak 2 hari sebelum pernikahan dilangsungkan.


Eve membalas senyum Noah meski hatinya hatinya merasa sedikit resah. Eve merasa ada sebuah masalah yang tengah menanti mereka saat ini.


Noah menggenggam tangan Evelyn dan mengajaknya segera masuk ke dalam. Namun suasana tampak mencekam saat mereka memasuki ruang tamu di mana sudah ada mama papa Noah dan mama papa Syahira. Ada aura panas yang menguar, wajah mama Noah dan mama Syahira tampak tegang menahan amarah.


"Ma, pa uda lama?" Tanya Noah dengan senyum menghiasi bibirnya. Ia mendekati papa Syahira dan bersalaman begitupun Eve yang mengikuti di belakang. Saat akan beralih pada mama Syahira kening Noah berkerut melihat tatapan kebencian di wajah itu, wanita itu bahkan membuang muka dan seperti tidak sudi untuk menerima uluran tangan dari Noah.


Noah berbalik dan menatap pada Eve, dapat ia lihat rasa takut di mata itu melihat ekspresi dari mertua Noah. Noah meraih tangan Eve dan tersenyum berusaha menenangkan istrinya.

__ADS_1


"Jadi langsung saja, tujuan saya datang kemari ingin mengambil Cilla" Ucap mama Syahira dengan tegas dan tatapan sinis.


Noah dan Eve yang baru duduk menatap kaget pada wanita itu.


"Maksud mama apa?" Noah masih berusaha menanggapi nya dengan tenang.


"Saya tidak mau cucu saya diasuh oleh kamu dan ibu tirinya. Saya akan mengambil alih pengasuhan cucuku" Mama Syahira kini menatap tajam pada Eve yang tampak memucat.


"Tapi kenapa ma?"


"Kamu sudah mendapatkan cinta pertama kamu kembali. Saya tidak mau tumbuh kembang Cilla terganggu karena tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Saya yakin saat ini kamu hanya akan fokus pada istri kamu yang memang sangat kamu idamkan sejak dulu. Mungkin Cilla akan kamu abaikan"


Noah dan Eve saling bertatapan, tak menyangka akan jalan fikiran wanita itu. Mereka heran melihat sikap mama Syahira berubah tidak seperti saat Noah dan Eve meminta restu untuk menikah tempo hari.


"Ma, Cilla itu anak Noah. Mana mungkin kami akan mengabaikan nya."


Tubuh Eve bergetar, ia merasa sedih sekaligus takut. Jelas sekali kebencian di mata mama Syahira untuknya.


"Kenapa mama bisa berfikir sejauh itu? Noah bukan laki-laki yang seperti mama tuduhkan." Noah masih berusaha menekan emosinya, ia yakin ada seseorang yang sudah menghasut mertuanya.


"Noah tidak pernah mengkhianati Syahira, Noah menjalankan tanggung jawab dan kewajiban Noah sebagai suami dengan baik. Tuduhan mama sama sekali tidak berdasar"


"Oh ya? suami macam apa yang masih menyimpan cinta untuk wanita lain? saya yakin Syahira merasa sangat sedih dan tertekan. Mungkin itulah pemicu yang mengakibatkan penyakit menggerogoti tubuhnya" Ucap nya dengan suara berat.

__ADS_1


"Ma, tuduhan mama padaku terlalu keji. Aku tidak menyangkal terkait perasaan ku pada Eve. Tapi mama harus tau, saat aku memutuskan untuk menikahi Syahira, aku telah menyimpan perasaan ku dengan baik. Aku tidak pernah membiarkan perasaan ku pada Eve masuk dalam kehidupan rumah tangga ku dan Syahira. Aku mengambil tanggung jawab ku terhadap Syahira hingga akhir." Tegas Noah dengan tatapan tajam. Ia sangat tak terima jika dituduh menjadi penyebab penyakit Syahira.


Evelyn tidak menyangka semua nya akan menjadi rumit seperti ini, Ia merasa bersalah telah menjadi penyebab ketegangan antara Noah dan mertuanya. Ia merasa menjadi perusak hubungan yang terjalin harmonis antara Noah dan keluarga Syahira.


"Saya ke sini bukan untuk mendengar cerita asmara kamu, saya mau mengambil cucu saya"


"Cilla anak ku, tidak ada yang berhak mengambilnya" Kali ini Noah berucap dengan penuh penekanan, matanya tajam menatap wanita yang tak kalah sini menatapnya.


"Apa artinya Cilla untuk mu Noah, saya yakin wanita itu akan menarik semua perhatian mu. Pada akhirnya Cilla akan di sia-siakan."


"Mama terlalu mengada-ngada. Seorang ayah tidak mungkin menyia-nyiakan anaknya, Evelyn juga sangat menyayangi Cilla seperti halnya Cilla yang begitu bergantung pada Eve" Kali ini Noah kesulitan menahan amarahnya, terlebih saat melihat kesedihan di mata Evelyn, mama Syahira sangat menyudutkan istrinya itu.


"Kalau memang Cilla berarti untuk kamu, bagaimana kalau saya kasih pilihan. Kamu tetap dengan istrimu tapi Cilla saya ambil atau Cilla tetap dengan mu tapi ceraikan istri kamu"


Semua yang ada di ruangan itu terbelalak kaget mendengar pernyataan mama Syahira.


"Mama tidak berhak memintaku untuk memilih. Cilla dan Evelyn adalah tanggung jawabku. Mereka bukan barang yang bisa seenaknya dipilih salah satu sementara yang lainnya disisih kan begitu saja. Mereka memiliki tempat masing-masing di hidupku. Mama sama sekali tidak berhak mengatur kehidupanku."


"Baiklah hari ini saya mengalah, tapi saya akan kembali lagi untuk mengambil cucu saya. Ayo pa kita pulang" Ucap mama Syahira seraya beranjak dan berlalu dengan angkuh, papa Syahira memohon pamit dengan raut wajah bersalah atas sikap istrinya.


Noah menghela nafas berat setelah mertuanya telah meninggalkan rumahnya. Ia tak menyangka kerikil sudah mulai menghadang di awal pernikahan nya bersama Evelyn.


Noah menoleh dan menatap lembut pada istrinya yang tampak bersedih.

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja, jangan khawatir sayang" Pria itu memeluk tubuh Evelyn, ia merasakan tubuh istrinya bergetar. Tangisan yang sejak tadi Eve tahan kini pecah di dalam dekapan hangat suaminya.


***


__ADS_2