
Tidak ada perlawanan dari Claire,ia hannya terdiam dalam tangisannya.Disaat hati ini kesal melihat Claire selalu menangis,tiba-tiba pelayan datang membawa telpon rumah.
Tuan ada panggilan untukmu dari nyonya besar,ucap Dina sebagai pelayan tertinggi dirumahku.
Aku hannya menganggukkan seraya mengambil ponsel ditangannya.
"halo mam!?
Hallo Adrian kamu dimana sayang!?kata Celo kamu perginya gag pamit dulu,jadi mam khawartir low,tumben anak mam gag bilang bilang kalau mau pergi..!lirih mami.
Aduh mam Adriankan udah besar dan dewasa jadi mau pergi kemanapun gag harus pamit dulu lah..!jadi mami gag usah khawartir tentang diriku.
Yaudah kalau begitu,tapi lama-lama mami juga gag betah low tinggal terpisah denganmu.lirih mami dengan nada sedih.
Tapi ,tidak masalah lagipula kamu juga akan menikah ,begitu nak!?apakah calon istrimu juga cantik?ungkap mami.
Haduh,mami ada-ada saja,sangat pintar dalam bersandiwara.Pura -pura khawartir hannya untuk ingin bertannya siapa calon istriku!,bathinku sambil menggelengkan kepala.
Oh ya,jangan lupa bawa calon mantu mami kerumah nanti malam,agar kami semua bisa lebih dekat dengan calon mantu sekalian makan malam bersama keluarga kita .Tidak ada bantahan.Mami tutup dulu telfonnya,ungkap mami seraya mematikan ponselnya.
__ADS_1
Aku beranjak melangkah kembali kedalam kamar.Terlihat Claire masih menangis,entah apa yang ada di benak perempuan ini.Sehingga begitu berlarut-larut dalam kesedihannya yang mana aku juga bingung.
"Sudahlah Claire,percuma kamu menangis terus,yang ada air matamu akan habis dan matamu yang indah itu akan sembab dan tidak lagi enak dipandang.Lirih Adrian dengan nada yang masih sinis.
Meskipun kamu nangis darah,aku tidak akan mebiarkanmu memilih takdirmu sendiri.Kecuali kamu bisa melunasi semua hutang-hutang pamanmu.
Sungguh laki-laki yang tak punya hati,entah terbuat dari apa hati Laki-laki ini,sehingga tidak menaruh rasa iba sedikitpun.Gumam Claire
Oh ya,nanti tolong persiapkan dirimu sebaik mungkin,serta pakai lah pakaian yang indah.
Nanti malam ada pertemuan keluargaku.Jadi kamu tolong jaga sikap dan berprilaku seramah mungkin.
Ba-baik tuan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat malu tuan dihadapan keluarga tuan.
Pelayan tolong urus wanita ini,sambil berlalu meninggalkan Claire dengan beberapa pelayannya.
Setelah Adrian pelayan bernama Dina mulai menampakkan sikap yang sebenarnya,dia mulai sombong,angkuh dan tidak punya hati.
Hayo Claire cepat kesini ,aku mandiin.dengan nada yang ketus.
__ADS_1
Gag usah ,aku bisa mandi sendiri,jadi kamu gag usah repot-repot ngurus aku.Aneh,orang ini gumam Claire dengan suara yang amat pelan.
Dengan senyuman tersungging beberapa pelayan mendekati Claire.
Awalnya saya sangat simpati kepadamu ,tapi setelah mengetahui kedatanganmu kesini secara tidak baik-baik.ditambah lagi dengan kenyataan yang sebenarnya bahwa kamu telah dijual oleh keluargamu sendiri,aku merasa aku lebih punya harga diri dibanding dirimu.Lirih Dina dengan congkaknya.
Terserah apapun pandanganmu tentang diriku,aku tidak peduli tentang dirimu.Seraya Claire membela dirinya.
Berlagak seperti nyonya kamu disini ya!?ucap Dina dengan kepala yang panas.
Dina ,jangan terlalu besar kepala.Bos hannya menyuruh kita untuk memakai pakaiannya
,jadi jangan melewati batas.Nanti Tuan Adrian memotong gaji kita.Ungkap pelayan yang lain dengan penuh perasaan was-was.
"Iya juga ya,encer jug otak Lo.
Aduh aku sampai terbawa suasana.Calon istri tuan Adrian terhormat,aku kini sedang berbaik hati,jadi tolong pakai bajumu sendiri dengan segera.ungkap Dina penuh penekanan
Ya ampun kejam banget nih orang ,baru aja jadi pelayan ,sombong mintak ampun!apalagi udah jadi orang kaya beneran semua orang akan diinjak-injak.bathin Claire sambil menghela nafas
__ADS_1