
Noah menggenggam tangan Evelyn yang terbaring di ranjang dengan wajah yang begitu pucat. Pria itu teramat khawatir atas kondisi istrinya yang lemah dalam menjalani kehamilannya. Evelyn kesulitan makan dan juga mengalami mual muntah yang parah, sehingga Eve hanya bisa tergolek di tempat tidur sejak awal kehamilan hingga sekarang sudah memasuki bulan ke tiga.
Segala usaha telah mereka lakukan, mereka mendatangi dokter kandungan terbaik namun tetap saja tak ada perubahan yang berarti.
"Kamu jangan nakal begini sayang, kasihan mama. Kami semua menyayangimu, tak perlu menguji seperti ini" Bisik Noah sembari mengusap lembut perut Eve yang sudah sedikit membesar.
"Mas, jam berapa ini? kenapa sudah pulang" Tanya Eve lirih, tidurnya terganggu saat merasakan sentuhan lembut di perut nya. Selama Evelyn hamil Noah ke kantor hanya saat-saat mendesak saja, ia tak tega meninggalkan Evelyn dalam kondisi lemah seperti ini.
"Urusanku sudah beres sayang, tidak ada alasan untuk berlama-lama meninggalkan istriku" Ucap Noah sambil mencium kening Evelyn dengan lembut.
"Mas mau makan,? aku siapkan ya?" Evelyn mencoba untuk bangun namun Noah mencegahnya.
"Kamu istirahat saja sayang, aku bisa sendiri"
"Aku sudah lama tidak memasak untukmu mas, setidaknya biarkan aku menyiapkan nya" Ucap Eve.
"Tidak apa-apa sayang, kesehatanmu dan juga bayi kita itu jauh lebih penting. Jangan memikirkan yang tidak perlu" Noah mengusap rambut Evelyn dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku ya mas, tak bisa menjadi istri yang baik untuk mu. Ada banyak wanita hamil yang tetap bisa melayani suaminya dengan baik, sementara aku? aku benar-benar tidak berguna" Mata itu terlihat sendu, ia merasa sedih tak bisa menjadi ibu dan istri yang baik untuk Cilla dan Noah selama masa kehamilan nya.
"Hei, istriku ini berbicara apa hem? Kamu adalah segalanya buat aku, kamu sedang berjuang mengandung anak kita. Jangan samakan dengan ibu hamil lain, karena bagaimana pun keadaan mu aku tak mau mengganti Evelyn ku dengan wanita lainnya itu. Di mataku Kamu tetap yang paling istimewa" Noah ikut merebahkan dirinya di samping Eve dan menarik tubuh mungil istrinya ke dalam dekapan nya.
"Aku malah merasa bersalah membuat mu seperti ini sayang, kamu harus mengalami kesulitan untuk membahagiakan kami semua" Bisik Noah. Saat Syahira mengandung Cilla, wanita itu tak mengalami kesulitan seperti ini. Syahira tidak mengalami mual muntah yang parah seperti Eve. Karena nya Noah merasa sangat mengkhawatirkan Evelyn,ia sama sekali tak berpengalaman.
__ADS_1
****
Noah menelan ludahnya dengan susah payah saat ia keluar kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum tidur mendapati istrinya menatap dengan tatapan menggoda padanya.
Eve juga memakai lingerie berwarna merah transparan yang menampilkan perutnya yang mulai membulat. Wajahnya juga terlihat merona, tidak terlihat pucat seperti tadi siang.
"Sa-sayang" panggil Noah dengan suara tergagap. Laki-laki mana yang tidak tergoda melihat istrinya terlihat begitu seksi dan menggoda apalagi sejak 3 bulan yang lalu Noah menahan dirinya untuk tidak menyentuh Eve karena kondisinya yang lemah.
Jika tidak memikirkan kondisi Evelyn mungkin Noah akan langsung menyerang istrinya itu tanpa ampun, namun ia harus menahan dirinya.
"Kenapa berpakaian seperti ini? nanti masuk angin sayang. Tidurlah ini sudah malam" Noah memasangkan selimut pada tubuh Eve, ia mati-matian menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.
