
"Tapi faktanya aku sangat menderita ketika tidak bersama mu kak!" Teriakan lantang disertai isak tangis menghentikan langkah Noah, ia menoleh pada sosok Evelyn yang menatap penuh harap dengan wajah bersimbah air mata.
Sejak tadi tak sengaja Evelyn mendengarkan semua ucapan Noah, ada kebahagiaan yang membuncah mengetahui fakta bahwa Noah masih sangat mencintainya, namun ada kesakitan yang tak kalah besar saat mengetahui Noah menyimpulkan semuanya sendiri tanpa tau kebenaran nya.
"Eve..." Suara Noah tercekat saat tiba-tiba tubuh Evelyn telah menghambur ke dalam pelukannya.
"Aku sangat menderita tanpa mu kak, kenapa kakak mengambil kesimpulan sepihak, kenapa kakak tidak berusaha menanyakan padaku bagaimana perasaan ku? iya aku tau aku bodoh untuk semua tingkah ku di masa lalu. Aku sangat menyesalinya kak, beri aku kesempatan untuk bersama mu lagi karena hanya bersama mu aku bisa mendapatkan kebahagiaan ku." Rayu Evelyn sambil tersedu.
"Dulu aku sempat keliru, beranggapan bahwa aku bahagia saat terbebas dari kungkungan kakak. Tapi aku salah besar, aku tidak pernah bisa bahagia saat kakak melepaskan ku. Tolong jangan pernah berniat untuk pergi dari ku kak, bawa aku ke mana pun kakak pergi"
Evelyn mengiba lagi. Evelyn melepaskan pelukan nya, ia menjauhkan diri untuk menatap wajah Noah yang tampak tercekat. Pria itu terpaku menatap Evelyn.
"Kak kumohon maafkan kesalahan ku di masa lalu, beri aku kesempatan untuk menjadi kekasih yang baik yang mensyukuri keberadaan mu. 5 tahun aku menahan segala siksaan rindu dan penyesalan, aku tidak bahagia jauh dari mu kak. Tolong jangan tinggalkan aku." Lupakan semua harga diri dan gengsi, hal itu setimpal dengan besarnya cinta yang Noah berikan untuknya. Evelyn memegang kedua tangan Noah dan menatap penuh harap pada pria itu.
"Aku tidak akan bahagia jauh dari mu kak, aku sangat mencintaimu" Air mata Noah luruh mendengar ungkapan cinta yang keluar dari bibir gadis itu. Ia begitu bahagia namun ia takut ini tidak nyata, ia takut setiap kata indah yang tercurah hanya bagian dari khayalan nya akibat terlalu lama memendam cinta dan rindu yang menggunung di dasar hatinya.
"Kakak, bicaralah. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kakak menarik ku lagi ke sisi mu? aku sudah tidak kuat jika harus berpisah untuk kesekian kalinya" Ucap Evelyn penuh permohonan, ia sudah tidak peduli semesta mencibirnya sebagai pengemis cinta, nyatanya pengorbanan Noah untuknya jauh lebih besar.
"Evelyn apa aku sedang berhalusinasi?" Noah menangkup wajah Evelyn dan menatap dalam padanya.
"Ini terlalu indah untuk menjadi nyata" Bisik Noah lagi.
"Tapi inilah kenyataan nya kak, semua yang aku ucapkan nyata adanya. aku sangat mencintaimu dan merindukan mu dalam setiap helaan nafasku"
__ADS_1
"Kamu ingin kembali padaku Eve?" Mata Noah terlihat nyalang, ada harapan dan ketakutan yang sama besar terpancar di sana.
"Iya bawa aku kembali bersama mu" Bisik Evelyn sendu. Air mata semakin banyak berlomba menyusuri pipinya.
"Tapi aku ini pria yang tidak normal Eve, aku tidak bisa mencintai mu dengan benar. Aku tidak menjamin bisa memberimu kebebasan, cintaku padamu begitu besar hingga ia akan terus menguasai mu dan mengungkung mu dengan erat. kau akan menderita Eve"
Noah mengusap pipi Evelyn dengan lembut, kali ini ia tak lagi menyembunyikan perasaan yang tersimpan dengan sangat baik.
