Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
Kabar Bahagia Untuk Keluarga


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alea pun masih diam saja, padahal Sean terlihat sangat bahagia karena kabar kehamilan istrinya ini. Bukan suatu aib, lagian aku dan istriku kan menikah dengan sah dan anak kami juga calon anak yang sah pastinya bapaknya juga pasti jelas dong Sean yang tampan nan menawan ini.


"Apa yang kamu sedang kamu pikirkan?" tanya Sean, saat melihat sang istri terdiam dengan tatapan yang sulit di artikan.


Sean duduk di sebelah Alea, ia hendak menggenggam tangan istrinya yang mulus itu tapi belum sempat Sean melakukannya Alea buru-buru menyingkirkan tangannya dari pangkuannya.


Tatapan Sean seketika berubah menjadi buas agak geram dengan istrinya ini, kenapa dia tidak mau di sentuh?


"Kamu kenapa sih?" tanya Sean ketus.


"Aku hanya memikirkan nasib anak ini, ketika ia lahir ke dunia ini mungkin kita sudah berpisah dan kamu akan bahagia bersama dengan kekasihmu itu, aku tahu cepat atau lambat semua ini akan terjadi. Entah mengapa aku begitu bodoh, aku mau hamil anak kamu," ujar Alea dengan nada tersendu-sendu, terlihat jelas kedua manik mata Alea berkaca-kaca seperti akan menangis. Ya mungkin karena bawaan bayi juga, jadi Alea agak sensitif.


Sean beranjak dari tempat duduk, lalu ia membungkuk di hadapan Alea dan meraih kedua tangan Alea.


"Anak ini akan baik-baik saja, kamu juga akan selalu bersamanya, aku tidak akan memisahkan kamu dengan calon anak kita," kata Sean sambil mencium kecil punggung tangan Alea.


Lalu Sean mengarahkan pandangan ke mata Alea dan tatapan itu terlihat begitu tulus.


Saat buliran air mata Alea mulai membasahi kedua pipi mulusnya, dengan cepat Sean menghapus dan langsung memeluk Alea dengan erat.


Rasanya nyaman sekali, hati Alea yang tadinya tidak tenang kini berubah menjadi bahagia.

__ADS_1


****


Jam menunjukkan pukul 9 malam, seperti biasa keluarga besar Sean selalu makan malam bersama dan makan malam malam ini Sean akan memberikan kabar bahagia tentang kehamilan istrinya ini.


Kini mereka semua makan dengan tenang, semuanya menikmati makannya dengan lahap dan hanya ada bunyi deting sendok saja tanpa ada suara mengobrol.


Setelah beberapa menit dan makan malam akhirnya selesai, Sean langsung memberitahu kabar bahagia ini pada semuanya.


"Mama, Papa dan Kakek, aku punya kabar bahagia untuk kalian semua," katanya pada kedua orang tuanya dan Kakeknya.


"Katakan kabar bahagia apa?" pinta Hutama, ia sangat antusias dan tidak sabaran.


"Ada apa Sean?" sambung sang Papi.


"Mami bahagia atau tidak, Sean tidak perduli! Yang penting Sean bahagia," jawab Sean karena geram pada Maminya.


Gina tampak kesal, perasaan setelah Sean menikah dengan gadis kampung ini kok dia berani sekali padaku sih.


Padahal bukan salah Sean, Gina saja yang selalu tidak suka pada istrinya jadi Sean kesal.


"Papi, Kakek! Alea hamil," kata Sean penuh semangat.

__ADS_1


"Sungguh! Syukurlah Nak, Alea jaga calon cicit Kakek baik-baik ya, kamu tidak boleh kecapean dan harus banyak istirahat," ujar Hutama pada Alea dengan nada lembut.


"Iya Kakek, Alea akan selalu menjaga diri dengan baik," jawabanya dengan nada lembut.


"Selamat ya menantu, Sean kamu harus menjaga extra 24 jam mantu papi dan calon anaknya ya!" titah sang Papi dengan tegas pada Sean.


"Siap Papi!" Sean langsung hormat pada Papinya, rasanya bahagia sekali. Velin saja mungkin sudah Sean lupakan, ya mudah-mudahan saja!


Gina malah tampak semakin tidak suka, ucapan selamat untuk Alea saja tidak di berikan dasar Mami mertua tidak akhlak.


"Hanya hamil saja bangga," cetusnya dan Gina langsung pergi meninggalkan meja makan begitu saja.


Hutama tampak marah, tapi Papinya Sean buru-buru beranjak dari tempat duduknya.


"Didik istrimu dengan benar!" kata Hutama pada Papinya Sean.


"Iya Pa," katanya dan langsung pergi menyusul Gina masuk ke dalam kamar.


Entah apa yang akan terjadi pada Gina?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2