Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Ekstra Part 4


__ADS_3

"Aku merasa sudah tidak dicintai" Ucap Noah tiba-tiba saat Eve naik ke atas ranjang setelah menidurkan Baby Rigel. Yah Noah memberikan nama itu pada putra mereka yang sekarang berumur dua bulan. Rigel adalah bintang raksasa di rasi Orion yang merupakan bintang paling penting saat bepergian ke laut, karena bisa menjadi penunjuk arah.


Noah dan Eve berharap bayi mereka menjadi laki-laki yang tak akan pernah tersesat pada hal-hal yang buruk dalam hidupnya nanti. Mereka juga menaruh harapan bahwa sang putra akan bisa menjadi petunjuk bagi siapa saja yang kehilangan arah dan harapan.


"Kenapa?" Eve mengernyit heran saat suaminya berkata seperti itu tanpa ada masalah apapun sebelumnya.


"Kamu terlalu fokus pada anak kita dan tidak peduli padaku" Sungut pria itu lagi. Eve terdiam dengan mulut ternganga. Tak menyangka suaminya akan bersikap kekanakan begini.


"Fikiran dari mana? aku tidak menyangka suamiku akan bersikap lebih parah dari anak kecil. Bahkan Cilla saja tidak separah ini, tak pernah melayangkan protes apapun. Paling cuma rewel sedikit" ucap Evelyn sambil terkekeh. Ia mengusap wajah Noah dengan gemas.


"Itu karena kamu tetap memenuhi kebutuhan nya. Sementara aku? kamu mengabaikan ku"


"Aku tetap mengurus keperluan mu sayang. Aku sebisa mungkin tetap menyiapkan sarapan atau menyiapkan pakaian untukmu saat Rigel tidak rewel."


"Tapi kebutuhan yang lain?" Noah menatap dengan senyum miring pada Eve. Ah Evelyn mengerti apa yang suaminya maksud.


"Bilang saja mau buka puasa mas, tidak perlu sampai berputar ke sana kemari bahkan sampai menuduhku tidak mencintai kamu lagi. Padahal kamu sangat tau bahwa pusat duniaku itu kamu. Pria yang paling aku cintai di dunia ini cuma Noah!" Ucap Eve penuh penekanan. Gantian sekarang Noah yang terkekeh melihat ekspresi kesal istrinya.


"Jadi apa aku sudah bisa berbuka sekarang?" Noah menatap penuh arti pada Evelyn.


Evelyn mengulum senyum, pipi nya bersemu merah. Ia masih saja merasa malu dan jantung nya berdebar tak menentu saat mendapati tatapan penuh damba suaminya.


"Aku sudah bersih, lakukan apa yang kamu mau." Bisik Evelyn lirih.

__ADS_1


"Terimakasih" Noah mendaratkan kecupan sekilas di bibir Eve lalu kemudian dengan semangat 45 pria itu beranjak dari tempat tidur yang membuat Evelyn melongo bingung.


"Mas mau ke mana?" Evelyn setengah berteriak


"Menitipkan Rigel pada mama. Aku tidak mau nanti dia terbangun dan menggagalkan semuanya. Aku sudah tidak sanggup untuk menundanya lagi" Evelyn terdiam, ia kehilangan kata untuk merespon tingkah suaminya.


"Mohon pengertian mu ya pangeran kecil, papa sudah mengizinkan kamu selama 2 bulan ini menguasai mama. Tolong beri kesempatan papa dulu ya, dia itu istriku kamu harus tau itu. Papa janji akan memberimu adik yang banyak jadi jangan rewel ya" Bisik Noah setelah berhasil menggendong Rigel tanpa membangunkan nya, hal itu semakin membuat Evelyn ternganga tak percaya suaminya akan bersikap konyol begini.


Setelah menunggu beberapa saat Noah kembali ke kamar dan menutup pintunya.


