Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Lima Puluh Dua


__ADS_3

"Mama, Noah minta restu untuk menikahi Eve. Terimakasih telah melahirkan dan membesarkan gadis cantik dan baik hati untukku" Ucap Noah sambil mengusap nisan mama Eve. Senyum bahagia tercetak di bibir Evelyn mendengar penuturan calon suaminya. Besok mereka akan menikah dan keduanya memutuskan untuk berziarah ke makam mama Eve dan juga ke makan Syahira.


"Noah janji akan menjaga Eve, sampaikan pada papa tanggung jawabnya akan segera Noah ambil alih. Berbahagialah di sana" Ucap Noah lagi.


"Iya ma, jangan mengkhawatirkan Eve lagi. Seperti yang kak Noah bilang mama dan papa harus bahagia di sana. Sudah ada pria baik yang sangat menyayangi Evelyn di sini." Noah merangkul tubuh mungil Evelyn, Ia tau meski terlihat bahagia di sudut hati gadis itu tersimpan rasa sedih karena hari bersejarahnya tak disaksikan oleh kedua orang tuanya.


"Mama, kita pamit dulu ya." Ucap Noah setelah dirasa semuanya telah ia sampaikan. Setelah mencium nisan sang mama, Evelyn dan Noah melanjutkan langkah mereka menuju makam Syahira.


"Hai Syahira, aku datang bersama Evelyn. Kami datang untuk meminta restu mu, besok aku dan Evelyn akan menikah." Sapa Noah, terlintas senyum tulus Syahira di benak Noah. Dan itu cukup membuat Noah merasa nyeri, ia kini menyadari bahwa wanita itu telah banyak berkorban untuk dirinya. Syahira begitu memahami perasaan nya melebihi dirinya sendiri.


"Terimakasih telah mengikhlaskan ku bersama Eve" Di saat Noah bahkan telah kehilangan rasa percaya dirinya di depan Evelyn Syahira selalu meyakinkan Noah untuk mengejar cintanya. Noah merasa beruntung pernah mengenal wanita sebaik Syahira yang rela mengorbankan hatinya untuk kebahagiaan orang yang ia cintai.


"Kak Syahira, aku mohon izin melanjutkan tanggung jawab mu untuk mengabdi pada kak Noah serta menjaga dan merawat Cilla. Terimakasih telah begitu baik mempercayakan mereka padaku. Aku berjanji akan mewujudkan keinginan kak Syahira. Kelak saat Cilla dewasa aku akan berusaha mendidiknya dengan baik agar ia bisa menjelma menjadi sosok wanita yang tidak hanya cantik rupa namun begitu cantik hatinya seperti kak Syahira mamanya. Akan aku ceritakan padanya betapa ia memiliki seorang mama yang memiliki ketulusan luar biasa. Kak terima kasih untuk pengorbanan kakak, akan aku balas dengan mewujudkan amanah kakak sebaik-baiknya. Aku menyayangimu kak" Bulir bening tak mampu Evelyn tahan, seperti halnya Syahira yang begitu ikhlas memberikan Noah padanya rasanya Evelyn juga akan mengikhlaskan Noah untuk wanita itu andai Syahira tak pernah pergi.


"Kak, bimbing aku agar bisa menjadi istri yang seperti kak Syahira" Tiba-tiba Evelyn merasa tidak percaya diri, ia takut tak bisa menjadi istri yang baik untuk Noah.


"Ssst, Jangan berfikir seperti itu Eve. Aku percaya kamu bisa menjadi istri yang baik dengan caramu sendiri. Aku mencintaimu dan aku menyukai semua yang ada pada dirimu, aku tidak ingin kamu berusaha menjadi orang lain demi sebuah predikat istri yang baik menurut versi mu yang berasal dari rasa tidak percaya dirimu" Noah menggenggam tangan Evelyn erat. Gadis itu menatap penuh haru pada nya, ia semakin merasa beruntung memiliki pria penuh cinta seperti Noah.


"Syahira, berbahagialah di sana. Seperti keinginan mu aku, Evelyn dan Cilla akan berbahagia. Kami pamit harus pulang hari sudah semakin siang, takut Cilla mencari Evelyn. Ia semakin tak bisa lama-lama jauh dari Eve." Pamit Noah.


"Kami pulang ya kak" Eve mencium pusara Syahira seperti yang dilakukan pada nisan sang mama.

__ADS_1


Noah dan Evelyn melangkah meninggalkan makam dengan tangan yang saling menggenggam. Memantapkan langkah mereka untuk memulai hidup baru esok hari.


