Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Enam


__ADS_3

"Sayang, Kakak nggak akan larang kamu buat berteman dengan Darrel atau siapapun. Tapi kakak mau kamu jaga jarak. Jangan kayak kemaren."


Noah berucap lembut sambil menatap Evelyn setelah terdiam beberapa saat untuk menenangkan dirinya.


"Emang kemaren gimana kak? Aku sama Darrel cuma berteman. Aku juga uda membentang jarak yang jelas dengan menegaskan ke Darrel kalo aku milik kakak"


"Tapi nyatanya tetap tidak ada jarak yang jelas antara kalian berdua yang, Kalian malah terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah kasmaran. Ekspresi Kamu yang cemberut ke dia, dia yang mencubit pipi kamu, mengusap rambut kamu menggenggam tangan kamu interaksi kalian berdua tidak terlihat seperti teman"


Evelyn terbelalak kaget, bagaimana bisa Noah tau dengan detail kejadian kemarin yang bahkan tidak terlalu diingat oleh nya.


"Kakak ngikutin aku?"


"Nggak bermaksud. Kakak nggak sengaja lihat saat kakak nganterin mama beli kue untuk temannya. Kakak nggak tahan lihat nya yang, sakit banget rasanya"


Ucap Noah sendu, Eve tidak tahu bagaiman ia mati-matian menahan diri agar tidak menghabisi Darrel yang telah lancang menyentuh kekasihnya. Bagaimana panasnya ia melihat interaksi Eve dengan Darrel.


Noah menahan diri agar masalah nya tidak semakin runyam. Hanya pesan Eve yang meminta izin untuk pergi bersama Darrel yang sedikit mendinginkan panasnya otak Noah. Setidaknya kekasihnya jujur padanya.


"Maaf ya kak, Aku nggak tau kalau itu semua menyakiti kamu. Bahkan aku nggak ingat sedetail itu kejadian kemarin karena bagi aku Darrel nggak lebih dari sekedar Teman. Kejadian kemarin sama sekali nggak berefek apa-apa ke hati aku yang. Nggak meninggalkan kesan apapun"


Evelyn menatap dalam mata kekasihnya. Ia mengusap dengan lembut rambut Noah. Laki-laki itu dapat menangkap bahwa Evelyn merasa bersalah meski tak sepenuhnya gadis itu salah.


Rasa cinta Noah yang terlalu besar membuat ia menjadi laki-laki posesif terhadap Evelyn. Noah berusaha untuk menepis kecemburuan nya namun ia terlalu takut Evelyn akan berpaling darinya.


"Jangan ulangi lagi ya sayang, kakak sedih banget lihat kamu akrab sama cowok lain. kakak nggak larang kamu temenan sama Darrel tapi kakak mohon kamu biasa aja ya interaksinya. jangan mau di pegang-pegang"


Evelyn tau Noah marah, namun melihat kekasihnya mengungkapkan kemarahannya dengan penuh kelembutan membuat gadis itu terenyuh. Ia semakin mencintai Noah dan bertekad untuk tidak menyakiti laki-laki itu lagi.


Ia menganggukkan kepalanya dengan senyum manis.


"Maafin aku ya yang" Noah balas menganggukkan kepalanya. Ia bangkit kemudian merengkuh tubuh Evelyn dan memeluknya dengan erat. Ia memejamkan matanya menghirup aroma tubuh Eve yang menenangkan.


Evelyn adalah gadis pertama yang mampu menggetarkan hatinya, hingga Noah tidak akan pernah melepaskan gadis itu apapun yang terjadi.


***

__ADS_1


Noah melepaskan helm di kepala Eve dan meletakkannya. Ia mengecup kening kekasihnya itu.


"Istirahat ya, kalo Darrel ngajakin jalan lagi tolak aja"


Ucap Noah dengan wajah serius. Eve tersenyum tipis.


"Darrel cuma minta temenin nyari kado karena dia nggak paham kesukaan cewek yang. Dia nggak mungkin ngajak aku kalo cuma sekedar hang out. Percaya sama aku ya kita cuma temenan aja"


Eve berusaha meyakinkan Noah.


"Iya kakak percaya sama kamu. Tapi kakak nggak percaya sama Darrel. Kakak takut dia ada niat buat ngerebut kamu dari kakak"


Noah merapikan rambut Eve yang berantakan tertiup angin.


