
Evelyn tersentak saat merasakan pelukan yang membelit tubuhnya disertai ciuman-ciuman di rambut yang merambat ke wilayah telinga hingga pipi nya. Senyum merekah di bibirnya saat menyadari aroma tubuh yang begitu ia kenali.
"Mas, kenapa sudah pulang?" Mata Evelyn berbinar saat ia membalik badan nya melihat sang suami.
"Iya, kan aku sudah bilang cuma ada meeting sampai makan siang. Setelah itu aku langsung pulang" Noah tidak ingin kejadian waktu itu kembali terulang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dan bekerja di rumah kecuali jika ada urusan yang mengharuskan nya untuk ke kantor. Terlebih kandungan Evelyn sudah semakin besar dan akan lahiran dalam beberapa minggu lagi.
"Iya aku lupa" Evelyn terkekeh.
"Kamu sedang apa? harusnya kamu istirahat saja di kamar" Tadi saat pulang Noah langsung menuju kamar namun tidak mendapati sang istri, ternyata ia sedang sibuk di dapur.
"Aku bosan mas, kebetulan Cilla lagi pengen Cheese cake jadi aku buat." sebenar nya Eve tidak mengerjakan sendiri tadi ditemani asisten rumah tangga yang sekarang sedang mengerjakan pekerjaan lain nya karena tinggal menunggu cake nya matang.
"Harus nya beli saja. Lihat kamu berkeringat" Noah mengusap keringat di kening Eve.
"Tadi dibantuin mbak kok mas. Mas mau makan sekarang? yuk aku temani" Eve menarik tangan Noah menuju meja makan.
"Aku panggil Cilla sebentar mas" Namun langkah Eve terhenti karena Noah menahan nya.
"Aku saja yang memanggil. Kamu duduk dulu, kamu sudah terlalu banyak beraktivitas hari ini" tegas Noah, tak ingin Eve kelelahan.
"Kandunganku sudah memasuki 9 bulan mas, justru harus banyak bergerak supaya lahiran nya mudah" ucap Eve namun ia tetap menuruti suaminya untuk duduk dan menunggu saat Noah memanggil Cilla.
"Benarkah begitu?"
"Iya mas lupa dokter nya pernah bilang begitu?"
"Iya aku lupa, aku cuma ingat dokter menyarankan untuk sering melakukan hubungan suami istri untuk membuka jalan lahir" Noah menyeringai melihat perubahan raut wajah Evelyn yang memutar matanya malas.
__ADS_1
"Giliran yang itu selalu saja di ingat" Evelyn tersenyum masam, sementara Noah terkekeh lalu menciumi wajah Evelyn dengan gemas.
🍁🍁🍁🍁
"Demi Tuhan Eve, lebih baik bunuh saja aku daripada harus melihatmu kesakitan seperti ini" ucap Noah dengan suara bergetar saat melihat sang istri kesakitan merasakan kontraksi nya. Matanya sudah berkabut, rintihan Evelyn mengoyakkan hatinya.
"Mas ini sakit sekali" Keluh Eve, saat seperti ini ia mengingat sang mama yang sudah tiada. Ia merasa sangat merindukan dan menginginkan keberadaan nya di sini.
"Operasi saja ya? turuti aku kali ini saja sayang aku mohon" bisik Noah. Ia benar-benar tak sanggup melihat istrinya begitu kesakitan. Jika bukan karena Eve membutuhkan nya mungkin ia sudah berlari sejauh mungkin karena melihat Eve seperti ini begitu menyakiti hatinya.
"Tidak mau, aku mau merasakan apa yang mama dan mama kamu rasakan saat melahirkan kita." Eve tetap pada pendirian nya untuk melahirkan normal, sejauh ini menurut dokter tidak ada kelainan atau gangguan apapun yang mengharuskan Evelyn untuk melahirkan secara caesar.
"Tapi sayang, aku tidak kuat melihat kamu kesakitan. Aku seperti penjahat yang membiarkan istriku menderita begitu lama" Noah ingin berteriak rasanya berharap Evelyn mengerti kegelisahan nya.
"Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu Eve, aku bisa gila. Kamu kesakitan sayang" Evelyn terharu namun ingin tertawa secara bersamaan melihat Noah yang meringis bahkan meneteskan air matanya.
