
Ini bulan ke 9, meski sudah tidak menangis lagi sejak 3 bulan terakhir saat siklus nya datang namun bukan berarti Evelyn telah mengubur mimpinya untuk memiliki buah hati. Hanya saja Eve tidak mau terlalu memaksakan atau ia akan semakin kecewa. Ia lebih memilih untuk menikmati peran nya sebagai ibu bagi Cilla dan Istri bagi suami tampan nya.
Biasanya di jam-jam seperti ini ia sudah sibuk di dapur namun pagi ini kepalanya terasa berat, ia memutuskan untuk tidur sebentar lagi. Beruntung hari ini adalah hari libur, jadi dia tidak perlu merasa bersalah jika bangun sedikit lebih siang.
Ia dapat merasakan Noah mengeratkan pelukan nya, dengkuran halus terdengar. Evelyn tersenyum dengan mata terpejam, dalam kondisi tidak sadar saja Noah begitu menyatakan kepemilikan atas dirinya, selalu memeluknya dengan begitu posesif apalagi saat pria itu tengah membuka mata jangan harap ada pria yang bisa leluasa memandang dirinya.
Entah berapa lama ia kembali terpejam namun ia merasa terusik saat merasakan kecupan-kecupan kecil di seluruh wajahnya. Ia membuka matanya yang masih terasa berat. Binar mata yang selalu membuatnya terjerat menyapa matanya pertama kali.
"Selamat pagi sayang, sungguh menyenangkan saat membuka mata bisa melihatmu. Biasanya aku selalu kehilangan saat tak mendapatimu di tempat tidur saat pagi hari" Ucap Noah dengan senyum bahagianya. Senyum yang selalu membuat jantung Evelyn bergetar.
"Maaf aku kesiangan mas, aku kurang enak badan" Jawab Evelyn dengan suara serak nya.
"Kamu sakit?" Noah dengan wajah paniknya memegangi dahi sang istri.
"Mungkin masuk angin mas, kemaren sore aku dan Cilla terlalu lama bermain air, atau mungkin pengaruh hormon, aku sering seperti ini menjelang datang bulan" Suara Eve terdengar sendu di akhir kalimat, Evelyn tampak memijit-mijit keningnya. Noah dapat melihat kesedihan di mata istrinya, ia harus mengganti topik agar Evelyn tidak terlalu larut dalam kecewanya.
"Kepala mu sakit? Aku ambilkan obat, tunggu sebentar." Noah akan beranjak namun Evelyn mencekal tangan nya.
"Aku maunya dipeluk kamu, tidak mau minum obat" Rengek Eve dengan sedikit manja. Entah kenapa Ia tidak rela meski hanya sebentar ditinggalkan oleh suaminya.
"Tapi kamu harus meminum obat" Ucap Noah, namun Evelyn menggelengkan kepalanya. Mau tidak mau Noah merebahkan tubuhnya dan memeluk erat Evelyn. Wanita itu merapatkan tubuhnya, merasakan kehangatan dekapan Noah membuatnya begitu nyaman. Semua kesedihan akan surut dengan cepat hanya dengan berada dalam dekapan suaminya. Evelyn merasa pengaruh Noah pada dirinya semakin hari semakin kuat hingga Eve semakin takut kehilangan pria itu.
"Maaf aku belum menyiapkan sarapan untukmu dan Cilla mas" Ucap Eve dengan penuh sesal.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, pasti bibi sudah menyiapkan sarapan. Aku serius dengan ucapan ku sebelumnya, aku sering merasa kehilangan saat bangun tidur tidak melihatmu. Aku lebih suka kamu kesiangan seperti ini" Noah mengusap lembut rambut istrinya yang tampak tersenyum manis.
"Aku tidak suka orang lain melayani kamu dan Cilla sayang. Aku tidak mau peranku digantikan" Ucap Eve dengan wajah serius, Noah mencium bibir Evelyn dengan gemas. Rasanya bercinta di pagi hari ide yang tidak buruk. Noah memperdalam ciuman nya, tangan nya mulai merambah menyusuri lekukan tubuh Evelyn.
