Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 71 Jatah pagi


__ADS_3

Pagi pun tiba sinar matahari mulai menerobos masuk melewati celah celah jendela, Karin masih tertidur pulas di dalam pelukan suaminya yang membuat tidurnya sangat nyaman


Arsen yang sudah terbangun terlebih dahulu memandangi wajah ayu istrinya yang masih terpejam, dalam hati Arsen merasa sangat kecewa dan merutuki kebodohannya sehingga membuatnya harus melakukan kesalahan besar yang tak ia sengaja


Karin mulai menggeliat dan mengerjapkan matanya ia tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang ada di depannya


"Pagi sayang" ujar Arsen menciumi pipi istrinya


"Ihhh geli tau" Karin tertawa ia mencoba menjauhkan wajahnya dari bibir suaminya


Namun Arsen malah semakin mengeratkan pelukannya kepalanya semakin tenggelam di ceruk leher istrinya


"Sayang udah"


Arsen menatap istrinya dengan mata berbinar seperti tidak percaya


"Apa kamu panggil aku apa tadi" ujar Arsen membuat Karin menutupi wajahnya


"Ayo sayang kamu panggil aku apa tadi hmmm" Arsen membuka tangan istrinya


"Emang gak boleh aku panggil gitu" Karin mengerucutkan bibirnya


"Boleh, boleh banget malah sayang ku cinta ku" Arsen semakin mengeratkan pelukannya ia mengendus wangi istrinya yang membuatnya candu


"Udah ah aku mau mandi" Karin melepaskan tangan suaminya yang kini memeluknya


Karin beranjak dari tempat tidur namun Arsen dengan cepat menarik tangan Karin hingga membuatnya jatuh kembali ke pelukan suaminya


"Tunggu lima belas menit lagi sayang, aku masih kangen" rengek Arsen sambil terus mencium pundak istrinya


"Mas ini udah jam berapa? nanti kamu telat ke kantor" Karin mengelus kepala suaminya yang kini menjadi begitu manja seperti anak kecil


"Aku malas ke kantor, aku mau meluk kamu kayak gini aja seharian"


"Ihhh kok seenaknya gitu sih"


"Aku kan bosnya jadi bebas mau masuk kerja apa enggak" ujar Arsen membuat Karin memutar bola matanya malas suaminya kadang-kadang memang suka seenaknya


"Ih mas awas aku mau mandi" Karin mencoba keluar dari pelukan suaminya


"Barengan yuk" ucap Arsen menaik turunkan alisnya


"Ihhhh apaan sih nggak mau ah"


Karin terkejut saat Arsen tiba-tiba menggendongnya ke dalam kamar mandi


"Yang nggak mau nanti lama kalo sama kamu"


Arsen menurunkan tubuh Karin di bawah shower


"Kamu keluar aku mau mandi dulu" ujar Karin menyuruh suaminya pergi


Tapi bukannya pergi Arsen malah langsung melepas kaos yang ia gunakan


Melihat itu pun Karin mengalihkan pandangannya ke arah lain ia berusaha menutupi wajahnya yang kini sudah merah merona melihat dada suaminya


"Eyy ngapain di tutup sayang" Arsen meraih tangan Karin lalu ia sengaja meletakkan di dadanya

__ADS_1


"Kamu keluar dong aku mau mandi" cicit Karin dadanya sudah deg-degan tidak karuan ia tidak berani menatap wajah suaminya


Arsen terkekeh melihat wajah malu-malu istrinya


"Kamu mau ngapain" ujar Karin waspada saat Arsen perlahan mendekat mengikis jarak diantara mereka berdua


Karin berusaha untuk kabur tapi tangan Arsen dengan cepat mengurungnya di tembok


Pandangan mereka berua saling beradu Arsen menelan saliva nya tidak tahan melihat bibir pink istrinya


"Aku-"


Belum sempat Karin menyelesaikan ucapannya Arsen dengan cepat menyambar mulut istrinya


Arsen tersenyum saat Karin ikut membalas ciumannya, tangan Arsen semakin menekan tengkuk Karin agar ciuman mereka semakin dalam


Karin mendorong dada bidang Arsen saat merasakan nafasnya yang sudah hampir habis


Arsen berpindah menciumi leher istrinya ia meninggalkan banyak bekas yang cukup banyak di sana


