
Sebuah mobil sport mewah berwarna hitam berhenti di depan sebuah toko bunga yang cukup terkenal
Arsen keluar dari dalam mobil menggunakan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya
"Ada yang bisa saya bantu" ucap sang pegawai toko menyambut kedatangan Arsen
"Saya mau bucket bunga yang paling bagus buat istri saya"
Pegawai toko itu pun tersenyum mendengar ucapan Arsen
"Mau pakai bunga apa pak untuk bucketnya, biasanya customer yang lain menggunakan bunga mawar merah untuk kekasihnya" jelas sang pegawai toko pada Arsen
"Jangan mawar saya nggak suka" ucap Arsen dengan ketus
Sebenarnya bukan karena tidak suka Arsen menolak menggunakan mawar karena ia tidak mau memberikan bucket bunga yang sama seperti yang di berikan Leo pada Karin waktu itu
"Saya mau bunga tulip saja" putus Arsen
"Baik mohon tunggu sebentar ya" ucap sang pegawai toko lalu pergi untuk menyiapkan pesanan Arsen
Selagi menunggu pesanannya Arsen duduk di sofa sambil memeriksa pesan email yang masuk di dalam ponselnya
"Permisi ini bucketnya sudah selesai"
Arsen pun langsung berdiri menghampiri sang pegawai toko tersebut
"Bagus saya suka" ucap Arsen begitu melihat bucket bunga yang ada di depannya
"Ini" Arsen mengeluarkan sepuluh lembar uang berwarna merah lalu ia berikan kepada pegawai toko bunga tersebut
"I-ini kebanyakan pak"
Pegawai toko itu pun ingin mengembalikan lebihan uang yang sudah di berikan oleh Arsen
"Kembaliannya buat kamu" ucap Arsen lalu pergi dan masuk ke dalam mobilnya
Arsen dengan hati-hati meletakkan bucket bunga di kursi sebelahnya agar tida rusak
__
Hari sudah menjelang malam sebentar lagi sudah waktunya butik Karin untuk tutup
Di atas meja kerjanya Karin kini masih sibuk menyelesaikannya semua pekerjaannya
*Tok tok tok
"Iya masuk" sahut Karin tanpa melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangannya
Sebuah bucket bunga tulip merah berukuran besar tiba-tiba menutupi lembar pekerjaan Karin di atas meja
Karin pun mendongak melihat siapakah orang yang kini sedang menyodorkan bucket bunga di depan wajahnya
__ADS_1
"Buat apa" tanya Karin dengan wajah polosnya
"Lalapan" ucap Arsen ngasal
"ini hadiah sebagai ucapan terimakasih karena kamu udah mau nolongin aku kemarin" jelas Arsen
"Yaudah makasih" Karin pun mengambil bucket bunga tulip tersebut
Karena Arsen sudah datang untuk menjemputnya Karin pun membereskan semua alat kerjanya dan bersiap untuk pulang
"Mau mampir ke rumah mama ku nggak" tawar Arsen sambil menyenderkan punggungnya di atas sofa
"Boleh"
Mereka berdua pun berjalan bersama keluar dari dalam ruangan kerja Karin
______
Sampai di rumah orang tuanya Arsen menggandeng tangan Karin untuk masuk ke dalam
"Aaaa... ya ampun mantu mama akhirnya datang kesini" sambut Felicia saat melihat kedatangan menantu kesayangannya ke rumah
Fernando keluar dari dalam kamar ketika mendengar suara heboh istrinya
"Waahhh anak-anak papa, gimana kabar kalian berdua"
"Baik pa" jawab Arsen singkat
"Kalian berdua belum makan kan, ayo kita makan malam bareng, mama seneng banget kalian berdua main ke sini" sahut Felicia
"Ayo ma, Karin bantuin buat siapin makan malam" ucap Karin dengan antusias
Felicia sangat senang ia pun dan menantunya pergi ke dapur untuk memasak
Sementara itu Arsen dan Fernando kini pergi ke ruang tamu untuk membicarakan beberapa urusan kantor
"Arsen"
"Kenapa pa" Arsen mengerutkan keningnya menerka-nerka apa yang akan di katakan oleh papanya
"Papa harap kamu bisa mencintai Karin dengan tulus bukan hanya sekedar untuk mendapatkan harta warisan dari papa"
"Maksudnya pa" Arsen tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Fernando
"Papa tau semuanya Arsen, kamu masih berhubungan dengan Laura kan?"
