
"Ternyata cinta mu pada Eve tak sebesar yang selalu kau gaungkan Noah." Darrel menatap sinis pada Noah saat keduanya telah berada di taman belakang meninggalkan Aira dan Evelyn.
"Apa maksudmu?" Noah menatap tajam pada Darrel.
"Dalam waktu singkat kau sudah menemukan penggantinya. Sementara Evelyn sampai detik ini masih terkurung dalam perasaan nya padamu"
Noah mencebik sinis atas penuturan Darrel.
"Omong kosong macam apa itu Darrel. Evelyn yang membuangku, Dia tidak bahagia bersama ku, karena aku mencintainya maka aku melepaskan nya. Aku tidak ingin ia terus tersiksa bersama ku. Lantas apa yang kamu harapkan dariku? berharap aku terus terpuruk dan menutup hatiku rapat-rapat? Tidak Darrel. Hidup harus terus berjalan, aku punya orang tua yang akan menderita melihatku terus terpuruk mereka juga mengharapkan keturunan dariku. Atau kau berharap aku terus mengejar Evelyn? terus menyiksanya dengan mengikatnya di sampingku sementara kebebasan yang ia inginkan? Aku mencintainya karena itu aku ingin dia bahagia dan kebahagiaan nya adalah saat tidak bersama ku maka aku menuruti keinginan nya meski aku mengorbankan perasaan ku sendiri dan satu lagi kau tak pernah tau bagaimana aku melewati hariku sebelum bertemu Syahira" Ucap Noah tanpa jeda, Ia tidak ingin kembali mengingat kisah yang menyakitkan 2 tahun yang lalu dan membuka kembali luka lamanya. Namun ia merasa tersinggung saat Darrel menghakiminya dan berbicara seolah dirinya yang meninggalkan Evelyn. Tidak, ia sama sekali tak membenci Evelyn ia hanya tidak ingin kembali mengungkit apa yang sudah berlalu antara dirinya dengan Evelyn.
"Kau mengikatnya terlalu kuat Noah, Karenanya saat ia merasa bebas ia begitu menikmatinya hingga menutupi perasaan nya yang sebenarnya. Harusnya kau lebih bersabar, bukan langsung meninggalkan nya dan menutup semua akses komunikasi. Aku yakin kau cukup mengerti kadang kala seseorang baru menyadari perasaannya setelah kehilangan. Harusnya kau beri Evelyn kesempatan menyadari perasaan nya bukan langsung meninggalkan nya." Balas Darrel tak kalah sengit. Noah malah tertawa sinis mendengar ucapan Darrel.
__ADS_1
"Kau ini lucu sekali. Bukan kah kalian ikut ambil bagian memanas-manasi Evelyn untuk memberontak dariku? Kenapa kau sebagai sahabatnya tidak ikut membantu jika memang Evelyn sedang tersesat dan tak menyadari perasaan nya sendiri? Jangan lupa aku telah memberi Eve kesempatan, membebaskan sekaligus mempertahankan nya. Tapi itu tidak cukup baginya Darrel. Lepas dariku adalah impiannya. Kau tidak akan bisa bertahan saat gadis yang kau cintai tersiksa bersama mu. Ah sudahlah Darrel. Jangan buka kembali masa lalu yang sudah aku kubur. Aku telah memiliki istri yang harus aku jaga perasaan nya. tolong jangan membawaku kembali pada masa itu. Semua sudah berlalu, mengingat nya sama sekali tak bisa mengubah apapun. Aku yakin Evelyn tidak membutuhkan ku, aku lega Eve lebih memilih bersama kalian dulu. Terbukti kalian selalu ada saat ia mengalami kesulitan" Noah menepuk pundak Darrel kemudian meninggalkan nya, tak memberi kesempatan pada pria itu untuk kembali bersuara.
Darrel menghela nafas, jujur ia memang merasa bersalah pada Evelyn. Bagaimana pun ia ikut andil merusak hubungan Evelyn dan Noah, mereka masih terlalu muda untuk menyadari apa itu cinta. Melihat Evelyn terkekang membuat Darrel mengambil kesimpulan bahwa Evelyn tidak bahagia bersama Noah, namun ternyata ia salah setelah kepergian Noah Evelyn merasakan penyesalan yang dalam.
