
Meski sedikit meringis namun Darrel dapat melihat Aira tak lagi meneteskan air matanya seperti malam itu saat Darrel menyatukan tubuh mereka, Darrel lega setidaknya Aira tidak terlalu merasakan sakit. Darrel memandangi wajah Aira, memperhatikan ekspresi Aira yang masih menyesuaikan perasaan nya. Ia mendaratkan kecupan-kecupan kecil di keseluruhan wajah Aira yang terlihat memerah
"Kita mulai ya?" ucap Darrel lembut sambil menatap mata Aira saat ia melihat ekspresi Aira yang sudah sedikit santai. Di dalam hati gadis itu mengumpat Darrel yang terlalu sopan meminta izin. Terus terang ia merasa sangat malu saat ini. Karenanya Aira memilih mengangguk sambil memejamkan matanya, ia yakin wajahnya telah memerah.
Aira tak bisa menahan ******* saat Darrel mulai menggerakkan tubuhnya, ini kali kedua mereka berbagi hasrat, namun kali ini terasa lebih lepas mengingat mereka telah terikat pernikahan yang sah.
Entah mengapa pada posisi sedekat ini Aira merasa Darrel begitu memujanya, ia mampu merasakan kobaran kasih sayang dalam setiap sentuhan pria itu, ada pancaran cinta dalam tatapan nya.
Semua perasaan berkumpul menjadi satu hingga Aira tak lagi mampu menahan nya, ia menyerah, mendesah kan nama Darrel di akhir perlawanan nya. Senyum merekah di bibir Darrel. Ia merasa sangat bangga berhasil menghantarkan Aira lebih dulu, ia semakin bersemangat dengan pergerakan nya hingga ia pun merasa sudah di ujung batas.
"Ahh Aira sayang..." Tubuh Darrel menegang, ia memeluk erat tubuh istrinya dan meletakkan kepala di leher Aira saat merasakan pelepasan nya. dada Aira membuncah, rasa hangat mengaliri hatinya mendengar Darrel memanggilnya sayang. Ia tak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Tangan nya perlahan mengusap punggung Darrel yang terasa basah oleh keringat.
Setelah getaran tubuhnya mereda Darrel mengangkat wajahnya, matanya menatap lembut pada Aira, tangannya terulur menghapus buliran keringat yang memercik pada kening wanita itu. Ia kemudian mendaratkan ciuman lembut pada bibir Aira.
"Apa aku menyakitimu Ra?" Bisik Darrel dengan mata yang tak lepas menatap pada istrinya.
"Tidak Rel" Jawab Aira sambil mengulum senyum.
"Apa aku bermain kasar? Bayi kita tidak akan terganggu kan?" Tanya Darrel lagi.
"Entahlah Rel, aku tidak tau aku belum berpengalaman soal ini" Darrel tersenyum Mendaratkan ciuman di kening Aira dengan cukup lama, ah hati Aira kembali berbunga-bunga. Pria itu kemudian menggusur turun tubuhnya hingga kini kepala Darrel berada pada perut Aira.
"Sayang, apa papa menyakitimu? kamu baik-baik saja kan di sana?" Ucap Darrel sambil menciumi perut istrinya. Wajah Aira kembali memerah, Darrel benar-benar membuatnya melayang atas semua perlakuan manisnya. Setelah cukup lama bercengkrama pada perut Aira seolah ia sedang berbicara langsung dengan bayinya Darrel mengambil posisi di sebelah Aira.
__ADS_1
Darrel menarik tubuh Aira ke dalam dekapan nya, Aira merasa begitu nyaman berada pada dekapan hangat tubuh Darrel. Aira mulai menerka-nerka perasaan pria itu, sikap manisnya membuat Aira berharap lebih, apakah ia terlalu serakah bila berharap Darrel menikahinya tidak hanya karena tanggung jawab?