*Deg
Dada Arsen seperti berhenti berdetak mendengar pengakuan Fernando padanya
"Selama ini papa diam bukan karena papa nggak tau Arsen, semua gerak gerik kamu tanpa sadar selalu papa awasi"
Sikap tenang Fernando saat marah seperti ini membuat Arsen semakin takut pada papanya
__ADS_1
"Papa beri kamu kesempatan untuk mengakhiri hubungan kamu dengan Laura, tapi kalo kamu masih kekeh berhubungan dengan Laura, papa yakin kamu tau papa bisa melakukan apapun untuk menghilangkan Laura dari hidup kamu" Ancam Fernando
"Iya pa" jawab Arsen singkat ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang
Arsen tau jika Fernando tidak akan pernah main-main dengan ucapannya ia bisa dengan mudah menyakiti Laura
______
Selesai makan Arsen mengajak Karin untuk pamit pulang
Di dalam mobil Karin menyadari sikap Arsen yang berubah menjadi pendiam padahal tadi saat berangkat dari butik Arsen terus mengajaknya bicara
"Lo kenapa"
"Gapapa" jawab Arsen singkat
Mungkin suasana hati Arsen sedang tidak baik sekarang sehingga Karin memutuskan untuk tidak menganggu Arsen ia memilih melihat pemandangan di luar jendela
Sesampainya di rumah Arsen pun keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Karin sendirian yang masih berada di dalam mobil
Karin bingung dengan Arsen padahal barusan ia terlihat senang tapi sekarang tiba-tiba menjadi pendiam
Arsen tidak langsung masuk ke dalam kamar ia malah berjalan menuju roof top lantai paling atas rumahnya, kini Arsen membutuhkan udara segar untuk menjernihkan pikirannya
Mulut Arsen menyedot satu batang rokok yang ia keluarkan dari saku celananya
Merokok merupakan kebiasaan Arsen yang sering ia lakukan ketika isi kepalanya sedang kacau
Sejujurnya kini Arsen mulai memiliki rasa pada Karin tapi dalam waktu bersamaan ia tidak mau kehilangan Laura
Perasaan yang ada di hati Arsen membuat pikirannya kacau ia bingung harus bagaimana sekarang
Apalagi kedua orang tuanya kini sudah mengetahui hubungannya bersama Laura
"Arsen" panggil Karin yang menyusul Arsen ke atas roof top
"Lo kenapa sih padahal tadi gapapa kenapa tiba-tiba jadi diem gini"
Arsen pun membalikkan badannya menghadap ke arah Karin ia menatap mata Karin dengan tatapan sayu
Tidak ada kata yang di ucapkan oleh Arsen ia hanya diam sambil menatap wajah Karin
"Lo kalo ada apa-apa bilang aja jangan di pendem sendiri"
"Kalo mau cerita ke gue juga gapapa dari pada lo diem terus kayak gini" sambung Karin
Baru saja Karin ingin melanjutkan ucapannya namun tiba-tiba Arsen dengan cepat ******* bibirnya
Mata Karin terbelalak ia berusaha untuk mendorong dada Arsen agar menjauh dari tubuhnya
Otot tubuh Arsen yang kekar dengan mudah menahan semua perlawanan dari Karin
Setelah di rasa perlawanan Karin mulai mengendur Arsen pun semakin menekan tengkuk leher Karin untuk memperdalam ciumannya
__ADS_1
Arsen ******* bibir Karin dengan lembut untuk menyalurkan semua perasaan yang ada di dalam hatinya