
Evelyn turun dari ranjang dengan perlahan, takut akan membangunkan Noah yang masih tidur dengan pulas.
Semalam ibu mertuanya menelfon karena Noah mengadu mengenai Eve yang tidak mau ke dokter.
"Apa kamu terlambat datang bulan?" Tanya sang mertua saat telfon sudah beralih ke tangan nya.
"Iya ma, hampir 2 minggu" Ucap Evelyn, ia memang menyadari siklusnya tak kunjung datang, namun karena berkali-kali kecewa Evelyn tak lagi berani berharap. Ia juga tidak berniat melakukan tes kehamilan menggunakan tes pack sejak 3 bulan yang lalu seperti awal-awal pernikahan nya.
"Besok pagi kamu harus tes Eve, sebenarnya malam ini juga bisa. Tapi kalau mau lebih akurat besok saja" Ucap Mama Noah dengan sangat bersemangat.
"Ma, Eve sering terlambat datang bulan beberapa bulan ini. Jadi Eve tidak mau berharap lebih" ucap Evelyn sendu. Untung saja Noah tengah menemani Cilla, Jika pria itu melihat kesedihan istrinya maka Noah akan sangat gusar.
"Tapi dari kondisi tubuh kamu sepertinya kali ini akan ada kabar baik sayang. Cobalah besok pagi. Kalaupun ternyata hasilnya belum sesuai harapan jangan berkecil hati, Tuhan tau waktu yang tepat untuk menitipkan nya pada kalian" Ucap mama Noah bijak.
Karena itu pagi ini Eve berniat menuruti permintaan sang mertua. Meski hatinya meragu namun tak ada salahnya mencoba, ia menata hati agar bisa menerima apapun hasilnya nanti.
Eve mencelupkan tespack ke dalam air seni yang sudah ia tampung. Setelah beberapa saat Ia menjauhkan benda itu dan menatapnya dengan mata memicing, ia sedikit ragu untuk melihat hasilnya, takut jiwanya kembali terguncang saat hasilnya tetap bergaris satu.
Mata nya membulat sempurna saat ia melihat garis yang tampak, ia membawa benda pipih itu lebih dekat, beberapa kali mengucek matanya untuk memastikan. Tubuhnya bergetar hebat dengan air mata yang luruh begitu banyak. Ia tak menyangka saat diambang keputus asaan Tuhan akhirnya mewujudkan harapan nya untuk mengandung buah hati di rahimnya.
Setelah berhasil menata kembali hatinya, Eve mengambil kembali tespack dengan jenis dan merk yang berbeda Untuk lebih meyakinkan bahwa ini adalah nyata.
Ia benar-benar terharu saat ketiga tespack yang ia pakai memiliki hasil yang sama.
"Terimakasih Tuhan" Bisik Eve sambil menengadah. Ia mengusap lembut perutnya
"Tumbuhlah dengan sehat sayang, sampai waktunya nanti kamu keluar bertemu papa, mama, oma, opa dan kakak Cilla" lirih Eve dengan air mata yang terus luruh.
__ADS_1
Setelah hampir 1 jam meresapi kebahagiaan nya bercampur tangisan, Evelyn keluar kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Noah yang sudah membuka matanya langsung menatap ke arah pintu kamar mandi yang menampakkan sosok Evelyn. Melihat mata istrinya yang terlihat membengkak membuat Noah menghela nafas gusar. Ia hapal kondisi seperti ini, yang dulu sering terjadi setiap bulan nya.
"Sayang kenapa kembali menangis? bukan kah kita sudah sepakat untuk menanti dengan sabar tanpa kesedihan?" Noah menarik tubuh Evelyn ke dalam dekapan nya. Ia menciumi puncak kepala sang istri.
"Sayang kali ini berbeda" Ucap Evelyn dengan suara bergetar. Noah melepas pelukan nya dan menatap Eve yang kembali berurai air mata, namun benar kata Eve kali ini ada yang berbeda. Noah menangkap senyum di bibir gadisnya.
"Ada apa? jangan membuatku bingung sayang" Lirih Noah dengan suara berat. Meski ada senyum yang terukir di bibir Eve namun melihat air mata yang menyusuri pipinya membuat hati Noah tersayat. Ia tak mau Evelyn nya menangis.
Evelyn mengangkat tangan nya yang sejak tadi menggenggam. Membukanya perlahan di hadapan sang suami. Noah menatap nya dengan heran hingga ia mendapati sebuah benda yang tak asing baginya. Ia terus memperhatikan hingga Evelyn menunjukkan sisi lain dari benda di tangannya, sisi yang menunjukkan garis 2.