****


Tetesan air mata berjatuhan menyusuri pipi Evelyn mengiringi setiap untaian ikrar yang terucap lantang dari bibir Noah. Dengan penuh ketegasan dan tanpa keraguan Noah mengambil tanggung jawab sepenuhnya atas diri Evelyn. Rasanya seperti mimpi kini dirinya resmi dimiliki Noah setelah melewati terjalnya penyesalan dan tusukan rindu yang menyakitkan saat harus terpisah dari pria itu. Di dalam hati tersemat doa dan janji untuk menjalani perannya sebagai istri yang sepenuhnya mengabdi kepada suaminya.


Senyum mama dan papanya menari-nari di benak Evelyn, ia yakin orang tuanya mampu merasakan kebahagiaan nya.


Evelyn mencium tangan Noah dengan penuh rasa syukur, kemudian menikmati getaran cinta dari kecupan hangat di kening nya yang mengalir deras menuju hatinya.


Keduanya kini saling bertatapan, terpancar rasa syukur dan bahagia yang membuncah dari mata Evelyn dan Noah.


"Aku menangis karena terlalu bahagia, aku tidak bisa mengungkapkan besarnya rasa syukurku karena diberi kesempatan untuk memilikimu, suamiku" Ucap Evelyn, semu merah wajahnya tak bisa ia sembunyikan saat menyebut kata 'Suamiku' sungguh hati nya bergetar.


"Aku juga sangat bersyukur karena akhirnya sebagian jiwaku yang sempat hilang kini kembali lagi, aku merasa utuh setelah sempat merasa hampa saat kehilangan dirimu. Dampingi aku selamanya istriku" Air mata yang sebelumnya berhenti kini kembali berhamburan mendengar ungkapan dalam suaminya. Ia segera menghambur ke pelukan Noah, kepalanya mengangguk berkali-kali mewakili bibirnya yang tak mampu lagi berucap menyatakan kesediaan nya atas permintaan tulus pria yang ia cintai dengan segenap jiwanya itu.


Keduanya berpelukan dengan erat, untuk sejenak mereka melupakan para undangan yang diam-diam ikut terhanyut menyaksikan adegan mengharukan sepasang pengantin baru.


Setelah adegan indah yang menggetarkan jiwa telah usai, kini acar berganti dengan acara santai. Para undangan yang hanya terdiri dari kerabat dan sahabat dekat mulai menyalami pangantin itu.


"Selamat ya Ve, akhirnya setelah serentetan peristiwa menyedihkan kalian bersatu juga" Aira memeluk dan mencium pipi sahabatnya. Darrel dan Noah tampak telah menyudahi ketegangan diantara mereka, Darrel dengan tulus mengucapkan selamat dan mendoakan pernikahan nya bersama Evelyn.

__ADS_1


"Jadi kapan kalian akan menyusul?" Tanya Noah, Darrel dan Aira saling menatap dan mereka tampak salah tingkah.


"Kenapa wajah kalian jadi aneh begini? maksud kak Noah kalian dan pasangan kalian masing-masing. Atau jangan-jangan kalian?" Evelyn menatap curiga pada Aira dan Darrel.


"Nggak usah repot menerka-nerka, kita nggak ada apa-apa. Fikirin kegiatan kalian nanti malam aja, lebih bermanfaat" Ucap Aira setelah berhasil mengubah raut wajahnya. Sementara Darrel hanya tersenyum tipis masih terlihat salah tingkah.


Evelyn mengerutkan keningnya, ia ingin protes namun segera di sela oleh suaminya.


"Biarkan mereka menyelesaikan nya sendiri, kita tunggu kabar bahagianya aja." Mau tidak mau Evelyn menelan kembali rasa curiganya.


***


Noah tengah menunggu dengan tidak sabar Evelyn yang sedang membersihkan tubuhnya. Noah yang seperti mengingat sesuatu segera meraih ponselnya, ia ingin me non aktifkan hp nya agar tak mengganggu ritual menyenangkan mereka nanti. Namun sebuah voice note dari nomor tak dikenal masuk ke nomornya.


"Selamat menikmati malam pertama, nikmati bekas ku Noah, aku dan Evelyn telah banyak melewatkan malam panas berdua selama 3 tahun ini"


Noah menggenggam erat ponselnya, rahangnya mengetat dengan tubuh yang terasa panas akibat dikuasai amarah.


******


Nah lo?? Ada apa ini??? 😱😱😱

__ADS_1


__ADS_2