"Aku manusia yang punya perasaan yang. Aku bukan barang yang bisa diperebutkan. Aku sayang nya sama kamu, jd kalo pun Darrel ada niat yang seperti kamu bilang kalo aku ngga mau, dia tetap nggak bisa apa-apa"


Noah tersenyum bahagia. Ia bisa bernafas lega mendengar pengakuan Evelyn.


"Makasih ya sayang, kakak beneran cinta banget sama kamu. Jadi jangan pernah berfikiran untuk lari dari aku ya?"


Noah menarik tubuh Eve dan memeluknya lagi, beberapa kali ia mendaratkan kecupan dipuncak kepala gadis itu.


"Ya udah sekarang kamu masuk ya. Kakak mau langsung ke tempat bimbel. Nanti malam kakak telfon"


"Iya, kakak hati-hati. Semangat belajarnya ya"


Noah mengusap rambut Eve sebelum akhirnya mengendari motornya menuju tempat bimbel. Ia sedang berusaha untuk menembus perguruan tinggi favoritnya dengan mengikuti bimbingan belajar yang dilakukan setiap sore.


Evelyn masuk ke dalam rumahnya setelah motor sport milik Noah tidak terlihat lagi.


Ia berjalan menuju dapur untuk menghilangkan dahaganya.


"Baru pulang sayang?" Sang mama yang menyapa.


"Iya tadi di ajak kak Noah mampir ke rumahnya dulu. Mama lagi bikin apa?"

__ADS_1


Tidak biasanya sang mama yang sibuk bekerja berada di dapur untuk memasak. Biasanya pekerjaan itu dilakukan oleh pembantu. Mamanya memilik butik yang cukup ramai. Sementara sang papa bekerja sebagai Pegawai di kantor pemerintahan.


"Nyobain resep baru dari teman mama. Kamu ganti baju dulu sana"


Evelyn mematuhi titah sang mama. Ia menuju kamarnya. Karena hari sudah sore ia memutuskan untuk langsung mandi dan mengganti bajunya.


Setelah selesai dengan aktivitasnya Eve merebahkan tubuhnya sambil memainkan ponselnya. Ternyata ada beberapa pesan dari Darrel yang dikirimkan 1 jam yang lalu. Sejak tadi memang Evelyn menghabiskan waktu bersama Noah dan mengabaikan ponselnya. Ia dan Noah memang sepakat saat berduaan mereka tidak boleh memegang ponsel..


Haii Pacarnya Noah, sibuk nggak


Hallo, Balas donk cantik


Evelyn memanyunkan bibirnya saat membaca pesan ke dua. Ia tidak bisa membayangkan seandainya Noah membaca pesan yang dikirimkan Darrel.


Ve temenin aku ke pestanya sepupuku please, aku nggak enak datang sendiri. Nanti malam aku jemput ya?


Eve membaca pesan ketiga dari Darrel. Ia berfikir sejenak, tidak mungkin jika harus menerima ajakan Darrel sementara ia baru saja meredakan amarah Noah karena kepergiannya kemaren.


Meski tidak enak hati menolak, tapi demi Noah Evelyn memutuskan untuk menolak.


Maaf Rel, aku baru pulang. Maaf juga nggak bisa nemenin kamu. Ada urusan keluarga yang nggak bisa aku tinggalin


Evelyn menekan tombol terkirim. Gadis itu memilih berbohong, ia tidak mau menjadikan Noah sebagai alasan. Ia harus menjaga nama baik kekasih nya di depan siapapun dan semoga Darrel mau mengerti.


Yaah sayang banget, aku males pergi sendiri. beneran nggak bisa ya Ve?


Darrel membalas pesan yang dikirimkan Evelyn.


Maaf Rel beneran nggak bisa. Maaf banget ya?


Balas Evelyn lagi. Untuk sekarang ia lebih baik tak memiliki teman dari pada harus membuat Noah kecewa. Karena lelaki itu sangat berarti untuknya. Noah adalah teman pertama nya di kota ini selain itu Noah juga adalah cinta sekaligus pacar pertama nya.


Iya dech kalo gitu.


Evelyn menghela nafas lega saat membaca balasan dari Darrel.

__ADS_1


__ADS_2