
Noah Ibra Handoko, yah pemuda itu bernama Noah, dia adalah atasanku di kantor. Mungkin menjadi sekertaris nya adalah salah satu hal terbaik yang pernah aku capai dalam hidupku dan itu patut aku syukuri. Bukan karena jabatan itu, tapi karena mendampingi pria sepertinya adalah sebuah keberuntungan telak.
Aku jatuh cinta sejak pandangan pertama. Dia pria yang manis, ramah dan bijaksana. Jauh sekali dari kesan arogan. Dia bukan pria yang dingin tapi itu sama sekali tak mengurangi pesona nya sebagai pria dia tentu saja begitu keren. Atau semua kembali pada selera? Entah lah...
Noah tau menempatkan dirinya saat di kantor dan di luar kantor. Ia akan menjelma menjadi sosok atasan yang disegani dengan segala wibawanya namun berubah menjadi friendly saat sudah di luar jam kerja. Jadi bagaimana bisa aku melarang hatiku untuk jatuh cinta padanya?
Namun mata itu tak bisa berbohong, meski ia selalu tampil ceria aku tau ia menyimpan luka yang teramat dalam. Aku tidak tau apa penyebab nya, dan tentu saja harus aku cari apa yang begitu membuatnya resah. Aku tidak rela melihat binar mata pria itu tak seterang seperti seharusnya.
Aku ingin menjadi teman yang baik untuknya, menjadi pendengar pertama untuk setiap keluh kesah yang mendera. Aku Syahira yang akan selalu ada untuk mu hai Noah βΊοΈ
Aku semakin dekat dengan nya, dan untuk pertama kalinya ia menceritakan kehancuran nya padaku. Yah seorang gadis adalah penyebab hilangnya sinar di mata pria itu. aku harus menahan rasa cemburu ku saat bibirnya menggambarkan betapa ia memuja gadis itu, mencintainya dengan teramat besar. Aku memaksakan senyumku meski hatiku patah.
Semangatku bangkit saat Noah mengatakan ia akan mencoba melupakan gadis itu, namun alasannya kembali mematahkan hatiku. Terlalu mencintainya dan ingin membuatnya bahagia adalah alasan utama Noah ingin melupakan gadisnya. Bukan karena ia membenci gadis itu, aku menyadari cinta Noah pada gadis itu tak akan mampu digantikan oleh siapapun dan sampai kapanpun.
Pria itu kehilangan kepercayaan dirinya untuk kembali ke sisi gadis pujaan nya, anggapan bahwa gadisnya tak bahagia tertanam di dasar hatinya, membunuh setiap impiannya untuk memiliki gadis yang ia sebut bernama Evelyn. Baiklah, aku akan merawat lukanya, menggantikan posisi gadis itu di hatinya. Syahira selalu bisa melakukan apapun, dan aku yakin kali ini seorang Syahira akan mampu menaklukkan hatinya. Terlalu percaya diri? maka jangan sebut aku Syahira jika semudah itu menyerah.
2 Tahun berlalu akhirnya aku berhasil merebut perhatian nya, ia melamar ku untuk menjadi teman hidupnya. Ada kesungguhan dalam pancaran mata itu, bahkan ia mengatakan bahwa ia mencintaiku. Tapi semakin ku selami dan ku cari-cari binar yang bernama cinta di matanya, sayang nya tak kunjung aku temui.
Aku memutuskan untuk melangkah, menolak lamarannya adalah hal terbodoh yang tak akan pernah ada dalam keputusan yang akan aku ambil. Aku bertaruh suatu saat aku akan mendapatkan cinta pria ini.
__ADS_1
Menjadi nyonya Noah adalah pencapaian tertinggi bagiku sebagai seorang wanita. Aku bahagia? tentu saja! Ia pria idaman, penuh kasih sayang, perhatian, romantis, dan bertanggung jawab. Semua yang wanita impikan tentang pria idamannya ada pada Noah. Kecuali satu hal, yah CINTA. Noah tak bisa memberikan itu, sepertinya keseluruhan dari cinta yang ia miliki telah ia berikan pada gadis yang bernama Evelyn tak tersisah untuk hati yang lain.
Akhirnya aku dipertemukan dengan sang pemilik cinta Noah, seorang gadis yang cantik, kuat dan energik. Belakangan aku tau hari-hari berat telah ia lewati, dan satu hal yang membuatku terpana. pancaran cinta di matanya untuk suamiku menyala begitu terang. Aku tidak mengerti apa yang terjadi antara mereka, mereka saling mencintai dengan begitu besar namun kenapa semesta memisahkan mereka?
Evelyn tak sedikitpun meredupkan cinta di matanya saat menatap Noah. Namun sebaliknya suamiku begitu apik menyembunyikan rasa cintanya untuk Evelyn. Ia sering kali menyangkal perasaannya, mengakui bahwa ia mencintaiku namun aku tak bisa merasakan kata itu terlahir dari hatinya. Aku merasa ungkapan cinta yang Noah ucapkan tak lebih dari sebuah pemanis bibir saja.
