Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Satu


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kamu tega menyia-nyiakan penantian ku selama ini Eve" Kekecewaan di wajah Satria terlihat begitu jelas hingga membuat Eve terdiam. Entah Satria tau darimana rencana pernikahan nya dengan Noah, tiba-tiba saja pria itu memintanya untuk bertemu.


"Apa kurangnya aku Eve? tidak bisakah sedikit saja melihat pengorbananku selama ini? tidak bisakah kamu menghargai perasaan ku? 3 tahun aku bersabar tapi hatimu terlalu batu dan matamu buta hingga sedikitpun tak menaruh belas kasih atas kesakitan ku" Melihat amarah Satria membuat Evelyn merasa takut, ia khawatir Satria akan melakukan sesuatu padanya.


"Maafkan aku Satria, jika saja aku bisa memerintahkan hatiku aku pasti tak akan menyia-nyiakan kamu. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa saat hatiku hanya menginginkan Noah. Maaf kan aku Satria, tapi sejak awal aku selalu mengatakan padamu untuk mencari wanita lain, jangan berharap padaku atau kamu akan kecewa" Ucap Evelyn lirih. Ia mencoba memahami perasaan Satria, ia tau bagaimana sakitnya diabaikan oleh orang yang disukai. Tapi Evelyn sungguh tak berdaya menepis fakta bahwa ia tak bisa mencintai pria lain selain Noah.


"Kamu tau kan Sat, cinta tidak bisa dipaksakan. Lupakan aku Sat, kamu pria yang baik. Akan banyak wanita yang bersedia mendampingi mu" Lanjut Evelyn lagi.


"Tapi hatiku hanya menginginkan mu Eve, please batalkan pernikahan kalian datanglah padaku Eve. Aku berjanji akan membahagiakan mu, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mu. Noah sudah pernah berpaling dari mu, tidak adil jika kamu bertahan dengan begitu setia padanya" Ucap Satria penuh permohonan.


"Maaf Sat, aku tidak bisa. Aku sangat mencintai Noah." Rasa kecewa, putus asa dan amarah memenuhi dada Satria mendengar pengakuan dari gadis yang teramat dicintainya itu.


"Kamu jahat Eve" Bisik Satria membuat hati Evelyn terasa ditusuk-tusuk. Salah kah dirinya yang memilih untuk bersama Noah, pria yang ia cintai dengan segenap jiwanya?


"Kamu menyakitiku Eve, aku pastikan kamu tidak akan bahagia bersamanya. Kamu akan menyesal telah menyia-nyiakan aku yang begitu mencintaimu. Kamu bodoh mengabaikan ku hanya untuk pria seperti Noah"


Evelyn menatap tajam pada Satria, ia tidak suka pria itu merendahkan Noah.


"Akan lebih bodoh andai aku menyia-nyiakan pria sebaik Noah. Kamu tidak tau apapun tentang dia. Jangan sembarang menilai rendah calon suamiku" Tegas Evelyn. Siapapun tak boleh memandang rendah pria itu, Satria tak tau betapa besar cinta yang Noah miliki untuk Evelyn, gadis itu yakin tidak akan ada yang bisa mencintainya seperti Noah.


Ah, Evelyn menyesal telah menemui Satria, ia tak menyangka cinta membuat Satria bersikap seburuk ini. Benarkah itu cinta atau hanya sebatas obsesi? dulu meski Noah begitu erat menggenggamnya namun pria itu rela melepaskan nya demi membuat Evelyn bahagia. Kebahagiaan Evelyn adalah segalanya, Noah rela menyakiti diri sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan yang Evelyn impikan.


"Maaf seandainya keputusan ku menyakitimu, namun sejak awal aku tak menjanjikan apapun padamu Sat. Aku sudah mencoba membuka hatiku, namun aku tak bisa apa-apa saat aku tak berhasil dalam upayaku. Aku tetap berdoa dengan tulus untuk kebahagiaan mu" Eve berusaha melunakkan hatinya meski masih tersisah rasa kesal atas ucapan Satria sebelumnya. Ia tak ingin menutup mata atas kebaikan Noah selama mereka saling mengenal.

__ADS_1


"Aku pamit pulang Sat" Evelyn beranjak dari tempat duduk nya. Ia meninggalkan Satria yang masih terpaku menatap penuh luka padanya.


Evelyn berjalan cepat keluar dari kafe tempat ia bertemu Satria, ia harus segera tiba di rumah Noah sebelum pria itu lebih dulu pulang. Tadi Noah ke kantor karena ada urusan yang tak bisa diwakilkan. Eve sudah mencoba menghubungi pria itu saat akan pergi berniat meminta izin, namun panggilannya tak diangkat mungkin Noah sibuk. Evelyn merasa bersalah karena nekat pergi tanpa persetujuan kekasihnya.


