
Melihat hal itu sontak membuat Adrian keheranan lantaran ia menatap gadis itu masih belum mengerjakan tugas yang diperintahkannya.Hingga Adrian meletakkan jarinya ke pipi Claire yang mulus dengan agak kasar.Sontak membuat Claire menjerit kesakitan.
"Hey,kok belum dikerjakan?mau ditambah lagi kerjaannya atau masih kurang ?bentak Adrian penuh emosi.
"Eh,ti-tidak!tapi ini sudah malam tuan,apa sebaiknya besok saja baju itu dicuci.Lagipula badanku terasa letih dan mata mulai ngantuk,tadi tuan lupa ya?kalau aku makannya bannyak pas dirumah mami tadi.sahut Claire gelagapan hingga berusaha berani bicara secara tegas meskipun dirundung rasa takut.
"Aku tidak suka dibantah,ingat itu.Sudah cepat cuci sana.Oh ya nanti aku ingin pergi keluar sebentar,jika nanti aku tidak pulang sampai jam satu malam ,kunci saja pintu rumah jangan menungguku sampai malam.
Ucap Adrian lalu melangkah keluar tanpa menunggu jawaban dari Claire.
Claire hannya menatap punggung Adrian yang semakin menjauh.Mau kemana dia pergi malam-malam begini ?apa mungkin ia bertemu dengan wanita lain.kenapa aku jadi kesal gini ya?"lirih Claire yang mulai merasa heran dengan perasaannya sendiri.
Disisi lain,Adrian sedang melajukan mobil untuk bertemu dengan seorang wanita yang telah berjanji dengannya.Mereka bertemu di salah satu Kafe ternama di pusat kota BL.
Sesampainya di kafe Adrian langsung masuk dan netranya mencari arah dimana seseorang berada ,ia pun menemukan seorang wanita yang telah melakukan perjanjian dengannya, sedang duduk manis dikursi paling pojok.Saat Adrian mulai berjalan kearahnya,sosok wanita tersebut jalan sambil berlari kecil dengan senyuman bahagia langsung memeluk Adrian.Tapi Adrian dengan sigap mencoba menjauh dari pelukan wanita tersebut.
"Apa-apaan sih pakai peluk segala?"lirih Adrian dengan air muka marah.
Sontak membuat pengunjung dikafe tersebut menatap dengan heran kearah Nadya,Nadya berusaha cuek dan tidak ambil pusing dengan orang sekitar.
"Um,Yaudah kamu silahkan pesan apa aja biar nanti aku yang bayar.ucap Nadya sembari tersenyum menang
__ADS_1
"Enggak perlu,aku bisa bayar sendiri.Sekarang kamu gag usah berlaga bodoh,langsung katakan apa maumu?aku tidak punya waktu lama karna hari sudah larut malam".Sahut Adrian dengan ketus.
"Ayolah, Adrian.Jangan seperti itu,kita sudah lama tidak bertemu jadi tolong berikan waktumu sebentar.Kamu ini kok mulai aneh sekarang,kayak orang udah punya istri aja! Ucap Nadya menebak-nebak.
"Ya memang benar.Ada seorang wanita yang sedang menungguku dirumah ,jadi tolong sekarang katakan apa yang ingin kamu sampaikan tentang pekerjaan.Jangan berbelit-belit.
"Um,sebenarnya ini bukan tentang pekerjaan,Adrian. Tapi,tentangku dan tentang kita.Kumohon kamu jangan pergi dulu,karna ini sangat penting bagiku.Aku akan dijodohkan dengan orang yang sama sekali tidak kukenal.Tapi ,aku tidak mau menerimanya,bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai.
"Aku mohon sama kamu untuk menolongku,jadilah kekasihku disaat aku bertemu keluargaku,dengan begitu keluargaku akan membatalkan semua perjodohannya.Tolong bantu aku Adrian,please!"Nadya memohon dengan wajah yang memelas.
"Apa?aku harus membantumu menjadi kekasih bohongan?kenapa harus aku ?padahal didunia ini bannyak pria lain.Bayar saja seseorang menjadi kekasih bohonganmu,mudahkan!kalau aku mohon maaf,aku tidak bisa melakukannya,"tolak Adrian tanpa peduli memikirkan perasaan wanita itu.
"Please !Adrian,aku tidak berani minta bantuan kepada orang lain selain dirimu,kumohon.....bantulah aku aku tahu kamu orang yang baik dan mengerti dengan keadaanku dan kamu juga yang cocok untukku."rengek Nadya dengan segala upaya .
Belum sempat Nadya menjawab justru Adrian sudah berdiri untuk pergi.Sampai membuat Nadya kesal lantaran dirinya diacuhkan oleh Adrian apalagi didepan bannyak orang,seketika membuat hati Nadya panas.
