Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 51 Dua hati


__ADS_3

Sebuah mobil sport mewah berwarna hitam berhenti di depan sebuah toko bunga yang cukup terkenal


Arsen keluar dari dalam mobil menggunakan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya


"Ada yang bisa saya bantu" ucap sang pegawai toko menyambut kedatangan Arsen


"Saya mau bucket bunga yang paling bagus buat istri saya"


Pegawai toko itu pun tersenyum mendengar ucapan Arsen


"Mau pakai bunga apa pak untuk bucketnya, biasanya customer yang lain menggunakan bunga mawar merah untuk kekasihnya" jelas sang pegawai toko pada Arsen


"Jangan mawar saya nggak suka" ucap Arsen dengan ketus


Sebenarnya bukan karena tidak suka Arsen menolak menggunakan mawar karena ia tidak mau memberikan bucket bunga yang sama seperti yang di berikan Leo pada Karin waktu itu


"Saya mau bunga tulip saja" putus Arsen


"Baik mohon tunggu sebentar ya" ucap sang pegawai toko lalu pergi untuk menyiapkan pesanan Arsen


Selagi menunggu pesanannya Arsen duduk di sofa sambil memeriksa pesan email yang masuk di dalam ponselnya


"Permisi ini bucketnya sudah selesai"


Arsen pun langsung berdiri menghampiri sang pegawai toko tersebut


"Bagus saya suka" ucap Arsen begitu melihat bucket bunga yang ada di depannya


"Ini" Arsen mengeluarkan sepuluh lembar uang berwarna merah lalu ia berikan kepada pegawai toko bunga tersebut


"I-ini kebanyakan pak"


Pegawai toko itu pun ingin mengembalikan lebihan uang yang sudah di berikan oleh Arsen


"Kembaliannya buat kamu" ucap Arsen lalu pergi dan masuk ke dalam mobilnya



Arsen dengan hati-hati meletakkan bucket bunga di kursi sebelahnya agar tida rusak


__


Hari sudah menjelang malam sebentar lagi sudah waktunya butik Karin untuk tutup


Di atas meja kerjanya Karin kini masih sibuk menyelesaikannya semua pekerjaannya


*Tok tok tok


"Iya masuk" sahut Karin tanpa melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangannya


Sebuah bucket bunga tulip merah berukuran besar tiba-tiba menutupi lembar pekerjaan Karin di atas meja


Karin pun mendongak melihat siapakah orang yang kini sedang menyodorkan bucket bunga di depan wajahnya

__ADS_1


"Buat apa" tanya Karin dengan wajah polosnya


"Lalapan" ucap Arsen ngasal


"ini hadiah sebagai ucapan terimakasih karena kamu udah mau nolongin aku kemarin" jelas Arsen


"Yaudah makasih" Karin pun mengambil bucket bunga tulip tersebut


Karena Arsen sudah datang untuk menjemputnya Karin pun membereskan semua alat kerjanya dan bersiap untuk pulang


"Mau mampir ke rumah mama ku nggak" tawar Arsen sambil menyenderkan punggungnya di atas sofa


"Boleh"


Mereka berdua pun berjalan bersama keluar dari dalam ruangan kerja Karin


______


Sampai di rumah orang tuanya Arsen menggandeng tangan Karin untuk masuk ke dalam


"Aaaa... ya ampun mantu mama akhirnya datang kesini" sambut Felicia saat melihat kedatangan menantu kesayangannya ke rumah


Fernando keluar dari dalam kamar ketika mendengar suara heboh istrinya


"Waahhh anak-anak papa, gimana kabar kalian berdua"


"Baik pa" jawab Arsen singkat


"Kalian berdua belum makan kan, ayo kita makan malam bareng, mama seneng banget kalian berdua main ke sini" sahut Felicia


"Ayo ma, Karin bantuin buat siapin makan malam" ucap Karin dengan antusias


Felicia sangat senang ia pun dan menantunya pergi ke dapur untuk memasak


Sementara itu Arsen dan Fernando kini pergi ke ruang tamu untuk membicarakan beberapa urusan kantor


"Arsen"


"Kenapa pa" Arsen mengerutkan keningnya menerka-nerka apa yang akan di katakan oleh papanya


"Papa harap kamu bisa mencintai Karin dengan tulus bukan hanya sekedar untuk mendapatkan harta warisan dari papa"


"Maksudnya pa" Arsen tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Fernando


"Papa tau semuanya Arsen, kamu masih berhubungan dengan Laura kan?"