Aku tau Noah pria bertanggung jawab, ikrar suci telah ia lantunkan atas diriku. Sehingga ia terus membunuh perasaan cinta dan rindunya terhadap Evelyn. Ia tak mau aku menderita, ia begitu menyayangi dan menghormati ku, memperlakukan layaknya istri dengan begitu baik. Andai aku tidak peka pada derita suamiku, mungkin aku akan terbuai menganggap ia begitu mencintaiku. Tapi sebesar apapun cela yang aku berikan, Noah tak pernah memanfaatkannya untuk mengkhianati ku.
Ia selalu bekerja keras untuk membahagiakan ku, usahanya untuk tak membuatku terluka justeru membuat aku merasa bersalah. Aku harus mengembalikan cinta mereka, membiarkannya menikahi Evelyn tak mengapa. Aku melihat ketulusan di mata gadis itu.
Noah menolak keras untuk menikahi Evelyn, selain karena tak ingin melukaiku juga karena ia tak mau sebutan perusak rumah tangga tersemat pada gadisnya. Untuk pertama kalinya aku menyesali keputusan ku, aku menyesal terlalu cepat menerima lamarannya, harusnya aku menunggu semesta menyatukan mereka kembali. Kini aku menjadi jurang pemisah antara mereka. Percayalah menjadi penghalang dari bersatunya dua manusia yang saling mencintai itu begitu menyakitkan.
Andai sekali saja Noah menyakitiku karena cintanya pada Evelyn, mungkin aku akan sekuat tenaga mempertahan kan nya di sisiku,memisahkan mereka dengan begitu kejam. Membiarkan keegoisan menguasai diriku, namun sayang Noah begitu baik hingga membuat egoku lumpuh.
Sekarang penyakit menggerogoti tubuhku, dan entah mengapa aku bahagia. Dengan begini aku bisa membebaskan Noah ku dari segala penderitaan nya. Ia bisa meraih cintanya tanpa menyakitiku. Aku berharap Evelyn mampu menumbuhkan kembali rasa percaya diri Noah yang sempat tenggelam tanpa terbebani dengan keberadaan ku.
Cilla juga akan bahagia bersama gadis setulus Evelyn, yah aku bisa merasakan kebaikan hati gadis itu dari sorot matanya. Ia akan menjadi istri dan ibu yang baik, Aku mohonkan pada semesta agar kembali menyatukan mereka. Semoga Evelyn kembali, melanjutkan peran tang tak bisa aku selesaikan. Namun percayalah aku begitu ikhlas dan bahagia.
Noah dan Evelyn, aku mohon berbahagialah.
__ADS_1
_Syahira Angela_
Mama Syahira menyusut air mata yang menyusuri pipinya setelah membaca tulisan Syahira pada buku diary yang Noah berikan padanya sore tadi.
Sore tadi adalah kesekian kalinya Noah datang ke rumah mama Syahira untuk melunakkan hati wanita itu agar melupakan niatnya untuk merebut Cilla.
"Aku memberikan ini bukan untuk pembenaran terhadap keputusan ku menikahi Evelyn. Aku hanya ingin sedikit memberikan gambaran tentang perasaan Syahira terhadapku dan Eve. Selain karena aku mencintainya, menikahi Evelyn adalah salah satu permintaan terakhir Syahira. Bahkan Syahira sudah memperkenal kan Evelyn pada Cilla sejak putri kami bayi" Ucap Noah sambil menyerahkan buku itu pada mama Syahira. Ia berharap tulisan Syahira yang Noah temukan setelah istrinya itu wafat di meja kerjanya mampu mematahkan anggapan mama Syahira yang menyatakan bahwa ia menderita selama menjadi istri Noah
Syahira seakan telah memiliki firasat bahwa hal ini akan tejadi. Mungkin lewat tulisan itu ia ingin mengumumkan pada dunia bahwa ia bahagia untuk kebahagiaan Noah dan Evelyn. Awalnya Noah telah menyimpan rapi buku itu, namun permasalahan yang menimpanya memaksa Noah memakai nya untuk meluruskan kesalah pahaman.
Noah pergi setelah menyerahkan diary itu pada mertuanya yang masih menatap sinis padanya. Memberikan wanita itu waktu untuk bercengkrama pada putrinya lewat tulisan Syahira.
Setelah kepergian pria itu, mama Noah menguatkan hatinya untuk membuka ungkapan hati putri yang teramat ia rindukan.
****
Isi hati Syahira author buat untuk memenuhi permintaan salah satu reader yang begitu setia mengikuti cerita receh ini. Maaf seandainya mengecewakan dan tidak sesuai harapan..
Terimakasih untuk para pembaca setia semuanya
__ADS_1
π₯°ππ