Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
episode 12.Claire Bertemu Mertua


__ADS_3

Claire hannya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata,ia tidak ingin bannyak bicara.Lalu pelayan -pelayan yang ada dirumah Adrian mengeluarkan pakaian nan indah.


Dengan langkah kaki yang amat berat,Claire pergi keluar dari kamar,netra nya menatap dengan tatapan yang kosong.Hatinya terasa hampa tak ada lagi sinar kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya yang cantik.


Tak berselang lama datanglah pelayan Adrian membawakan gaun-gaun nan indah ,semua akan diperlihatkan pada Claire untuk dipakai.


Claire ini gaunnya silahkan pilih sesuai dengan seleramu,seraya pelayan tersebut menyerahkan pilihan kepada Claire.


Kali ini Claire tidak lagi membantah,ia berusaha untuk patuh apa yang diucapkan oleh pelayan,dengan senyum terpaksa Claire meraih baju yang berwarna Biru yang tak berlengan.Bak Cinderella Claire mencoba memakai gaun yang indah tersebut dan membawanya kekamar,setiba dikamar ia menatap bayangannya dicermin,ia sendiri tak berkedip melihat dirinya sendiri.


Kamu begitu cantik Claire dan membuat semua lelaki akan terpana melihatmu,kamu wanita yang sangat manis serta tatapanmu yang tajam mampu meluluhlantakkan setiap netra yang melihat.Bathinku berusaha memuji diri sendiri


Tapi apalah guna kecantikan ini,didalam hancur berkeping-keping!.lirihku dengan nada yang kecewa.


Saat asyik berputar-putar didepan cermin,klek!terdengar suara pintu yang dibuka dari luar.Claire cepat-cepat duduk dan menjauh dari cermin.


Adrian memasuki kamarnya untuk memastikan apakah Claire sudah selesai memakai pakaiannya.Senyuman bahagia tampak jelas di wajah Adrian dikala melihat Claire,iapun mendekati Claire,walaupun Claire masih tertunduk karna ketakutan.


'Bagus,kalau menurut seperti ini,jadinya aku tidak perlu marah-marah.Kalau begitu tinggal satu langkah lagi yaitu pakai make-up agar lebih fresh dan manis.Dan ingat lakukan apa yang telah aku katakan tadi jangan sampai lupa.Ucap Adrian sambil mengusap pipi Claire.


"Aku akan mengingatnya, Tuan "sahut Claire dengan menundukkan kepalanya.


Bagus orang yang akan menghiasi akan segera datang,jadi jangan bannyak tingkah aku akan menunggu diluar ,ucap Adrian sambil keluar dari kamar Claire.


Orang yg ang menghias Claire pun datang,penata rias itu mulai merias Claire.


Permisi nyonya,perkenankan saya untuk mempoles wajah nyonya menjadi cantik,seraya penghias tersebut menatapku dengan wajah yang ramah.


Silahkan mba,ucapku membalas perkataan pengrias tersebut.

__ADS_1


'Nyonya ,apakah anda akan menikah dengan tuan Adrian?"kata penata rias seraya melakukan percobaan.


"Entahlah,aku tidak tau mba!sahut Claire emang sengaja tidak mau bannyak bicara.


Saya melihat matamu bengkak,pasti kebannyakan nangis,tapi nyonya gag perlu khawatir.Saya tau bagaimana karakter tuan,dia hannya tidak suka dibantah,apapun yang ia katakan kita harus cepat melaksanakan.Tapi sebenarnya tuan orang yang baik dan royal, bahkan kami selalu mendapatkan tunjangan dari hasil kami bekerja, selama kami tidak membantah.Lanjut penata rias tersebut.


Lalu mengapa dengan diriku ?",tuan sangat angkuh dan sombong disaat bicara denganku serta sangat kasar .Gumam Claire penuh keheranan setelah mendengar penuturan dari penata riasnya.


Alahh Nyonya, itu mah hannya tampilan luarnya aja,dan saya yakin Nyonya orang yang lemah lembut dan baik.Sepertinya tuan sengaja memilih Nyonya sebagai pendamping hidupnya.Oh ya asal Nyonya tau,menurut yang saya dengar semenjak bertemu dengan nyonya tuan lebih bannyak bicara dan banyak tersenyum.


