Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Tiga Puluh Tujuh


__ADS_3

Karena Cilla tak ingin lepas dari gendongan Evelyn akhirnya mama Noah menawarkan untuk makan bersama di restoran karena Eve menolak untuk diajak ke rumah mereka. Eve belum siap untuk bertemu Syahira terlebih reaksi Cilla yang cukup membingungkan baginya.


"Cilla, tante ke toilet sebentar ya. Tante nggak akan ke mana-mana" Bujuk Eve pada gadis kecil yang masih memeluknya erat seolah takut Evelyn akan meninggalkannya.


"Ndak mau, Cilla mau cama mama" Evelyn sedikit terenyuh akan sikap Cilla yang tampak bersedih. Ia masih tidak mengerti mengapa Cilla memanggilnya mama dan kenapa gadis kecil ini begitu menempel padanya padahal ini adalah pertemuan pertama mereka.


"Tapi tante kebelet pipis. Tante janji nanti dendong Cilla lagi" Bujuk Eve, Ia harus segera memakai pembalut karena mulai merasakan ada yang keluar.


"Cilla sama papa dulu sini, nanti tantenya pipis di sini. Tantenya kena marah pemilik restoran ini" Melihat bungkusan yang di bawa Evelyn Noah paham mengapa Evelyn butuh ke toilet.


Setelah susah payah membujuk dibantu Noah dan mamanya akhirnya Cilla mau lepas dari gendongan Evelyn namun dengan syarat Noah dan Cilla harus ikut ke toilet menemani Evelyn.


Mereka bertiga berjalan dengan Cilla yang kini beralih dalam dekapan Noah. Cilla berceloteh riang meski ada beberapa kata yang belum Evelyn pahami namun ia dapat merasakan kebahagiaan gadis kecil yang terlihat seperti boneka itu.


"Tante masuk dulu ya, Cilla tunggu di sini sama papa" Eve mengusap rambut Cilla yang lebat dan hitam


"Iya mama" Ucap Cilla sambil beberapa kali menganggukkan kepalanya. Mata dengan bulu mata panjang dan lentik itupun ikut berkedip hingga terlihat semakin menggemaskan.


Evelyn masuk ke dalam toilet restoran tersebut sementara Cilla dan Noah menunggu di luar. Tiba-tiba wajah Eve bersemu merah dengan senyum malu saat terlintas pemikiran bahwa mereka seperti keluarga bahagia. Ada mama, papa, dan seorang putri yang cantik dan pintar. Evelyn menggelengkan kepalanya untuk mengusir pemikiran lancang yang singgah di otaknya. Ia segera membuka bungkusan pembalut, untung ia sempat menyiapkan ****** ***** ganti di dalam tas nya, seolah semesta menuntunnya agar pertemuan dengan Noah dan anaknya berjalan lancar.


Setelah selesai dengan tujuan nya dan memastikan penampilannya sudah rapi Evelyn keluar untuk menemui Noah dan Cilla yang menunggunya.


"Maaf ya kak lama" Ucap Evelyn dengan senyum tipis. Ia merasa tak enak hati membiarkan pria itu menunggunya.


"Enggak Eve, aku yang harus minta maaf karena merepotkan mu atas permintaan Cilla" Noah ikut tersenyum kaku, terlebih saat Cilla kembali merentangkan tangan nya untuk berpindah pada Eve.

__ADS_1


"Nggak apa-apa kak, aku suka kok" Evelyn mengusap rambut Cilla yang sudah merebahkan kepalanya di pundak Evelyn. Noah dan Evelyn berjalan berdampingan menuju meja mereka.


***


"Kamu kenal Satria di mana Eve?" Mama Noah membuka obrolan setelah mereka telah selesai dengan makan malam mereka.


"Kebetulan Satria pelanggan di rumah makan aku tante" Jawab Evelyn sambil mengusap lembut punggung Cilla yang sudah hampir terlelap. Cilla hanya mau duduk di kursi makan saat Evelyn akan menyantap makanan nya, setelah makanan Eve habis Cilla kembali ingin bersama gadis itu.


Noah menatap pada Eve setelah mendengar jawaban gadis itu.


"Jadi kamu berada di kota itu selama tiga tahun ini Eve?"


