
"Siapa sebenarnya pria itu sayang?" Tanya Noah sambil membelai rambut Evelyn.
"Pria yang mana?" Eve mendongakkan kepalanya ke arah Noah, mereka sedang bercengkrama di ranjang menjelang tidur.
"Yang tadi siang" Ucap Noah lagi.
Evelyn membulatkan matanya, yah seharusnya masalah tadi siang tidak mungkin selesai begitu saja mengingat sifat pencemburu suaminya.
Sejak tadi diam-diam Noah menyimpan kekesalan, hanya saja kondisi Eve yang sedang bersedih membuat pria itu menekan egonya agar tak membuat Eve semakin bersedih. Namun ternyata menekan rasa cemburu begitu sulit bagi Noah hingga ia hanya mampu menahannya sampai malam ini.
"Aku tidak tau mas, dia datang begitu saja. Aku juga heran" Evelyn sengaja menatap mata Noah agar pria itu dapat melihat dengan jelas bahwa ia sama sekali tidak berbohong.
"Benarkah? jangan-jangan kamu lupa sayang. Mungkin dia salah satu mantan pacarmu dulu" Noah meneliti wajah Evelyn.
"Ini benar-benar Noah ku, si pencemburu!" Ucap Eve sambil mencubit hidung Noah sambil terkekeh.
"Sejak dulu sampai sekarang mantan pacarku itu cuma kamu yang sekarang jadi suami aku sayang" Ucap Evelyn dan menciumi wajah Noah dengan gemas. Entahlah jika 5 tahun yang lalu Evelyn akan sangat kesal namun sekarang Evelyn malah merasa bahagia, itu artinya Noah masih mencintainya dengan cara yang sama hingga detik ini.
"Sayang, apa aku terlihat sangat tua? apa aku lebih cocok menjadi papa mu?" Tanya Noah lagi.
"Kenapa bertanya seperti itu?" Evelyn balik bertanya.
"Pria brengs*k itu bilang kamu itu kakaknya Cilla, itu artinya kamu masih cocok menjadi anakku" Evelyn tertawa geli, ini kali pertama Noah terlihat sangat tidak percaya diri.
"Suamiku masih terlihat muda dan sangat tampan, Lagi pula pria itu mengatakan saat melihatku hanya berdua dengan Cilla. Aku yakin ketika melihatmu ia akan langsung menyadari kalau kita adalah pasangan suami istri." Evelyn berusaha menenangkan perasaan Noah. Evelyn cukup heran, ia yang sedang datang bulan kenapa malah suaminya yang tiba-tiba sensitif.
"Benarkah begitu?"
Tanya Noah, Evelyn mengangguk pasti.
"Aku sangat cemburu"
__ADS_1
"Aku tau" Jawab Evelyn dengan senyumnya.
"Pria itu berusaha mendekatimu, aku sangat kesal"
"Itu tidak akan berhasil, karena aku sangat mencintaimu" Balas Evelyn cepat. Senyum terbit di bibir pria tampan itu.
"Berjanjilah untuk tetap bersama ku, tidak akan tergoda pada siapapun"
Noah menatap dalam pada mata Evelyn.
"Iya aku berjanji, aku akan mengikatkan diriku hanya padamu. Hatiku sudah dipenuhi olehmu aku berani menjamin tak ada siapapun yang mampu membuat aku tergoda" Tegas Evelyn lagi. Ia bahagia saat menemukan pancaran kelegaan di mata suaminya.
****
Evelyn menatap jam di tangan nya, pukul 7.30 malam Noah sudah telat 2 jam dari waktu ia pulang seharusnya. Ponselnya tak dapat dihubungi hingga membuatnya khawatir. Ia menelfon ke kantor dan mereka mengatakan Noah sudah pulang sejak pukul 4 sore.
Cilla sudah masuk ke kamar tidur ditemani oleh baby sitter. Untungnya gadis kecil itu tak menolak saat Eve mengatakan malam ini baby sitter nya dulu yang membacakan dongeng untuknya karena Eve sedang tidak bisa fokus karena memikirkan Noah. Biasanya ia dan sang suami yang menemani Cilla hingga ia tertidur.
Evelyn merasa sangat lega saat melihat suaminya turun dari mobil dalam keadaan baik-baik saja. Noah menampilkan senyum nya dan merangkul Eve. Keduanya berjalan memasuki rumah, Noah seperti biasa mendaratkan kecupan di puncak kepala Evelyn.
Bibir Evelyn sudah gatal ingin menanyakan ke mana saja pria itu hingga ia pulang terlambat, namun mengingat Noah pasti lelah Eve mengurungkan niatnya. Ia akan menanyakan saat nanti akan tidur, yah mereka terbiasa mengobrol kan kegiatan mereka seharian sebelum mereka terlelap, semacam pillow talk yang katanya sangat efektif untuk mempererat hubungan suami istri.
