
"Rin lo mau makan dulu nggak" tawar Leo
Karin menggeleng menolak tawaran Leo karena tubuhnya sudah sangat lelah ia hanya ingin cepat sampai di rumah dan segera tidur
Leo mengelus kepala Karin dengan lembut, ia tidak tega melihat Karin yang terlihat begitu kelelahan
"Lo tidur aja dulu, nanti gue bangunin kalo udah sampai di rumah"
Karin pun menurut ia memejamkan matanya yang sudah mengantuk tak lama Karin pun benar-benar tertidur
______
Arsen kini sedang duduk di depan teras rumahnya, ia menunggu Karin yang tak kunjung pulang padahal kini sudah jam sepuluh malam
"Kemana anak ini" gumam Arsen khawatir
Tak lama muncul sebuah mobil hitam yang berhenti pas di depan gerbang rumah Arsen
Arsen pun sudah tau siapa pemilik mobil tersebut
"Sepertinya kini Karin semakin dekat dengan Leo" gumam Arsen lirih
Sementara itu di dalam mobil Leo kini sedang memandang wajah cantik Karin yang sedang tertidur pulas
Leo berusaha membangunkan Karin dengan menepuk pelan pipinya
"Rin hey dah sampek nih bangun"
"Rinn"
"Rinn"
Karin pun akhirnya bangun ia mengucek matanya dan melihat Leo yang ada di sampingnya
"Rin lo kalo tidur dari dulu masih kayak kebo ya, susah banget dibangunin" Karin tertawa mendengar ucapan Leo
"Yaudah gue turun dulu, makasih ya udah nganterin gue pulang"
"Iya sama-sama" Leo tersenyum tulus pada Karin
Karin pun turun kemudian ia menunggu mobil Leo pergi terlebih dahulu sebelum ia masuk ke dalam rumah
"Daaahhh hati-hati ya" ucap Karin sambil melambaikan tangannya
Setelah mobil Leo pergi Karin pun masuk dan membuka pintu gerbang rumahnya
Karin kaget saat melihat Arsen yang sedang duduk di kursi teras
"Ngapain nih orang jam segini masih duduk di luar" gumam Karin dalam hatinya
Arsen pura-pura sibuk memainkan ponselnya padahal dari tadi ia hanya menggeser-geser foto di galerinya
Karin ingin menanyakan sesuatu pada Arsen ia sudah bersiap untuk membuka mulutnya namun tidak jadi
"Emm besok aja deh" gumam Karin dalam hati
Karin pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan apapun pada Arsen
__ADS_1
Arsen menoleh kebelakang melihat Karin yang sudah naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya
Sementara itu kini Laura sedang berada di sebuah club malam ia duduk di meja bar sendirian, ia sudah menghabiskan lima gelas minuman alkohol yang membuatnya sempoyongan
"Cih kenapa wanita tua sialan itu selalu mengganggu"
"Aku akan melenyapkan wanita tua itu, sehingga tidak akan ada lagi yang bisa menganggu rencanaku untuk memiliki Arsen"
Laura sudah sangat mabuk sampai ia sudah tidak bisa berjalan, ia meletakkan kepalanya di atas meja bar
Dari jauh Daren memperhatikan Laura yang sedang mabuk, kebetulan malam ini Daren dan teman-temannya sedang berada di club yang sama dengan Laura
Awalnya Daren tidak percaya jika wanita yang sedang memesan minuman di bar adalah kekasih bosnya namun saat terus di perhatikan ternyata memang betul wanita itu adalah Laura
Daren terus menunggu seseorang datang menghampiri Laura siapa tau ia datang kesini bersama teman-temannya namun setelah di tunggu cukup lama sepertinya Laura datang ke club sendirian
Akhirnya Daren memberanikan diri mencoba menghubungi Arsen agar datang menjemput Laura yang kini sedang mabuk
Arsen baru saja masuk ke dalam kamarnya ia mengerutkan dahinya saat melihat sebuah panggilan masuk dari Daren di ponselnya
"Pak maaf saya melihat nona Laura sedang berada di club sendirian"