"Sebentar? kamu sudah kesakitan selama hampir 5 jam sayang, dan kamu bilang sebentar. Mengertilah Eve, aku sudah kesulitan bernafas, aku tidak bisa menunggu lagi" dulu Syahira melahirkan Cilla secara Caesar, jadi ia tak merasakan ketakutan seperti yang ia rasakan sekarang
Eve tak mempedulikan omelan Noah, ia sedang berusaha menahan rasa sakit yang tidak ada bandingannya itu. Rasa sakit nya sudah semakin sering dan terasa berkali lipat dari sebelum nya.
"Mas panggilkan dokter, mungkin sekarang sudah saat nya" lirih Eve sambil berusaha mengatur pernafasan nya.
"Jadi kamu tetap ingin melahirkan normal?"
"Mas bukan saat nya lagi untuk berdiskusi sekarang. Panggilkan dokter nya aku sudah tidak tahan" rintih Eve yang membuat Noah segera pergi memanggil dokter tanpa bertanya apapun lagi pada istrinya.
Setelah dokter datang dan memeriksa Eve, dokter memerintahkan suster nya untuk bersiap karena bukaan nya sudah lengkap.
__ADS_1
"Lakukan sebaik mungkin dokter, selamatkan istri dan anakku, jangan biarkan dia terlalu lama menahan sakitnya" ucap Noah panik. Ia segera menggenggam tangan Eve lalu mencium kening istrinya.
"Iya pak tenang saja, kita akan berusaha semaksimal mungkin" Ucap dokter wanita itu dengan ramah. Tentu saja Noah tak akan membiarkan dokter laki-laki yang menangani sang istri, hanya dia saja pria yang boleh melihat bagian tubuh istrinya.
"Semangat ya sayang, kalau tidak kuat kita operasi saja. Jangan memaksakan diri oke?aku mencintaimu tolong jangan lupakan itu" bisik Noah di telinga Evelyn, wanita itu hanya mengangguk, fokusnya sudah terbelah pada kontraksi yang membuat perutnya begitu mulas dan terasa melilit.
Evelyn mulai mengikuti instruksi dari dokter yang memintanya mulai mengejan, Ia berusaha semaksimal mungkin. Eve meremas tangan Noah dengan begitu kuat sembari menekan tenaganya untuk mengejan.
"Sayang aku mencintaimu" berulang kali Noah membisikan kata-kata cintanya, berharap bisa menjadi kekuatan untuk sang istri yang sedang berjuang antara hidup dan mati.
"Tolong jangan tinggalkan aku, bertahanlah kamu dan bayi kita harus selamat, aku dan Cilla sangat membutuhkan mu. Jangan pernah berfikir untuk pergi meninggalkan ku. Aku mencintaimu" Noah terus berbisik tiap kali Evelyn mengejan. Ia tak bisa menutupi rasa panik dan ketakutan nya.
Air matanya tak bisa ia tahan, yah pria itu menangis melihat pengorbanan istrinya untuk membawa sang bayi ke dunia yang bisa saja merenggut nyawa nya.
"Sayang aku sungguh tidak kuat lagi. Dokter tolong dipercepat, harus berapa lama lagi aku melihat istriku begini" Noah berteriak dengan putus asa.
"Sabar pak, semua akan baik-baik saja. Tidak perlu khawatir ibu dan bayinya kuat dan sehat. Kita pasti bisa melalui ini dengan baik" ucap dokter yang menangani Eve dengan sabar.
"Diamlah sebentar mas, jangan mengganggu konsentrasi ku dan dokter" Ucap Eve dengan terengah saat dokter memintanya untuk beristirahat sebentar.
Noah akan menyela ucapan Eve namun diurungkan saat merasa Eve kembali meremas tangan nya dengan kuat dan kembali mengejan, lalu sesaat kemudian terdengar tangisan bayi dan helaan nafas lega dari semua yang ada di kamar bersalin tersebut.
"Anakku sudah lahir? oh Eve sayang ku terimakasih Tuhan engkau telah menyelamatkan Eve ku" Noah langsung menciumi wajah Evelyn yang sedang meneteskan air mata. Wanita itu tak dapat menutupi rasa harunya saat mendengar tangisan pertama buah hatinya.
"Selamat bayi laki-laki anda begitu tampan" ucap sang dokter sembari meletakkan bayi nya ke dada Eve untuk melakukan inisiasi menyusui dini.
****
__ADS_1
Yeayy selamat Noah dan Eve untuk kelahiran bayi kalian...🥰🥰