Dulu sebelum tuan bertemu dengan nyonya,tuan itu orangnya sangat pelit dalam berkata-kata,sanking pelitnya saya sangat jarang mendengar bagaimana suara tuan.Tuan berbicara untuk hal yang penting-penting saja Nyon.Kalaupun berbicara itupun cuma sepatah atau dua patah kata, tatapannya juga sangat dingin.Tapi semenjak Nyonya ada disini Tuan sudah mulai berubah dan tidak memasang wajah dingin lagi.Ucap penata rias dengan panjang lebar.


"Terima kasih mba sudah mau berbicara denganku,kupikir semua yang tinggal disini menyebalkan tapi ternyata mba tidak


seperti mereka yang sangat angkuh dan sombong.Ucap Claire membalas perkataan penata rias dengan senyuman.


Oh ya !" nyonya,saya sarankan nyonya harus lebih mendekatkan diri pada keluarga Tuan,itu merupakan salah satu cara agar nyonya bisa dianggap oleh tuan muda.


Kalau boleh tau mba nya tinggal disini ya?nampaknya mba tau bannyak tentang tuan!


'Gag nyonya,saya tidak tinggal disini.Cuman saya menjadi tangan kanan dari tuan jika tuan membutuhkan jasa perias dari saya.


oowh gitu ya?!sambil mengangguk tersenyum.


Beberapa saat kemudian,Claire telah selesai dirias,ia sudah tampil begitu cantik,mba perias langsung menyuruh Claire berkaca dan melihat hasilnya.


Setelah asyik berkaca ,Adrian datang mengetok pintu dibalik kamar..


tok..tok..tokk

__ADS_1


Claire apakah kamu sudah siap dihias?


mba buka pintunya mba!


iiii- ya tuan Claire sudah siap tuan!


silhkan masuk aja tuan pintunya gag dikunci,dengan segera Adrian masuk kekamar dimana Claire berhias,setelah masuk tatapan mata Adrian langsung terpana dengan keindahandan kecantikkan wajah Claire bak Cinderella yang datang dari dunia dongeng,mata Adrian tidak berkedip sedikitpun,Adrian terus memandangi Claire ,membuat Claire jadi Malu dan salah tingkah.


Dia benar-benar sempurna.Entah wanita ini seorang bidadari yang Tuhan kirimkan untukku,kecantikkannya tidak membuatku bosan melihatnya secara terus menerus.


Ah sial!"apa yang sedang kupikirkan,anganku sempat melayang jauh.Bathinku


Lamunannya buyar,ketika Claire pindah haluan ketempat lain.Kemudian Adrian mendekati bidadarinya.


Apa sudah siap?"tannya Adrian dengan tatapan yang tajam.


"Claire menganggukkan kepalanya bertanda mengiyakan perintah dari Adrian tanpa menjawab.Adrian langsung menggandeng tangan Claire,dan membawanya kemobil.Claire sedikit terkejut dengan sikap Adrian yang berani mengandeng tangannya.


Namun perasaan tersebut berusaha ditutupi agar Adrian tidak sewot dan marah-marah,untuk sementara ini aku terpaksa mengikuti alur permainan dari pria angkuh ini.Gumam Claire dengan perasaan tidak nyaman.


Adrian langsung mengandeng tangan Claire,dan membawanya masuk kedalam mobil yang sudah stanby di depan rumah.Mereka duduk di bangku kedua sebab pak sopir udah duduk di bangku pengemudi.


Tidak ada perbincangan sedikitpun,Claire menatap kesudut ruangan yang ada di dalam mobil dengan tatapan yang kosong ,tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Sampai akhirnya Adrian merasa bosan melihat Claire yang selalu diam dan tidak bersuara,entah kenapa ia ingin memulai pembicaraan agar suasana tidak terlalu tegang.


Em,oh ya Claire.Jangan lupa


nanti saat bertemu dengan keluargaku tidak perlu bannyak bicara.mengenai siapa indentitasmu biar aku yang akan menjawabnya"ungkap Adrian terus berulang kali.

__ADS_1


"Baik, Tuan.Saya paham dengan apa


yang sudah anda katakan.Membuat Claire agak geram dengan sikap Adrian yang termasuk nyinyir dan sewot.


__ADS_2