Setelah puas tangan Arsen kini berpindah meremas dua gunung kembar milik Karin


"Akhh..." sebuah lenguhan tanpa sengaja keluar dari mulut Karin membuat Arsen semakin menggila


Karin melotot saat tangan Arsen dengan gampangnya merobek pakaian yang ia gunakan


Arsen tampak tidak sabaran menyingkirkan pakaian yang digunakan istrinya


Mata Arsen berbinar melihat istrinya yang kini sudah tidak memakai apapun


"Ohh ****" Arsen mengumpat melihat pemandangan tubuh molek istrinya


"Jangan di tutup sayang ini semua milik ku" Arsen menenggelamkan kepalanya di dada Karin


Arsen melepas celana yang ia gunakan ia langsung membuangnya sembarang


Karin ngeri melihat senjata Arsen yang tercetak begitu besar di balik boxer


Sambil terus menghisap gundukan kenyal yang menjadi favoritnya Arsen menuntun tangan Karin untuk menyentuh senjata miliknya yang sudah sangat mengeras


"ekkhhmmm" Arsen mengerang saat tangan Karin yang lembut menyentuh ujung senjatanya


"Sayang aku udah nggak kuat"


Arsen dengan cepat membalik badan istrinya sehingga menjadi memunggunginya


"Akhhhh" Jerit Karin saat tangan Arsen memasukkan miliknya


Racauan Karin terus membuat Arsen semakin menggila sampai akhirnya mereka berdua mendapatkan kenikmatan yang luar biasa


~


Setelah selesai melakukan kegiatan mereka di kamar mandi Karin turun ke lantai bawah untuk membantu mamanya yang sedang sibuk di dapur


Serangan fajar dari Arsen membuat Karin sampai lupa jika ia kini masih berada di rumah mamanya


"Pagi mama" sapa Karin sambil memeluk tubuh Agnes dari samping

__ADS_1


"Eh udah bangun, suami kamu mana? mama udah masakin makanan spesial buat sarapan kalian"


"Arsen masih di kamar mah bentar lagi pasti turun"


"Ayo panggil dulu suami kamu sayang, biar kita sarapan bareng"


Karin mengangguk ia pergi kembali ke kamar untuk memanggil suaminya


"Yang"


Karin melihat suaminya yang sedang sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya


"Yang ayo sarapan, mama udah nungguin di bawah" ucap Karin


Mendengar ucapan istrinya Arsen pun segera menutup laptopnya namun ia tidak kunjung bergerak dari sofa


"Ishhhh..." desis Karin ia pun terpaksa menghampiri suaminya


"Ayo sayang" ucap Karin merayu suaminya agar segera berdiri


"Ini dulu" ujar Arsen sambil menunjuk bibirnya


Dengan cepat Karin pun mengecup bibir suaminya


Arsen menarik tangan Karin hingga duduk di pangkuannya


"Yang mama udah nungguin di bawah"


"Kasih aku jatah dulu"


"Jatah apa kan tadi udah pas mandi"


Tanpa ba-bi-bu Arsen langsung mencium bibir Karin hingga membuat sang empu gelagapan karena hampir saja kehabisan nafas


"Emmmm aku gak bisa nafas" cicit Karin setelah Arsen melepaskan bibirnya


Arsen mengusap Saliva yang ada di bibir Karin dengan tangannya


"Ihh udah ah ayo mas mama udah nungguin di bawah" Karin menarik tangan Arsen menuju meja makan


Agnes tersenyum melihat anak dan menantunya yang terlihat serasi dan saling mencintai


Arsen menarik kursi untuk Karin perhatian kecil yang Arsen lakukan tak luput dari pandangan Agnes


"Mama seneng bisa kumpul dan makan bareng lagi sama kalian" ujar Agnes membuat Karin merasa sedih teringat mendiang ayahnya


Arsen yang peka langsung mengelus lengan istrinya


"kami pasti akan lebih sering main ke sini ma, biar mama nggak kesepian" ujar Arsen dengan lembut


"Mama pengen cepet-cepet punya cucu"


"Doain aja ya ma, tiap hari Arsen udah usaha kok" jawab Arsen cukup frontal membuat mertuanya tertawa dan geleng-geleng kepala


...****************...


...jangan lupa like komen dan vote cerita ini ya...

__ADS_1


...nantikan terus episode-episode berikutnya...


__ADS_2