Siapa wanita itu,yang bisa membuatmu berubah kayak gini Adrian?"Bahkan untuk berbicara denganku saja engkau tidak mau dan bannyak alasan,apalagi menolongku rasanya mustahil bisa mengharapkanmu lagi.Aku jadi penasaran dengan wanita itu,yang telah merubah Adrian menjadi seperti sekarang."aku harus mencari tahu siapa wanita itu!"Gumam Nadya sendiri disaat Adrian telah meninggalkannya sendiri dengan nada suara yang penuh penekanan.
Nadya langsung menghubungi seseorang yang bisa memberitahukan semua informasi mengenai Adrian.Siapa lagi jika bukan adiknya Adrian sendiri yakni Celo.Celo sudah berteman lama dengan Nadya sebab mereka pernah satu sekolah,dan ditempat kerja mereka kembali dipertemukan lagi.Tak menunggu beberapa lama panggilan telfon ke Celopun diangkat.
Hello, Celo.Ini aku Nadya ."sapa Nadya melalu telfonnya.
__ADS_1
"Oh,hai...... tumben sekali kamu menghubungiku,ada apa?"jawab Celo sambil bertannya.
Tidak ada,lagi pengen nelfon aja!"gag boleh nih aku nelfon kamu?"canda Nadya kepada Celo,Nadya dan Celo emang udah berteman lama jadi tidak heran Nadya sangat lancar melayangkan candaan.Oh ya Cel,apa kamu sibuk?"kalau gag kita ketemuan yuk!
UU m...sepertinya kalau sekarang aku tidak bisa deh nad,tapi kalau emang ada yang penting ingin kamu sampaikan ,lewat telfon aja ,aku siap kok mendengar setiap keluh kesahmu!"ungkap Celo dengan penuh semangat.
Mmmm kayaaknya gag bisa ditelfon ngomongnya Cel,soalnya penting banget,jadi harus tatap muka langsung gitu!"gimana kita ketemuannya besok aja ditempat kerja,jadi lebih enak kita ngomongnya secara langsung,gimana Cel mau gag?"
"Ya sudah aku setuju aja,besok kita ketemu ditempat kerja.Jawab cello panggilanpun diakirinya.
Tumben Nadya menelfonku,kayaknya penting bnget,aku jadi penasaran apa ya kira-kira yang mau diomongin?"gumam Celo bicara sendiri.
"Kenapa ya semua orang yang dekat denganku tidak berguna,sulit diandalkan,pengen sekarang ceritanya,eh celonya malah nolak dan terkesan cuek,ditambah lagi sama Adrian disuruh nolongin cuman jadi pacar bohongan sulit amat,pake acara tolak-tolak segala ,jadi sebel.Dari dulu Adrian emang sulit deh ditaklukkan,dan terus menjauh dariku,emangnya apa kurangnya diriku.Duriku secantik ini,**** ,dan berpendidikan serta punya karir yang bagus.lirih Nadya dengan nada yang kesal.
Nadya akhirnya pasrah meskipun dirinya merasa kesal lantaran apa yang ia inginkan tidak terpenuhi .Nadyapun memutuskan untuk tetap duduk di kafe sampai larut malam,untuk menghabiskan waktu demi menghilangkan kegalauannya.
Nadya memesan 4 botol minuman beralkohol dan langsung meneguknya sampai ke 4 botolpun habis.Hari ini memang hari yang sangat melelahkan bagi Nadya ia begitu kecewa dengan Adrian yang tidak bisa menolongnya,padahal ia sangat berharap Adrian bisa menolongnya kali ini,namun Nadya hannya bisa berangan-angan bisa menjadi pacar seorang Adrian,dengan minum yang bannyak Nadya merasa kekecewaannya akan hilang,iapun bangkit dan berjalan keluar,namun jalannya tidak lagi beraturan,ia tampak sempoyongan dan matanya tidak lagi fokus menatap kedepan.
Tiba-tiba badan yang sempoyongan tadi menabrak seseorang yang sama sekali tidak ia kenal,matanya mulai kabur dan tidak begitu jelas.Mereka berdua terjatuh dan akhirnya Nadya kehilangan kesadarannya sampai membuat pria itu kebingungan dan mencoba membangunkan Nadya sambil menggerak-gerakan bahunya dengan harapan Nadya tersadar.
"Hei nona ayo bangun!"
__ADS_1
sadarlah,ini udah larut malam.Yaampun...bagaimana caranya ini.Aku juga tidak mungkin membiarkan wanita ini tergelatak sendirian
bisa-bisa ada orang yang jahat sama wanita ini.Ya sudahlah aku bawa aja wanita ini ke apartemenku.Gumam Adam dengan aga cemas.