"Iya kak, aku buka usaha warung makan di dekat kantornya Satria" jawab Eve, namun ia tak berani lama-lama memandang wajah Noah karena takut semakin tenggelam pada pesona pria itu.


"Artinya uda lama kenal Satria ya?" Tanya mama Noah lagi. Sepertinya ia sangat penasaran akan hubungan Satria dan Evelyn.


"Eh kok sekarang manggilnya tante? kan dulu mama uda bilang kamu uda mama anggap sebagai anak mama sendiri. Hubungan kamu sama Noah boleh berakhir, tapi mama tetap menyayangi kamu seperti dulu. Jangan berubah ya? mama juga akan minta izin nanti sama Satria" Mama Noah mengusap pundak Evelyn yang terlihat salah tingkah karena wanita itu kembali membahas hubungannya dengan Noah di masa lalu.


"Iya tan eh mama" Eve tersenyum kaku, matanya tak bisa ia tahan, begitu memaksa untuk melihat ke arah Noah. Seolah ingin memastikan reaksi pria itu atas ucapan mamanya. Mata Eve menangkap wajah Noah yang menunduk dengan senyum getir.


"Hubungan kamu sama Satria beneran uda serius? Jadi kapan rencana kalian menikah?"


"Mama, nggak baik terlalu ingin tahu. Nanti juga pasti mama dikabarin sama Satria" Noah memandang sang mama.


"Maaf ya Eve" Noah merasa tak enak hati atas kelancangan mamanya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa kok kak" Eve ingin mengatakan pada mereka bahwa ia dan Satria tidak memiliki hubungan apapun. Tapi apa gunanya? toh tidak akan berpengaruh apapun pada mereka. Eve memilih untuk membiarkan anggapan mereka.


"Eve mama minta nomor ponsel kamu ya?" mama Noah mengeluarkan ponsel di tasnya namun ia beralih menatap pada Noah.


"Nak, ponsel mama mati tuh. Kamu tolong catat nomor Eve ya" Mama Noah menunjukkan ponselnya yang kehabisan daya. Dengan ragu Noah mengeluarkan ponsel di saku nya.


"Eve kalo kamu keberatan bisa tulis di kertas saja" Ucap Noah, ia tak mau Evelyn menjadi tidak nyaman atas permintaan mamanya.


"Nggak apa-apa kak, atau kak Noah yang keberatan menyimpan nomor Eve?" sedetik kemudian Eve merutuki bibirnya yang begitu berani berucap demikian.


"Tentu saja tidak Eve. Sebutkan nomor nya" Ucap Noah dengan senyum hangat. Ia mulai mengetikkan nomor yang Evelyn sebutkan kemudian menyimpan pada kontaknya.


"Cilla uda tidur, kita pulang sekarang ma, mungkin Evelyn juga capek" Mama Noah mengangguk, ia segera mengambil alih Cilla.


"Pasti tangan kamu pegel ya Ve, maafin Cilla ya"


"Enggak apa-apa kok ma, Eve malah senang Cilla bisa suka sama Eve. Biasanya anak kecil suka takut sama orang yang baru ia kenal"


"Iya, makasih ya Ve" Eve mengangguk dengan tersenyum.


"Eve mau di antar ke mana? ke rumah Satria?" Tanya Noah, mereka berjalan bersama menuju parkiran mobil Noah.


" Aku naik taxi aja kak, itu Cilla uda capek banget kayaknya kasihan kalau di ajak keliling lagi" Tolak Evelyn halus.


"Eh nggak boleh gitu, kamu ke sini karena kami yang ajak. Masa pulang sendiri, ayo bareng Noah aja. Mama tadi uda minta jemput sama sopir kok. Tuh uda ada mobilnya" Mama Noah menunjuk mobil yang terparkir di depan pintu keluar.

__ADS_1


"Emang kapan mama minta jemput sopir?" Noah tampak heran atas keberadaan sopir mereka yang tiba-tiba.


"Tadi waktu kalian di toilet. Mama duluan ya Eve. Noah antar Eve sampai tempat tujuannya" Mama Noah melangkah menuju mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Eve dan Noah yang masih tampak bengong.


__ADS_2