Penyesalan Evelyn

Penyesalan Evelyn
Dua Puluh Tiga


__ADS_3

Dua tahun yang lalu adalah masa terberat bagi Noah menjalani hidupnya. Melepaskan Evelyn yang telah memenuhi hati dan hidupnya bukan keputusan yang mudah. Noah merasa kesakitan di tiap langkahnya, karena begitu besar pengharapan nya pada Evelyn hingga setiap detail rencana masa depan nya telah tertulis nama Evelyn di dalam nya.


Bagaimana perihnya Noah ketika menghapus satu persatu nama Evelyn dalam rancangan masa depan nya, Menjalani setiap rencana yang tergambar berdua namun pada prakteknya harus ia jalani sendiri. Ia merasa pincang dan tak seimbang.


Noah harus membunuh dengan kejam setiap rindu yang menyapa setiap detiknya. Terus menggali lubang untuk mengubur semua kenangan yang telah ia renda bersama Evelyn di tengah rontaan hatinya yang tak rela kisah indah mereka harus usang dan terbuang.


Jangan salahkan Noah yang akhirnya perlahan luluh pada Syahira yang dengan setia dan penuh kesabaran menemani masa kelam nya.


Syahira adalah sekertaris Noah yang dewasa, cerdas dan penuh kelembutan namun tetap tegas memegang prinsip nya. Gadis itu menaruh hati pada Noah di perjumpaan pertama mereka. Siapa yang bisa menolak pesona Noah yang tampan, cerdas dan kaya.


Jika kebanyakan pria patah hati berubah dingin dan menutup diri, namun tidak dengan Noah. Pria itu justeru membuka diri dan lebih ramah dibanding saat ia bersama Evelyn.


Selama ini alasan nya menutup diri dan tak tersentuh karena ia merasa bahwa dirinya adalah milik Eve, haram baginya ber ramah tamah pada perempuan lain. Noah menutup rapat segala kemungkinan baginya untuk berpaling. Dan setelah tak adalagi Evelyn, bukankah ia harus membuka diri?


Keseharian nya ia ceria namun menjadi begitu murung saat sendiri. Diam-diam menangis dalam kesendirian. Kehampaan menerpa nya saat tak lagi ada Eve dalam hidupnya. Saat rindu nya menyerang Noah ingin egois untuk memaksa Eve kembali berada di sisinya, namun mengingat gadis itu terluka saat bersamanya mematahkan semua keinginan nya. Ia ingin Evelyn bahagia bagaimana pun caranya, meski harus melukai dirinya sekalipun.


"Aku menyukai mu pak. Maaf tapi aku nggak bisa menahan perasaan ini lebih lama" Itu ucapan Syahira setelah satu tahun mereka terlibat hubungan kerja.


Syahira tipe perempuan yang terbuka, baginya tidak selamanya wanita yang harus menunggu. Tak ada salah nya mengambil inisiatif duluan. Jika memang di tolak maka saatnya melupakan dan membuka hati pada yang lain, dari pada membuang waktu tanpa kepastian.


Noah terpaku menatap Syahira yang baru saja mengungkapkan cinta padanya. Jujur meski hatinya perlahan pulih namun hari-harinya masih ditemani bayangan Evelyn.

__ADS_1


"Aku masih mencintai seseorang Syahira. Maaf" Ucap Noah akhirnya. Ia tak ingin memaksakan hatinya, ia takut hanya akan menyakiti wanita itu.


"Bapak masih berharap untuk kembali? Jika iya maka aku akan menyerah Tapi jika bapak bermaksud untuk move on maka aku bersedia menemani bapak untuk perlahan berpindah hati" Sudut bibir Noah terangkat, tak menyangka ada gadis seberani Syahira.


Selama satu tahun menjadi sekertaris nya, Noah bisa menilai Syahira pribadi yang ceria dan menyenangkan namun tak mengurangi kadar keanggunan nya.


"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan untuk membuka hatiku yang masih terkunci sosok lain." Syahira tersenyum lebar. Ia akan berusaha agar Noah melihat dirinya.


dan sejak itu hubungan mereka menjadi dekat, mereka sering bertukar cerita dan keluh kesah. Syahira tak keberatan mendengarkan kala Noah menceritakan tentang Eve, menemani Noah saat bersedih karena merindukan gadis itu.