"Aku tidak peduli seberapa kuat kakak menggenggam ku, bahkan jika kakak ingin merantai tubuhku sekalipun aku tak akan menolak, kali ini aku yang akan menempel terus pada tubuhmu. Aku yang akan menolak untuk dibebaskan kak. Aku akan mengikuti dengan patuh semua titah mu asal aku bisa terus bersama mu. Karena aku sudah tidak sanggup menjauh dari mu. Aku sama sekali tidak menginginkan kebebasan itu lagi" Tegas Evelyn dengan mata yang tak lepas menatap mata Noah, ia ingin menunjukkan kesungguhan nya pada pria itu.
"Kamu berjanji Eve? kamu yakin tidak akan menderita jika bersama ku?"
"Aku akan menderita jika tidak bersama mu" Jawab Evelyn pasti, tak bosan gadis itu meyakinkan Noah.
"Aku juga sangat mencintaimu kak, aku pun menolak untuk dilepaskan." Keduanya terkekeh dalam isak tangis.
"Aku sangat merindukan mu Eve" Bisik Noah,
Evelyn menganggukkan kepalanya berkali-kali, menyatakan bahwa ia juga sangat merindukan pria itu.
Keduanya berpelukan semakin erat. Menyalurkan semua cinta dan kerinduan yang mengendap sekian lama.
Mama Noah yang sejak tadi menyaksikan adegan tersebut dengan tegang kini menghembuskan nafasnya dengan lega. Ia menyusut air mata yang juga sejak tadi menyusuri pipinya, ia tak menyangka kisah Noah dan Evelyn begitu dramatis selama ini.
__ADS_1
Ia melangkah perlahan, menghampiri Cilla dan baby sitter nya. Mengajak mereka keluar untuk memberi Noah dan Evelyn ruang bagi cinta mereka yang baru saja kembali terajut.
Begitupun dua pasang mata yang sejak tadi ikut menyaksikan adegan dramatis Noah dan Evelyn. Keduanya bertatapan dengan mata yang memerah, mereka adalah saksi perjalanan cinta sepasang manusia itu sejak awal. Keduanya mengangguk dan melangkah keluar, tak ingin menjadi pengganggu bagi sebuah kisah yang kembali akan dimulai.
"Aku lega dan bahagia bisa menyaksikan momen bersatunya mereka lagi Rel" Ucap Aira dengan senyum meski matanya terlihat sedikit bengkak.
"Yah, keputusan kita untuk datang hari ini ternyata tepat. Kalau tidak kita akan melewatkan momen istimewa ini. Aku lega Evelyn akhirnya bisa bahagia setelah cukup lama menderita"
Evelyn memang baru saja bertemu Darrel dan Aira yang baru tiba. Mereka kemudian langsung menuju rumah Noah karena takut Cilla akan mencari Evelyn jika pergi terlalu lama. Tak menyangka mereka malah mendengar percakapan antara Noah dan mamanya.
"Kirimkan pesan pada Evelyn, katakan bahwa kita akan mencari penginapan supaya dia tidak khawatir" Ucap Darrel pada Aira yang masih tampak merenung dengan senyum di bibirnya mengingat apa yang baru saja terjadi.
"Bagi Eve dan Noah saat ini hanya mereka berdua penghuni bumi ini Rel, dia pasti lupa pada kita sekarang" Ucap Aira sembari terkekeh.
"Iya juga ya" Darrel ikut terbahak. Keduanya sama-sama menghembuskan nafas lega. Selama ini ada rasa bersalah mengisi hati mereka karena mereka ikut andil dalam kehancuran hubungan Eve dan Noah di masa lalu.
****
Jadi gimana readers? lega? ðŸ¤ðŸ¤
Maaf kalo ada yang nggak suka Eve aku buat begini 😀😀
Baca lagi sinopsis nya ya, biar nggak pada protes ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1