
Aku hannya ingin tahu siapa gadis itu?tapi jika memang kamu tidak mau memberitahunya ya sudah tidak masalah!"ucap Nadya.
"Baiklah,dia adalah gadis yang selama ini aku cintai.Hannya saja kami berteman,sebab itulah dia pernah menolakku.Tapi,aku tidak akan kecewa lalu berniat meninggalkannya justru aku berusaha untuk membuatnya semakin tertarik,tapi sayangnya aku tidak mengerti kenapa hatinya sekali tidak luluh padahal kami begitu akrab dan sangat dekat.Disaat hati ini ingin memiliki,disitupula gadis yang amat kusukai ini hilang begitu saja tanpa jejak.Beberapa kali aku mencarinya,tapi sia -sia.Ya begitulah,sangat tragis bukan ?Adam mencoba tetap tegar dengan gaya yang santai.
"Wah,benar-benar tragis.Ternyata nasib kita tidak jauh beda.Sama-sama ditolak."Sahut Nadya.
"Ya sudahlah apa boleh buat?toh dia bahagia dengan pilihannya lalu kita bisa apa?kita hannya bisa pasrah dan ternsenyum dengan kebahagiaan mereka.Tapi tidak apa-apa ,walaupun terasa sulit untuk merelakan perasaan ini.Aku bisa mengenang dirinya sebagai seorang ratu yang sulit untuk digenggam yang pernah singgah di singgasana kerajaan hatiku.Ucap Adam dengan penuh ketulusan sembari tersenyum menatap kearah Claire.
Namun,beda halnya dengan Nadya,yang justru tidak suka mendengar kata pasrah dari Adam.Hingga bathinya berkata.Meskipun kamu merelakan kehilangan Claire,tapi tidak dengan diriku.Aku tidak akan bisa melupakan Adrian begitu saja dan tidak akan rela dia bersama wanita lain,hannya aku yang pastas duduk bersanding dengan Adrian. Aku harus menjadi miliknya Adrian,walaupun dengan cara harus menyakiti hati wanita yang dicintai Adrian.
Disaat mereka dilema dengan perasaan masing-masing,kemacetanpun mulai berkurang ,mobil lain mulai berjalan .
Disisi lain,Adrian merasa lega setelah menghadapi kemacetan yang panjang.Ia lalu membawa Claire ketempat pengobatan kakinya,setibanya di sana Claire melakukan berbagai pengobatan akhirnya Claire bisa sedikit berjalan,meskipun masih dibantu.
Setelah selesai berobat,mereka langsung melakukan fitting baju,sesuai dengan kesepakatan semula hingga akhirnya selesai.
__ADS_1
Seminggu kemudian,para tamu undangan sudah memadati ruangan mesjid sebagi tempat ijab kabul.Putra pertama dari keluarga Ricardo.Dari pihak wanita dihadiri pula oleh Paman dan Tante serta ibunda bersama adik semata wayang Claire yaitu Tina.Tina tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun. Tante Nindi sangat antusias sekali menyambut pernikahan Claire dengan Adrian,bagaimana tidak?Adrian adalah seorang anak dari keluarga miliader.
Seorang gadis cantik sedang melangkah dengan ayu menuruni anak tangga satu persatu,semua netra tertuju kepada pengantin wanita.Penampilan Claire saat itu memang sangat berbeda dengan kesehariannya,dengan balutan baju pengantin nan mewah serta riasan wajah yang sempurna,setiap mata yang menatap akan sulit untuk berpaling.Adrian sangat sulit untuk memalingkan wajahnya,tatapannya begitu lekat kepada Claire hingga sulit untuk berkedip.
Ijab kabul telah terlaksana,semua orang orang telah serentak menyebutkan sah.Itu bertanda aku kini telah resmi menjadi istri dari Adrian Ricardo pria kaya yang arrogant sekaligus putra konglomerat ternama dikotanya.
"Tetesan air mata tak terasa telah jatuh membasahi pipi ini,Adrian mencoba mencium kening ini sebagai tanda bahwa kami telah sah menjadi suami istri.Claire mencoba tetap tegar dan selalu menampilkan senyuman walaupun hati tak seirama dengan senyuman.Tapi disaat itupula Adrian tidak sengaja melihat tetesan bulir bening berlahan mengalir dibalik wajah cantik istrinya.