Namun ketukan kecil membuat Noah dan Eve memalingkan wajahnya ke arah pintu dengan nafas terengah.
"Mama masih tidul?" Suara si mungil Cilla mengiringi ketukan kecil itu. Keduanya saling pandang dan terkekeh bersama.
"Mas bukain pintu, Cilla pasti mencari ku karena aku tidak membangunkan nya" Noah mengangguk dan melepaskan pelukannya pada Eve dan berjalan menuju pintu.
Tampak Cilla yang sudah wangi dan cantik berlari dengan semangat dan menaiki ranjang di mana Eve berada.
"Mama cakit?" Mata jernih itu tampak khawatir.
Noah tersenyum melihat kedekatan dua perempuan yang sangat dicintainya itu, pria itu bergabung kembali ke atas ranjang menikmati pagi di kamar tidur mereka.Tak apalah kali Noah mengalah pada putrinya.
****
Beberapa hari ini Evelyn merasa tubuhnya begitu lemah dan mudah lelah. Seharian ia tak beranjak dari tempat tidur selepas memasak sarapan dan mengantar suaminya ke depan rumah. Cilla terpaksa harus ia serahkan kepada baby sitter untuk menemani gadis kecil itu bermain.
"Sayang, kita ke dokter"
Ucap Noah saat melihat Evelyn membuka matanya karena merasakan usapan lembut dari tangan suaminya.
__ADS_1
"Tidak usah mas, aku cuma kelelahan biasa. Nanti juga sembuh mas sudah lama pulang?"
Tanya Evelyn sambil memeluk tangan suaminya yang sudah berganti dengan pakaian rumah.
"Bibi bilang seharian kamu tidak keluar kamar. Aku tidak mau sakit kamu semakin parah. Kita harus ke dokter" Tegas Noah tak ingin dibantah.
"Aku sudah sehat mas, tidak perlu ke rumah sakit" Bukan tanpa alasan ia menolak. Evelyn tak menyukai rumah sakit, ada semacam trauma yang belum mampu ia hilangkan. Dua kali melihat orang tuanya terbujur kaku di sana, membuat Evelyn tak sanggup harus menginjakkan kaki kembali di sana. Bayangan kelam masa lalu akan menyakitinya.
"Sayang ada aku yang akan menemani mu, ayolah jangan takut. Kita hanya memeriksa kesehatan kamu." Noah terus membujuk Evelyn dengan lembut.
"Tidak mau, cukup temani aku dan beri aku pelukan. Aku pasti langsung sehat" Ucap Evelyn dengan manja.
"Sayang, turuti kata suami mu. Ingat membantah ucapan suami itu dosa" Tegas Noah lagi.
"Maaf" Lirih Evelyn sambil menundukkan kepalanya "Tapi aku benar-benas sehat mas, aku malah akan semakin sakit kalau ke dokter. Ayo dong mas peluk" Rengek Evelyn. Noah menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Evelyn yang sedikit berbeda. Ia berubah lebih manja sekarang. Namun tak urung Noah merebahkan tubuhnya di samping Eve dan memeluknya erat.
"Tapi malam ini kamu harus makan, bibi bilang tadi kamu makan nya hanya sedikit" Evelyn hanya mengangguk. Ia lebih memilih menyesapkan wajahnya ke dada suaminya, menghirup aroma tubuh pria itu sebanyak-banyak nya.
Noah mengusap rambut istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, sepulang dari kantor tak melihat istrinya yang biasanya selalu menyambut kepulangan nya membuat hatinya gusar. Ditambah laporan asisten rumah tangga yang mengatakan Evelyn seharian hanya di tempat tidur membuat rasa khawatirnya memuncak. Tapi sepertinya Evelyn tak mau mendengarkan nya, Noah harus mencari cara agar sang istri mau diperiksa.
****
Maaf beberapa hari tidak up. Ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Ada yang nungguin nggak? 🥰🥰
__ADS_1