"Mas mandi setelah itu makan ya, aku tunggu di meja makan" Ucap Evelyn sembari melepaskan kemeja di tubuh Noah dan meletakkan di keranjang pakaian kotor.
"Sebentar sayang, aku merindukan mu" Noah memeluk tubuh Evelyn dari belakang saat wanita itu beranjak keluar. Evelyn mengusap tangan Noah yang melingkar di perutnya dengan senyum menghiasi bibirnya.
Noah memejamkan matanya saat menghirup aroma menenangkan dari tubuh Evelyn. Setelah cukup puas Noah membiarkan Evelyn pergi sementara ia menuju kamar mandi.
***
"Mas ke mana? kenapa pulang terlambat?" Tanya Evelyn saat keduanya telah merebahkan diri di ranjang, posisi mereka kini berhadapan sehingga Eve dapat melihat raut wajah Noah yang sedikit berubah.
__ADS_1
"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor sayang" Ucap Noah sambil membelai rambut Eve.
"Tapi tadi aku telfon ke kantor, katanya kamu sudah pulang sejak pukul 4 sore" Evelyn sedikit curiga saat melihat Noah tampak salah tingkah.
"Aku bertemu klien di luar" Ucap Noah dengan senyum dipaksakan.
"Mas kenapa berbohong?" Evelyn menunjukkan bahwa ia kecewa karena Noah berusaha menyembunyikan sesuatu darinya.
"Sayang maaf" Noah terlihat sangat merasa bersalah. Eve masih menatap pada Noah, menunggu kata selanjutnya yang akan pria itu ucapkan.
"Tapi aku mohon jangan marah saat aku mengatakan yang sebenarnya" Evelyn sebenarnya takut, namun ia juga penasaran. Ia mempersiapkan hatinya agar tidak terluka pada kejujuran suaminya.
"Hari ini ulang tahun Syahira ke, aku mengunjungi makam nya. Aku terbiasa bercerita tentang apa yang aku alami, hingga tanpa terasa sudah berjam-jam aku di sana. Maafkan aku sayang"
"Kenapa mas tidak bilang? kita bisa pergi bersama-sama kan? kenapa harus pergi diam-diam"
"Aku takut kamu marah sayang, aku bermaksud menjaga perasaan mu. Tadinya aku hanya ingin mengunjunginya, tapi aku terlalu bersemangat bercerita hingga lupa waktu maaf kan aku" wajah Noah penuh rasa bersalah.
Jujur Evelyn sedikit cemburu, Noah bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bercerita pada makam Syahira, betapa wanita itu begitu membuat Noah nyaman sehingga menjadi tempat Noah bercerita meski ia telah tiada.
"kenapa aku harus marah? apa obrolan kalian begitu pribadi hingga aku akan marah dan tak boleh mendengarnya?" Ucap Evelyn. Ia memutar tubuhnya hingga membelakangi Noah.
"Sayang bukan seperti itu" Noah menarik tubuh Eve agar kembali menghadap padanya.
"Aku menceritakan tentang mu, tentang betapa aku bahagia bisa memilikimu lagi, tentang kebaikan mu yang begitu tulus mencintai Cilla dan merawatnya, semua yang aku ceritakan adalah dirimu, terlalu banyak hal menarik tentangmu yang menurutku Syahira harus tahu. Masih banyak hal tentang mu yang belum sempat aku ceritakan padanya namun ternyata aku telah menghabiskan waktu hampir 3 jam. Maafkan aku sayang, harusnya aku mengajakmu tadi. Tapi entah mengapa aku takut kamu cemburu karena masih mengingat ulang tahunnya." Mungkin saat ini Syahira yang tengah merasa cemburu karena Noah menceritakan betapa ia mencintai Evelyn dengan mata berbinar dan senyum yang tak surut. semua yang terucap dari bibir itu hanyalah Evelyn.
Evelyn tak melihat kebohongan di mata Noah, hatinya menghangat.
"Lain kali jangan berfikir kekanakan mas, mana mungkin aku cemburu pada kak Syahira yang begitu baik, yang telah mengorbankan hatinya untuk kita. Mengingat ulang tahunnya adalah hal yang wajar karena kak Syahira orang yang berarti untuk mu, dia adalah ibu bagi anak mu"
"Tapi kamu juga sangat berarti bagiku sayang. aku mencintaimu, Maafkan aku tak seharusnya aku berbohong" Noah menarik tubuh Evelyn dan mendekapnya erat.
__ADS_1
****