
Dari tadi Laura tidak bisa memejamkan matanya ia memikirkan bagaimana masa depan anaknya nanti jika tidak mempunyai ayah, Laura tidak mau anaknya akan bernasib sama dengan dirinya
Laura bertekad untuk mejadikan Arsen sebagai ayah dari anaknya, ia harus menemukan cara untuk memisahkan Karin dengan Arsen agar semua rencananya bisa tercapai
Pertama Laura harus bisa membuat Arsen percaya jika anak yang ada di kandungannya sekarang merupakan anaknya
"Sorry Karin tapi anak ini butuh ayah" lirih Laura sebelum ia masuk ke dalam alam mimpi
~
Arsen perlahan membuka pintu kamarnya ia melihat Karin yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur
Arsen menempelkan bibirnya di kening Karin dengan penuh cinta ia sangat rindu dengan istrinya
"Kamu baru pulang" ucap Karin dengan lembut ia berusaha bangun namun Arsen menahannya agar tetap tidur
Arsen menatap bibir ranum Karin yang terlihat begitu manis, perlahan Arsen menempelkan bibirnya dengan bibir Karin
Bibir Arsen menyunggingkan senyuman saat tidak ada perlawanan dari Karin
Dengan perlahan Arsen memberanikan diri untuk ******* bibir Karin
Sedangkan Karin seperti terhipnotis ia mengalungkan tangannya di leher Arsen
Lama kelamaan ciuman mereka berdua menjadi lebih intens, bahkan Arsen mulai berani berpindah ke bagian leher Karin
Karena mulai merasa geli Karin pun mendorong tubuh Arsen agar menjauh darinya
"Geli" ucap Karin yang di sambut dengan tawa oleh Arsen
"Rinn" panggil Arsen kini mereka berdua saling bertatapan
"Nggak ada perjanjian kontrak di pernikahan kita"
"Aku mau kamu jadi istriku selamanya" sambung Arsen penuh keyakinan
__ADS_1
Karin mencari kebohongan yang mungkin saja bisa terlihat di mata Arsen
Arsen mengecup kening Karin dengan sangat lembut, kemudian turun ke mata, hidung sampai akhirnya kecupan Arsen sampai di bibir Karin
Arsen terkekeh melihat Karin yang memejamkan matanya
"Kenapa merem-merem" ledek Arsen
"Apasih" Karin ingin bangun namun Arsen dengan cepat mencium kembali bibir Karin ciuman mereka berdua kali ini benar-benar panas
Tenaga Arsen sangat kuat sekali tarik semua kancing baju Karin langsung terlepas dari tempatnya
Karin mau protes namun ia tidak bisa karena Arsen terus ******* bibirnya
Tangan Karin berusaha membuka kemeja yang sedang Arsen gunakan karena susah Karin pun memukul dada Arsen
Arsen pun terkekeh ia dengan senang hati melepaskan semua pakaiannya, kini Arsen sudah telanjang bulat di depan wajah Karin
Karin menutup wajahnya ia tidak mau melihat benda pusaka milik Arsen yang sudah berdiri tegak
Arsen juga melepas semua pakaian yang Karin gunakan sehingga mereka berdua kini sama-sama telanjang bulat
Dengan tidak sabar Arsen menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut hingga terjadilah perang penyatuan diantara mereka berdua
Akhirnya malam ini Arsen bisa memiliki Karin dengan seutuhnya
~
Pagi ini Karin bangun dengan posisi Arsen yang memeluk tubuhnya dari belakang, penyatuan mereka berdua tadi malam benar-benar sangat panas, tenaga Arsen yang begitu kuat membuat Karin sampai kewalahan
Bayangan kejadian tadi malam bersama Arsen membuat Karin merasa malu, ia tidak menyangka akan melakukan hal seperti ini dengan Arsen
Karin merasakan tubuh Arsen yang berada di belakangnya mulai menggeliatkan, benda pusaka milik Arsen yang tidak di balut apapun dengan bebas menyentuh bokong Karin
Tangan Arsen yang besar menarik tubuh Karin agar semakin dekat dengan dirinya tak lupa ia juga memainkan bola basket milik Karin
__ADS_1
Arsen terkekeh saat mendengar Karin yang tidak sengaja mendesah
"Mau lagi nggak?" goda Arsen tepat di telinga Karin
"Enggak, bekas tadi malem aja masih sakit enak aja!" tolak Karin dengan sungguh-sungguh
Karin benar-benar kesal pasti setelah ini ia tidak bisa berjalan dengan normal, ini semua akibat ulah Arsen yang terus menggempurnya tanpa ampun
Karin ingin mandi sekarang tubuhnya sudah sangat lengket akibat keringat yang membasahi tubuhnya tadi malam
"Eh kemana" tanya Arsen saat Karin menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya
"Mandi" ucap Karin ketus
Karin dengan susah payah menelan ludahnya saat melihat ekspresi mesum yang mulai muncul di wajah suaminya
"Enggak jangan ikut, ujung-ujungnya pasti nggak mandi doang" peringat Karin dengan sungguh-sungguh pasalnya ia masih takut melihat senjata Arsen yang lumayan besar membuatnya ngilu
Arsen dengan santai melihat Karin yang tertatih-tatih berjalan ke arah kamar mandi
Rasa bersalah muncul di dada Arsen karena akibat ulahnya Karin kini kesusahan berjalan
Karena tidak tega Arsen pun menggendong Karin ke dalam kamar mandi
"Udah turunin di sini aja" ucap Karin ia mau Arsen mengantarnya hanya sampai depan wastafel kamar mandi
"Dah kamu keluar dulu" perintah Karin namun bukannya keluar Arsen malah membuka handuk yang ia gunakan untuk menutupi pinggangnya
"Sekali ronde lagi"
"Akhhhhh" jerit Karin saat Arsen mulai mengeksekusi dirinya di kamar mandi
...****************...
...Hay jangan lupa like komen dan vote juga ya...
__ADS_1
...Baca terus episode-episode berikutnya...