"Dia sudah hadir sayang, di sini" Ucap Evelyn, ia menarik tangan Noah ke arah perutnya. Noah hanya diam, ia terlalu terpana hingga tak sepenuhnya mampu mencerna apa yang terjadi.
"Sayang ada Noah kecil di sini, Cilla akan memiliki adik. Aku hamil" Ucap Evelyn lagi, ia tau Noah masih kaget hingga seolah tak merespon ucapan nya.
Seketika Noah tersadar dari keterkejutan nya mata penuh binar itu menatap pada Evelyn.
"Tidak mas, ini nyata" Bisik Eve, semakin terisak saat melihat setitik air mata yang menyeruak dari netra suaminya.
"Ah terima kasih Tuhan" Noah memeluk Evelyn dengan erat, menciumi Evelyn untuk menyalurkan perasaan nya yang membuncah.
"Terimakasih sayang, terimakasih untuk terus sabar menantikan nya." Bisik Noah lagi. Keduanya larut dalam tangis kebahagiaan, apa yang mereka tunggu kini telah datang.
"Terimakasih telah menghadirkannya di rahimku mas, aku sangat mencintaimu" Ucap Evelyn.
"Aku lebih mencintaimu sayang, aku sangat-sangat mencintaimu" Noah melepaskan dekapan nya, memandangi wajah Evelyn yang terlihat bersinar. Noah mendaratkan banyak kecupan di wajah itu.
Noah beralih posisi, ia kini berlutut di hadapan Eve. Wajahnya tepat berada pada perut istrinya yang masih datar. "Benarkah ada bayi kita di sini sayang?" Ucap Noah sambil mendongak pada Evelyn sementara kedua tangannya berada pada perut istrinya. Eve mengangguk sambil tersenyum, membelai rambut suaminya dengan sayang.
__ADS_1
"Hai sayang, ini papa. Terimakasih sudah hadir, papa dan mama sudah lama menantikan mu. Kakak Cilla akan sangat bahagia akan kehadiranmu ah salah kita semua sangat bahagia menantikan mu."
Noah menciumi perut Evelyn membuat wanita itu bergetar, ia merasa kebahagiaan nya begitu sempurna.
"Sehat-sehat di perut mama sayang, papa berjanji akan sering menjenguk mu nanti" Noah mengerling nakal pada Evelyn di akhir kalimat. Guratan merah di wajah tak mampu Eve sembunyikan atas ucapan suaminya itu.
"Kita harus ke dokter sayang, kita harus memastikan bahwa ia dalam kondisi yang sehat" Tegas Noah, kali ini Evelyn mengangguk cepat, tak adalagi ketakutan dan keraguan di mata itu. Rasa traumanya seakan lenyap begitu saja. Menjadi ibu dan mengandung benih cinta Noah adalah impian nya karena itu ia harus menjaganya dengan baik.
"Mas terimakasih telah menyempurnakan kebahagiaan ku, terimakasih karena membawaku kembali ke sisi mu. Aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari takdirmu, memiliki Cilla dan kini memiliki dia. Aku mencintaimu sayang" Bisik Evelyn sambil menatap dalam pada mata Noah. Senyum terbentuk dari bibir tampan pria itu.
"Aku yang berterimakasih karena kamu kembali kepadaku Eve, terimakasih telah membawa kembali bagian dari hatiku yang kamu bawa pergi. Terimakasih membuatku kembali utuh. Aku juga sangat mencintai kamu sayang"
Noah mendaratkan kecupan lembut pada bibir Evelyn. Meresapi rasa lembut dan manis yang menguar. Memeluk dengan penuh rasa syukur, Evelyn adalah hidupnya dan ia akan terus memastikan bahwa Evelyn akan selalu berada di sisinya. Merangkai bahagia hingga menua bersama.
End.
****
Cukup yah, Noah dan Evelyn sudah bahagia...
Terimakasih sudah membersamai ku hingga akhir. Nantikan kisah Darrel dan Aira ya guys, jangan lupa mampir juga ke karya aku yang lain.
"Cinta dan Luka" ini karya pertama ku, sudah End.
"Pesona Om Aldrick" Ini juga sudah End.
"Stuck in Love" masih on going, cerita yang ini memang slow update guys karena aku fokus ke Noah dan Evelyn.
__ADS_1
sampai jumpa di kehaluan yang lain, Love u ♥️🥰😍😘