Noah mengerutkan keningnya saat tiba-tiba Eve menarik selimut hingga menutupi keseluruhan tubuhnya, Keterkejutannya bertambah saat mendengar isakan lembut istrinya.
"Kamu kenapa menangis sayang?" Tanya Noah lembut sembari mengusap air mata yang meleleh di pipi wanita tercintanya.
"Mas sudah tidak mencintai aku?" Tanya Evelyn lirih.
"Hei pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku sangat mencintaimu. Kamu ini istriku bahkan setiap harinya perasaan ku selalu bertambah besar" Ucap Noah dengan mata tak lepas menatap Eve.
"Tapi mas sudah tidak menginginkan aku lagi" Ucap Eve dengan tangisnya yang langsung pecah.
"Sst sayang, dari mana pemikiran konyol itu berasal?"
__ADS_1
"Faktanya memang begitu, mas sudah lama tidak menyentuhku. Aku tau semenjak hamil aku berubah kusut dan tidak terawat. Tapi aku selalu membersihkan diriku dan memakai minyak wangi agar tidak bau. Sepertinya kamu merasa jijik karena aku sering muntah-muntah" Evelyn terus terisak, ia terlihat begitu sedih. Ia merasa Noah sudah kehilangan hasrat padanya.
"Astaga sayang, mana mungkin aku merasa jijik padamu. Kalau bisa aku ingin menggantikan kesulitan mu menjalani kehamilan ini, mana mungkin aku tega pada istriku yang sedang berjuang" Noah memeluk erat Evelyn yang masih terisak.
"Tapi kenapa kamu malah menyuruhku tidur, aku sudah berdandan dan berpakaian seperti ini, kamu masih tetap tidak berminat menyentuhku mas." Eve terus terisak membuat Noah menghela nafasnya.
Noah melepaskan pelukannya, menatap pada wajah Eve kemudian menarik tangan istrinya dan membawanya menyentuh bagian bawah tubuhnya.
"Rasakan, apa kamu masih beranggapan bahwa aku tidak berminat padamu? setiap saat aku selalu berusaha menahan diriku karena aku tidak mau menyakiti mu sayang, tubuhmu sedang lemah, aku tidak mau membuat mu kelelahan. Kamu salah jika beranggapan aku sudah tidak menginginkan kamu" Eve terdiam namun wajahnya memerah saat merasakan bagian tubuh Noah yang sedang ia pegang. Ia ingin menarik tangan nya namun Noah menahan tangan Eve agar tetap berada di sana.
"Jadi apa anda bisa bertanggung jawab atas kekacauan ini nyonya Noah?" Bisik Noah sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Eve yang tampak tersipu.
"Sepertinya malam ini aku cukup sehat dan segar mas" Bisik Eve malu-malu. Ia juga merindukan sentuhan dan kehangatan suaminya yang telah berpuasa cukup lama.
"Baiklah, aku tidak akan bisa berhenti setelah ini sayang. Aku sangat merindukan mu" Bisik Noah dengan suara seraknya, ia menempelkan bibirnya pada bibir Evelyn, mulai memag*tnya dengan lembut. Ia begitu bahagia bisa merasakan kembali mencumbu tubuh istrinya, ia sangat merindukan rasa ini.
Noah melancarkan serangan nya pada Evelyn dengan sentuhan nya yang begitu lembut, ia tak ingin menyakiti Eve dan juga bayi mereka.
Keduanya saling menyalurkan kerinduan yang tertahan, rasa rindu yang sempat melahirkan kesalah pahaman.
"Lihatlah kamu terlihat semakin seksi dengan perut yang mulai membuncit dan dada yang semakin membesar sayang, aku mati-matian menahan godaan atas tubuhmu yang semakin hari terlihat semakin seksi ini." Ucap Noah dengan tatapan laparnya saat ia telah berhasil melepaskan lingerie yang melekat pada tubuh istrinya. Wajah Eve kembali merona mendengarkan pujian Noah atas tubuhnya.
****
__ADS_1
Hai readers, masih ada yang baca? nih aku kasih ekstra part siapa tau masih ada yang kangen mereka.. 🥰