Ia tersenyum dan menatap penuh minat pada Evelyn


"Mas kalau bayi kita menangis bagaimana? nanti mama repot, kasihan" ucap Evelyn khawatir


"Aku sudah mewanti-wanti mama agar jangan sampai Rigel terbangun dan menangis. Karena apapun yang terjadi aku tidak akan menghentikan ritual kita"


"Aku bilang pada mama ingin menambah cucu yang banyak untuknya, mama sangat bahagia sayang" Evelyn semakin meringis mendengarnya.


"Ayolah sayang, jangan merengut begitu" Noah meraih wajah Eve dan mengusapnya lembut. Ia menatap dalam mata istrinya


"Aku sangat merindukan mu sayang" Bisik Noah, Evelyn dapat melihat kilatan rindu di mata pria itu. Hal itu membuat Eve iba, mungkin benar ia terlalu mengabaikan Noah karena kesibukan nya mengurus Rigel dan Cilla. Eve kini menyadari Noah juga membutuhkan dirinya.


Selama ini ia terlalu egois ingin mengurusi semua nya sendiri hingga akhirnya ia kelelahan dan tak lagi sempat memperhatikan suaminya. Mungkin setelah ini ia akan meminta bantuan asisten rumah tangga mengambil alih beberapa pekerjaan nya.

__ADS_1


"Maaf aku terlalu sibuk sendiri" Eve meletakkan tangan mungilnya ke wajah Noah, sebagai penebusan rasa bersalah ia berinisiatif lebih dulu mendaratkan kecupan di bibir Noah. Seperti musafir kehausan yang menemukan sumber air Noah menyambut penuh semangat sentuhan bibir Eve padanya. Pria itu mengambil alih permainan dengan penuh hasrat.


Evelyn pasrah, ia membiarkan Noah melakukan apapun yang pria itu inginkan padanya. Evelyn memang milik Noah dan tercipta hanya untuk Noah.


Noah tak menyia-nyiakan kesempatan yang Eve berikan, ia mulai melakukan aksinya untuk menikmati keindahan Evelyn yang tak ia rasakan selama lebih dari dua bulan ini.


*rangan dan de**han mewarnai malam mereka, keduanya berlomba mereguk kenikmatan sebanyak-banyaknya hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang ingin mereka raih.


Noah mengusap rambut Evelyn, istrinya masih tersengal dengan mata yang terpejam menikmati sisah-sisah pelepasan yang menggetarkan seluruh persendian nya.


"Apa aku menyakitimu?" tanya Noah lembut saat Evelyn membuka mata dan menatap padanya yang belum beranjak dari atas tubuh Evelyn. Ia takut menyakiti istrinya mengingat ini pertama kali mereka melakukan nya lagi setelah Eve melahirkan.


"Tidak, kamu memberiku keindahan yang ternyata aku pun merindukan nya" ucap Eve sambil tersenyum.


"Terima kasih, aku mencintaimu" Noah mendaratkan kecupan di kening dan bibir Eve sebelum menggulir tubuhnya ke samping. Ia menarik Evelyn ke dalam dekapan nya.


"Mas, maaf ya karena tidak pandai membagi waktu sampai seringkali tanpa sadar aku mengabaikan kamu" Noah tak menjawab, ia hanya mendaratkan kecupan pada rambut Eve sambil mengangguk.


"Mungkin aku akan meminta bantuan asisten untuk mengambil alih beberapa hal yang biasanya aku handle selama inj, agar aku bisa fokus memperhatikan suamiku. Aku takut akhirnya dia berpaling karena merasa diabaikan"


"Tidak akan! aku tidak akan pernah bisa berpaling dari istriku. Tapi aku sangat setuju, kamu memang harus menyerahkan pekerjaan rumah pada asisten. Sejak awal aku memang tak setuju kamu melakukan banyak hal, Karena prioritas utama kamu itu aku bukan yang lain" ucap Noah posesif.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Tiba-tiba kangen mereka. Iseng-iseng up ah untuk mengobati rindu sama Noah dan Eve...


semoga masih ada yang baca 😂


__ADS_2