Langkah Evelyn terhenti saat sebuah tangan mencekal nya. "Jangan pergi Evelyn, kumohon beri aku kesempatan untuk memilikimu. Aku tak bisa tanpa mu Eve" Ucap Satria dengan penuh permohonan.


"Maaf aku tidak bisa Satria. Aku sungguh minta maaf. Tolong lepaskan aku" Evelyn menahan diri untuk tidak berkata kasar pada Satria. Ia tak mau Satria malah nekat mencelakainya.


"Jangan keras kepala Evelyn, kamu sungguh tidak adil padaku"


"Harus berapa kali aku bilang padamu Satria, aku tidak bisa memaksakan hatiku" Evelyn masih berusaha melepaskan genggaman erat Satria di tangan nya, namun Satria sedikitpun tak melonggarkan genggaman nya.


"Ada apa ini?" Suara tegas Noah membuat keduanya menoleh cepat. Mereka tidak menyadari kedatangan Noah.


"Lepaskan tangan Eve Sat" Ucap Noah tegas.


"Kau yang seharusnya melepaskan Evelyn. Aku dan dia sudah bersama selama tiga tahun dan kau seenaknya saja mengambilnya dari ku" Ucap Satria dengan geram.


"Tidak masalah asal Eve yang memintanya aku akan melepaskan nya meski berat. Aku mencintainya dan aku akan melepaskan Eve bahkan memberikan padamu. Tapi jika Eve tidak mau maka aku tidak akan pernah melepaskannya." Noah tersenyum tipis dengan mata menatap tajam pada pria itu.


"Omong kosong, kalau kau memang mencintainya sekuat apapun ia ingin lepas kau tak akan pernah melepaskan nya. Cintamu terlalu dangkal Noah, lelaki seperti ini yang kau harapkan Eve?" Satria tersenyum mengejek.


"Aku menginginkan kebahagiaan nya, Tak peduli sesakit apapun itu akan tetap aku lakukan demi membahagiakannya. Menyakitinya dengan mengatas namakan cinta sungguh perbuatan hina, kau menistakan kesucian cinta dengan memaksakan kehendak. Yang kau miliki bukan cinta Satria, itu hanya obsesi dan nafsu!Lepaskan Evelyn sekarang!"

__ADS_1


Satria melepaskan genggaman nya pada tangan Evelyn. Noah segera menarik tubuh Eve ke dalam dekapannya, gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Noah, berusaha mengatur detak jantungnya yang tak menentu.


"Sekali lagi aku pastikan kau akan menyesal Eve, kau tidak akan pernah bahagia bersamanya" Ucap Satria dengan tatapan penuh luka. Ia beranjak meninggalkan Noah yang tersenyum sinis padanya.


Selepas kepergian Satria Noah menuntun Evelyn masuk ke dalam mobilnya. Pria itu tak berucap apapun, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Evelyn menatap Noah dengan gusar.


"Kak maafkan aku?" Akhirnya kalimat itu terucap setelah cukup lama mereka saling membisu. Eve menatap takut pada Noah. Bukan kemarahan pria itu, namun kekecewaan Noah.


Noah menepikan mobilnya dan mematikan mesin "Maaf untuk apa?" Noah menatap tanpa ekspresi pada Eve dan itu membuat gadis itu semakin risau.


"Karena menemui Satria tanpa meminta izin. Aku sudah mencoba menelfon kakak, tapi kakak tidak mengangkatnya. Aku tau seharusnya aku tidak pergi, sungguh aku minta maaf. Aku bersalah kak"


Air mata sudah menggenang di pelupuk mata Evelyn, ia menyesal karena lagi-lagi bertindak seenaknya.


Tanpa Evelyn duga Noah menarik tubuh Evelyn dan memeluknya erat.


"Jangan diulangi lagi sayang, aku tidak marah aku hanya khawatir Satria akan melakukan sesuatu yang buruk padamu. Aku begitu takut membayangkan sesuatu yang tak diinginkan menimpamu, bagaimana jadinya andai aku tidak lewat sana dan tidak melihat Satria yang sedang memaksamu? aku hampir gila memikirkan nya sayang, jangan pergi tanpa sepengetahuan ku"


Ucapan Noah membuat Eve begitu terharu sekaligus merasa sangat bersalah hingga air matanya berjatuhan dengan deras.


"Maafkan aku sayang, maaf karena aku tidak berfikir sejauh itu" Bisik Evelyn sambil merapatkan pelukannya.


****

__ADS_1


Mereka kita nikahkan atau jangan nich? 😂😂


__ADS_2