Kenapa dia menangis disaat aku mencium keningnya?padahal ciuman dariku adalah harapan dari semua wanita cantik diluar sana yang ingin mendapatkannya dariku,namun bebeda dengan Claire yang justru tidak menginginkannya.Bathin Adrian masih merasa heran dan melepas kecupan itu.
Acara pernikahanpun berakhir,Celo sebagai adik dari Adrian tidak berniat untuk memberikan selamat kepada kakaknya.Justru dia pergi berlalu meninggalkan pernikahan kakaknya,disaat semua orang bersalaman dengan kedua mempelai dan memberikan ucapan selamat.
Namun, disaat langkahnya kedepan tidak sengaja seorang wanita mendengar ucapannya.Wanita itu tak lain adalah Nadya,ia sedang membuang aiar kecil.Karena penasaran Nadya mengikuti arah langkah dari Celo ,hingga akhirnya Celo menyadari ada yang mengekornya dari belakang dengan tangkas Celo menarik tangan Nadya dan mengunci tangan kanannya seketika wanita itu meringis kesakitan dan menatap ke arah Celo dengan tatapan sinis sambil menyunggingkan bibirnya sebelah kanan.
Mau apa kamu?dan untuk apa kamu mengekoriku dari belakang?!bentak Celo dengan nada yang ketus.
__ADS_1
"Nadya tersenyum,lalu ia menjawab ,santai dulu kak,jangan kebawa emosi..aku gag bermaksud buruk!"perkenalkan namaku Nadya,dan kamu pasti adiknya Adrian kan?oh ya,aku sudah mendengar semua ucapanmu tadi,sepertinya kamu tidak suka dengan pernikahan kakakmu dengan Claire.Tapi jangan khawatir asalkan......!gumam Nadya sambil mengangkat salah satu alisnya.
"Asalkan apa?cepat katakan dengan jelas ?"tanya Celo yang tidak ingin berbelit belit.kamu langsung kepointnya aja.
Asalkan kamu mau menjadi partnerku,bagaimana kamu setuju?"pinta Nadya,sampai membuat Celo benar -benar kebingungan.
Apa maksudmu ?"jika kamu Hannya ingin bicara yang tidak jelas maka aku akan pergi ,dan aku pastikan kamu tidak akan bisa mengancamku,ketus Celo dengan nada suara yang agak meninggi.
"Ayolah kakak,aku tidak bermaksud bertele-tele.Bagaimana kalau kita bekerjasama untuk membuat mereka berdua hancur ?"bukankah kamu memiliki dendam dengan kakakmu sendiri.Bukan Nadya namanya kalau tidak bertindak sesuai dengan keinginannya,sebagaimana kita ketahui Nadya adalah perempuan yang licik,ambisius dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya.
"Aku tidak mau bekerjasama dengan dirimu,karna aku belum mengenal siapa kamu,dan lupakanlah apa yang sudah kamu dengar ."Ucap Celo sambil melepaskan tangan Nadya yang ia tahan.
"oh gampang kok,aku akan mudah melupakan semua ucapanmu asalkan kamu mau bekerjasama denganku ,kamu tidak akan rugi ,bahkan kita akan sama-sama diuntungkan dengan kerjasama ini.Asalkan kita bisa mengatur strategi yang jitu.
Kemarilah,akan kubisikkan sesuatu."Ucap Nadya sambil merangkul pundak Celo.
__ADS_1
"Apa wanita ini bisa dipercaya?aku bahkan belum mengenalnya.Apakah aku harus bekerjasama dengannya?tapi jika ditimbang begitu dalam,wanita ini bisa juga diajak bekerjasama,lantaran aku juga tidak suka dengan Adrian yang diam-diam menikahi seorang gadis yang selama ini aku tidak suka,ditambah lagi dengan kata-kata Adrian yang arrogant dan bernada mengancam membuatku muak dengannya.Kalau mengingat kiranya kami tidak saudara kandung,akan ku lenyapkan dia sekarang juga.Bathin Celo disaat menimbang pendapat Nadya.
"Iapun melirik kearah Nadya ,lalu berkata.aku setuju dengan idemu,tapi aku tidak mau jika idemu sampai mencelakai mereka berdua,sebenci -bencinya aku tidak akan pernah tega mencelakai saudara kandungku.Seandainya kamu Sampai mencelakai mereka berdua,kamu akan berurusan denganku !"jadi bisikan sekarang apa yang akan menjadi idemu?".