*Deg


Dada Arsen seperti berhenti berdetak mendengar pengakuan Fernando padanya


"Selama ini papa diam bukan karena papa nggak tau Arsen, semua gerak gerik kamu tanpa sadar selalu papa awasi"


Sikap tenang Fernando saat marah seperti ini membuat Arsen semakin takut pada papanya

__ADS_1


"Papa beri kamu kesempatan untuk mengakhiri hubungan kamu dengan Laura, tapi kalo kamu masih kekeh berhubungan dengan Laura, papa yakin kamu tau papa bisa melakukan apapun untuk menghilangkan Laura dari hidup kamu" Ancam Fernando


"Iya pa" jawab Arsen singkat ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang


Arsen tau jika Fernando tidak akan pernah main-main dengan ucapannya ia bisa dengan mudah menyakiti Laura


______


Selesai makan Arsen mengajak Karin untuk pamit pulang


Di dalam mobil Karin menyadari sikap Arsen yang berubah menjadi pendiam padahal tadi saat berangkat dari butik Arsen terus mengajaknya bicara


"Lo kenapa"


"Gapapa" jawab Arsen singkat


Mungkin suasana hati Arsen sedang tidak baik sekarang sehingga Karin memutuskan untuk tidak menganggu Arsen ia memilih melihat pemandangan di luar jendela


Sesampainya di rumah Arsen pun keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Karin sendirian yang masih berada di dalam mobil


Karin bingung dengan Arsen padahal barusan ia terlihat senang tapi sekarang tiba-tiba menjadi pendiam


Arsen tidak langsung masuk ke dalam kamar ia malah berjalan menuju roof top lantai paling atas rumahnya, kini Arsen membutuhkan udara segar untuk menjernihkan pikirannya


Mulut Arsen menyedot satu batang rokok yang ia keluarkan dari saku celananya


Merokok merupakan kebiasaan Arsen yang sering ia lakukan ketika isi kepalanya sedang kacau


Sejujurnya kini Arsen mulai memiliki rasa pada Karin tapi dalam waktu bersamaan ia tidak mau kehilangan Laura


Perasaan yang ada di hati Arsen membuat pikirannya kacau ia bingung harus bagaimana sekarang


Apalagi kedua orang tuanya kini sudah mengetahui hubungannya bersama Laura


"Arsen" panggil Karin yang menyusul Arsen ke atas roof top


"Lo kenapa sih padahal tadi gapapa kenapa tiba-tiba jadi diem gini"


Arsen pun membalikkan badannya menghadap ke arah Karin ia menatap mata Karin dengan tatapan sayu


Tidak ada kata yang di ucapkan oleh Arsen ia hanya diam sambil menatap wajah Karin


"Lo kalo ada apa-apa bilang aja jangan di pendem sendiri"


"Kalo mau cerita ke gue juga gapapa dari pada lo diem terus kayak gini" sambung Karin


Baru saja Karin ingin melanjutkan ucapannya namun tiba-tiba Arsen dengan cepat ******* bibirnya


Mata Karin terbelalak ia berusaha untuk mendorong dada Arsen agar menjauh dari tubuhnya


Otot tubuh Arsen yang kekar dengan mudah menahan semua perlawanan dari Karin


Setelah di rasa perlawanan Karin mulai mengendur Arsen pun semakin menekan tengkuk leher Karin untuk memperdalam ciumannya

__ADS_1


Arsen ******* bibir Karin dengan lembut untuk menyalurkan semua perasaan yang ada di dalam hatinya


__ADS_2