"Kirim lokasinya ke saya"
"Baik Pak"
Arsen buru-buru mencari kunci mobilnya ia akan segera pergi menjemput Laura
"Shitt" umpat Arsen yang tidak bisa menemukan kunci mobilnya
*Tok tok tok
"Kenapa" tanya Karin yang muncul menggunakan gaun tidurnya
"Pi-Pinjem mobil" Arsen gagal fokus melihat penampilan Karin
"Bentar" Karin berbalik mengambil kunci mobilnya di dalam meja nakas
"Nih" Karin menyodorkan kunci mobilnya pada Arsen
Belum sempat Arsen mengucapkan terimakasih Karin sudah menutup pintu kamarnya
Arsen mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di club, ia takut ada lelaki hidung belang yang akan berbuat macam-macam pada Laura
Setelah sampai club Arsen melihat Daren yang sudah berada di depan pintu masuk sambil menggendong Laura yang sudah tidak sadarkan diri
Arsen dengan cepat mengambil alih Laura dari gendongan Daren
"Terimakasih" ucap Arsen pada Daren yang sudah mau menjaga Laura
"Sama-sama Pak"
Arsen pamit pergi ia akan mengantar Laura pulang ke apartemennya
Melihat keadaan Laura yang mabuk seperti ini membuat Arsen menjadi semakin merasa bersalah
__ADS_1
Pasti karena ucapan mamanya tadi yang membuat Laura sampai seperti ini, Arsen merasa gagal menempati janjinya untuk melindungi Laura
Sampai di apartemen Arsen meletakkan tubuh Laura dengan lembut di atas tempat tidurnya , tak lupa Arsen melepaskan sepatu dan menyelimuti tubuh Laura
_______
Pagi ini Karin bangun kesiangan padahal tadi malam ia sudah memasang alarm agar bisa bangun lebih pagi
Karin melihat jam yang ada di atas nakas ternyata sekarang sudah jam sembilan padahal jam sepuluh ia ada janji dengan salah satu kliennya
Okey Karin berusaha untuk tenang masih ada waktu satu jam untuk dirinya bersiap-siap
Karin segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai Karin buru-buru pergi ke walk in closet untuk ganti baju dan memoleskan sedikit makeup di wajahnya, dan satu step lagi yang tidak boleh ketinggalan yaitu Karin harus mencatok rambutnya
"Okey perfect" ucap Karin puas melihat tampilannya di depan cermin
Masih ada waktu lima belas menit untuk Karin sampai di butiknya
"Lah kunci mobil gue mana" Karin mengobrak abrik laci nakasnya
"Arsen" Karin ingat tadi malam Arsen meminjam mobilnya
*Tok tok tok
Karin mengetuk pintu kamar Arsen namun tidak ada sahutan dari dalam
"Duhh gimana dong" Karin bingung karena kurang sepuluh menit lagi sudah jam sepuluh"
Akhirnya Karin memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Arsen
Dengan berjalan mengendap-endap Karin masuk mencari kunci mobilnya
Karin melihat Arsen yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya
"Pantesan di panggil nggak denger orang masih tidur" gumam Karin pelan
"Aishhh...." desis Karin frustasi karena tidak bisa menemukan kunci mobilnya
Karin sudah mencari di meja bahkan di dalam saku jaket Arsen yang ada di gantungan namun tidak ada
"Jangan-jangan di saku celananya lagi"
Karin pun mencoba meraba celana yang di pakai oleh Arsen, dan benar saja saat di cek kunci mobil Karin memang masih di kantongi Arsen
Pelan-pelan Karin mencoba menarik tubuh Arsen agar menjadi terlentang sehingga ia gampang mengambil kunci mobilnya tanpa membangunkan Arsen yang baru saja tidur
"Huuuuh untung nggak bangun" gumam Karin dengan suara berbisik
Karin dengan hati-hati meraba saku celana depan Arsen
Namun Karin terkejut saat tangan Arsen tiba-tiba menangkap tangannya
"Anjir mampus gue"
__ADS_1