"Tidurlah Ra, meski sebenarnya aku ingin menikmati mu hingga pagi tapi aku harus menahan diri agar kamu dan bayi kita tidak kelelahan" Aira menyesapkan wajahnya pada dada Darrel, bagaimana bisa pria ini berucap begitu santainya sementara tubuh Aira terasa begitu panas mendengar ucapan vulgar suaminya.
"Ra, besok kita ke dokter ya. Aku mau lihat perkembangan bayi kita" Bisik Darrel sambil menciumi puncak kepala Aira. Sementara Aira hanya mengangguk, rasa yang begitu nyaman membuatnya diserang kantuk.
Darrel memandangi wajah Aira yang sudah jatuh dalam lelap. Darrel mengusap lembut rambut istrinya. Ia tak menyangka jalan hidup akan membawanya menikahi Aira sahabatnya sendiri. Ia mendaratkan kecupan yang cukup lama sebelum akhirnya ia memejamkan matanya.
****
Eve mengambil alih handuk di tangan Noah dan mulai mengeringkan rambut suaminya. Sementara Eve setelah tiba sepulang dari menghadiri pernikahan sahabatnya, Evelyn telah lebih dulu membersihkan dirinya.
"Sayang kita pulang besok ya?" Tanya Eve, tangan nya sibuk menggosok rambut Noah.
"Kasihan Cilla mas, dia sudah sangat merindukan kita" Ucap Eve sambil memegang kedua pipi suaminya.
"Setiap kali melakukan panggilan video Cilla tampak sedih dan selalu berkata ingin bersama kita" Lanjut Evelyn lagi. Ia juga sudah merindukan putri kecil nya yang sangat menggemaskan.
"Baiklah sayang kita pulang besok" Bisik Noah tampak lesu.
"Bukankah kita bisa melakukan nya meski sudah pulang sayang" Ucap Eve lembut saat melihat Noah terlihat tidak bersemangat. Evelyn mengambil inisiatif mendaratkan kecupan di bibir Noah, sudut bibir Noah terangkat mendapat perlakuan manis dari Evelyn.
"Baiklah sayang, tapi karena malam ini malam terakhir, aku tidak ingin menyia-nyiakan malam ini begitu saja" Noah menatap Eve dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Evelyn tersenyum sambil mengangguk sebagai bentuk penyerahan diri. Tak pernah sedikitpun terbesit niat untuk menolak dan membuat suaminya kecewa.
Tak perlu menunggu lama Noah dengan cepat meraih wajah Eve dan menyatukan bibir mereka, menyesapnya dengan begitu rakus. 6 hari berpuasa membuatnya begitu haus akan tubuh istrinya.
Meski Evelyn telah memberikan kepuasan dalam bentuk lain, tetap saja terasa kurang bagi Noah.
Ia tak pernah kehilangan minat untuk menaklukkan Eve di bawah kendalinya, setiap inchi tubuh Eve begitu memabukkan baginya. Noah sangat memuja penuh tubuh wanita itu. Hanya Evelyn yang mampu membuatnya segila ini.
Seolah tak mau kalah dengan sepasang pengantin baru yang tengah mereguk kenikmatan di tempat yang berbeda, Evelyn dan Noah melewatkan malam panjang dengan saling bertukar hasrat. Hingga saat Evelyn merasa tubuhnya benar-benar tak mampu lagi Noah baru menghentikan pertempuran panas mereka.
"Candu apa yang sudah kamu tabur pada tubuhmu hingga aku tak pernah bosan menikmatinya" Bisik Noah dengan tatapan mesra. Guratan merah tampak jelas di wajah Eve. Noah selalu membuat nya kehilangan kata, pria itu begitu nyata menunjukkan pemujaan atas dirinya.
Eve menyembunyikan wajahnya yang memerah ke dalam dada Noah, tingkah menggemaskan istri nya membuat Noah terkekeh dan mendaratkan ciuman yang banyak pada istrinya.
Noah mengeratkan dekapan nya, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
***
Maaf agak terlambat up malam ini guys.
terimakasih yang masih bersedia mengikuti dan menunggu cerita ini update,
terimakasih untuk semua apresiasi nya 🥰🥰
__ADS_1