"Evelyn menyesalinya Noah, dia menderita atas kesalahannya dulu. Eve masih sangat mencintaimu" Gumam Darrel dengan senyum pahit.
****
Evelyn mengusap kaca jendela seolah tengah mengusap punggung Noah. Evelyn meringis air matanya kembali luruh, hatinya teramat perih menyadari rasa cintanya pada Noah tak juga surut. Ia merindukan Noah, merindukan berada di dalam dekapan lengan kokoh pria itu.
Sementara itu Noah tengah memejamkan matanya, berusaha menenangkan hatinya yang tiba-tiba terasa kacau. Syahira kembali memintanya untuk memikirkan permintaan nya agar Noah menikahi Evelyn meski Noah tetap tegas pada pendirian nya. Namun ucapan Aira tadi siang membuatnya sedikit goyah. Setengah dirinya memilih untuk tidak mempercayai ucapan Aira. Ya gadis itu meminta waktu untuk bicara sebelum pulang. Menceritakan semua tentang Evelyn selepas kepergiannya. Tentang Evelyn yang kehilangan papanya kemudian bangkrut dan berakhir dengan cuti kuliah dan memilih pindah. Ada rasa sesal saat ia tak membersamai Evelyn melewati masa sulitnya.
__ADS_1
"Evelyn masih sangat mencintaimu kak, perasaannya tak sedikitpun berubah. Aku yakin bahkan sampai detik ini perasaannya masih sama. Ia sangat menyesal telah menyia-nyiakan kamu dan menyadari perasaannya saat kamu uda pergi. Eve terus mencari dan berusaha untuk menghubungi kamu untuk meminta maaf dan menceritakan perasaannya ke kamu. Mungkin ceritaku ini tidak akan mengubah apapun kak karena status kamu sekarang. Aku cuma merasa kamu perlu tau agar tak selalu beranggapan bahwa Evelyn bahagia dengan keputusannya dulu"
Ucapan Aira tadi sore kembali terngiang. Terus terang Noah shock mendengar cerita yang terucap dari bibir Aira. Ia tak mengerti apa yang ia rasakan saat mengetahui fakta bahwa Evelyn mencintainya dan menyesali keputusan nya dulu. Namun andai bisa memilih Noah berharap tak pernah tau perasaan Evelyn yang sebenarnya. Ia merasa akan jauh lebih baik jika hatinya terus menganggap bahwa Evelyn tak menginginkan nya.
Bagaimana pun ia sudah memiliki Syahira dan calon bayi mereka, tak pantas rasanya jika harus kembali terpengaruh pada masa lalu. Syahira adalah takdirnya karena itu ia dipertemukan dengan wanita itu dan mengikat ikrar suci dengan nya. Andai Evelyn adalah takdirnya ia pasti sudah dipertemukan sebelum ia bersama Syahira. Bukankah Evelyn sudah berada di kota ini sebelum ia dan Syahira menikah? Tapi semesta tak pernah mengizinkan mereka berjumpa, itu sudah cukup sebagai bukti bahwa Evelyn memang bukan ditakdirkan untuknya.
Ia adalah calon ayah, prioritasnya saat ini adalah Syahira dan bayi mereka, ia sudah tidak punya waktu untuk mempedulikan perasaan nya. Bukan waktunya lagi. Noah menganggukkan kepalanya meyakinkan tekad bahwa ia tak akan terpengaruh pada ucapan Aira. Ia memilih untuk melupakan nya dan menganggap bahwa Aira tak pernah bercerita apapun padanya.
Evelyn bersembunyi di balik tirai saat tiba-tiba melihat Noah membalikkan tubuhnya, di tempat persembunyiannya Evelyn dapat melihat wajah Noah, gadis itu mengernyit dengan hati yang terasa diremas saat melihat raut tak biasa di wajah Noah, ia melihat raut kesedihan di wajah pria itu.
"Kamu salah lihat Eve, Noah sudah begitu bahagia. Hidupnya telah sempurna tak mungkin ada kesedihan yang menyapanya" Batin Evelyn untuk mengusir resah di hatinya. I
__ADS_1