Noah yang merasa kasihan pada Syahira pernah meminta gadis itu meninggalkan nya, namun ia menolak.Tidak ada kata menyerah dalam kamus nya selama ia merasa usahanya belum maksimal.


Satu tahun berlalu perlahan hati Noah mulai terbuka, ia mulai merasa nyaman bersama Syahira, ia merasa luka yang sempat menganga mulai tertutup. Ia mulai bisa menempatkan Eve sebagai kenangan indah.


Tak ada lagi kesakitan kala mengingat gadis itu. Seperti yang selalu Syahira katakan jangan memaksakan diri untuk melupakan karena itu sebuah kemustahilan. Eve pernah begitu berarti baginya, bagaimana bisa ia memaksa untuk mengenyahkan semua kenangan yang sudah terpahat?


Noah tidak tau apakah ia masih mencintai Eve, hanya saja ia telah mengikhlaskan semua kisahnya bersama Eve usai. Ia memantapkan hatinya untuk melangkah bersama Syahira. Ia membutuhkan gadis itu di sisinya.


Apakah ia mencintai Syahira? iya Noah harus mengakui ia mencintai gadis itu, ada warna berbeda yang gadis itu berikan pada hidupnya. Syahira dan Evelyn menempati posisi yang berbeda di hatinya, sesuai yang Syahira minta.


Tidak ada kesamaan antara Eve dan Syahira dari segi sifat maupun wajah. Karenanya Noah tidak merasa khawatir bahwa Syahira hanya sebagai pelarian nya terhadap Eve. Ia yakin perasaan yang ia miliki pada Syahira adalah cinta. Noah akhirnya memantapkan diri melamar gadis itu.

__ADS_1


Ia bahagia menjalani status nya sebagai suami Syahira. Terlebih satu bulan kemudian benih Noah tumbuh di rahim Syahira, melengkapi kebahagiaan yang mereka miliki.


Hingga suatu hari semesta seolah ingin menguji perasaan nya. Ia tak menyangka bahwa ia akan kembali bertemu Evelyn setelah hampir 3 tahun mereka tak bertemu.


Jujur Noah sempat terkejut saat melihat sosok Eve, ia ingin memastikan bahwa matanya tak salah melihat. Gadis itu terlihat lebih dewasa sekarang, dengan pakaian kerja dan rambut yang disanggul rapi. Meski ada guratan lelah di wajah itu, namun Noah lega Evelyn baik-baik saja.


Noah tak menampik ada kesedihan dan luka mendalam yang Noah tangkap pada tatapan mata Eve.


Banyak tanya yang menyeruak di benak Noah mengenai gadis itu, namun ia sadar ia tak lagi berhak untuk tau banyak tentang Eve. Fokusnya sekarang adalah Syahira dan janin yang ada di kandungan nya.


"Kenapa dengan gadis itu mas?" tanya Syahira lembut, ah Syahira istrinya terlalu memahami dirinya. Sekecil apapun perubahan di wajah Noah bisa ia tangkap dengan baik.


"Dia Evelyn sayang" Ucap Noah sambil memberikan senyum hangat pada istrinya.


"Mas baik-baik aja?" Syahira menatap dalam, seperti berusaha menyelami perasaan Noah kini. Pria itu sama sekali tak memalingkan wajahnya, ia ingin Syahira tau bahwa ia baik-baik saja. Senyum manis Syahira tersungging, memberi ketenangan di hati Noah.


"Pasti banyak tanya di hati kamu kan mas? kalau mas mau menemui Eve aku nggak apa-apa mas" Noah menggeleng, ia mengusap tangan Syahira dengan lembut. "Aku sudah tidak berhak untuk itu sayang. Biarlah semua tentang Eve menjadi kenangan, tidak perlu diusik lagi"


Noah tidak menyangka Syahira akan menanyakan Eve pada pelayan pria yang sebelumnya datang saat Eve tak lagi menyertai nya digantikan oleh pelayan wanita yang lain.


Pelayan itu mengatakan bahwa Eve telah pulang karena tidak enak badan. Entahlah apa Eve bermaksud menghindari mereka Noah hanya berharap Eve baik-baik saja dan selalu bahagia menjalani hidupnya. Biarlah rasa penasaran yang memenuhi benak nya ia simpan untuk selamanya. Itu lebih baik, Tak perlu diungkit kisah yang telah usai. Bukankah Eve lebih bahagia saat tak bersamanya?

__ADS_1


__ADS_2