
Netta kini berada di sebuah restoran untuk makan siang dengan Karin, ia sudah hampir setengah jam menunggu namun Karin tidak kunjung datang juga
"Nih anak mana sih lama banget nggak sampai-sampai" gumam Netta merasa sedikit kesal
Netta terus melihat ke arah pintu masuk berharap Karin segera datang
"Si anjir kenapa ada dia di sini"
Netta berusaha menutupi wajahnya dengan tas miliknya, ia tidak mau Leo melihat keberadaannya
Leo baru saja masuk ke dalam restoran ia melihat ke seluruh ruangan untuk mencari tempat duduk yang nyaman untuknya
Mata Leo tertuju pada seorang wanita yang kini duduk sendirian di meja paling pojok restoran, wanita tersebut berusaha menutupi wajahnya dengan tas berwarna hitam yang memiliki gantungan kunci bertuliskan nama wanita tersebut
Senyum Leo melebar ia tau persis siapa pemilik tas tersebut
Sedangkan Netta dari tadi terus menunduk berharap Leo tidak mengenalinya
"Sialan" umpat Netta melihat sepasang kaki laki-laki yang kini berada di depannya
Perlahan Netta menyingkirkan tas dari wajahnya
"Aissshhh kenapa sih ketemu lo lagi" ucap Netta saat melihat Leo yang sedang berdiri di depannya dengan memasang senyuman yang terlihat menjengkelkan
"Lo kenapa sih sensi banget sama gue" ucap Leo sambil menarik kursi yang ada di depan Netta
"Pikir aja sendiri" jawab Netta dengan ketus
Leo tertawa melihat Netta yang selalu memasang wajah tidak ramah saat bertemu dengannya
"Lo nunggu siapa? pacar lo ya" tanya Leo
"Iya! sana lo pergi jangan ganggu gue"
"Buset galak banget kayak badak" ledek Leo
Netta sudah tidak mau meladeni Leo yang sangat cerewet dari tadi
Tak lama akhirnya Karin datang, ia sedikit kaget karena ada Leo juga di sana
"Eh ada Karin" ucap Leo saat Karin baru saja sampai
"Loh kok kamu juga ada di sini Leo" tanya Karin
"Iya tadi Netta maksa gue duduk di sini"
"Awwww!" teriak Leo saat Netta dengan sengaja menginjak sepatunya
Karin akhirnya memilih duduk di samping bangku Netta
"Sorry ya Nett gue telat" ucap Karin meringis sambil menunjukkan gigi putihnya
"Udah gak kaget gue, lo emang suka ngaret"
Seorang pelayan datang memberikan buku menu kepada mereka bertiga, Leo terlihat begitu perhatian dengan Karin ia terus mengingatkan Karin untuk makan makanan yang sehat
__ADS_1
Lama-lama Netta eneg dengan tingkah Leo
"Duhhh sini gue aja yang pesen duluan, kalian kelamaan" ucap Netta
"Sabar Rin, babon emang gitu kalo lagi laper"
Rasanya Netta ingin menarik mulut Leo sampai ke bawah
Sedangkan Karin dari tadi terus tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya yang terus bertengkar seperti tom and Jerry
~
Di waktu yang bersamaan Arsen kini dengan telaten menyuapi Laura yang dari tadi terus menolak saat di ajak makan
"Honey aku nggak mau makan, aku udah kenyang" ucap Laura berusaha meyakinkan Arsen
"Nggak ayo, buka mulutnya"
Laura terpaksa membuka mulutnya ia yakin sebentar lagi ia akan memuntahkan semua makanan yang ada di perutnya
Tiba-tiba kepala Laura terasa pusing, Arsen yang peka langsung mencari obat yang ada di dalam laci
"Nih minum dulu" Arsen memberikan obat sakit kepala pada Laura
Laura menerima obat tersebut namun ia teringat jika ibu hamil tidak boleh mengonsumsi obat sembarangan tanpa izin dari dokter
Saat Arsen lengah Laura berpura pura meminum obat tersebut lalu memasukkan obat itu ke dalam sakunya agar Arsen tidak marah padanya
Setelah itu Arsen memapah Laura dengan perlahan menuju ke dalam kamarnya
"Kamu istirahat ya" ucap Arsen
Arsen mengangguk ia ikut tidur di atas kasur sambil mengelus pelan kepala Laura
AC yang dingin membuat Arsen menjadi ngantuk sehingga membuatnya ikut tertidur bersama Laura
Perlahan Laura membuka matanya melihat wajah Arsen yang begitu tenang seperti anak kecil saat sedang tidur, sejenak muncul rasa bersalah di hati Laura karena selama ini ia mau mengikuti Rey untuk memanfaatkan kekayaan Arsen
~
Setelah selesai makan Karin pamit pergi terlebih dahulu karena masih ada urusan yang harus ia selesaikan
Netta pun ikut berdiri namun tangannya di tahan oleh Leo
"Ihhhhh lepasin tangan gue" ucap Netta dengan ketus
"Tungguin gue"
Leo kini mirip seperti seorang anak yang tidak mau di tinggal pergi oleh ibunya
"Ihhhhh gue mau pulang"
"Ikuttt"
"Lepasin nggak!" ucap Netta dengan mata melotot
__ADS_1
Leo pun dengan terpaksa melepaskan tangannya dari pada nanti ia melihat bola mata Netta copot
Saat Netta pergi Leo dengan langkah cepat terus mengikutinya dari belakang
"Ehh ngapain lo di sini" Kesal Netta saat Leo ikut masuk ke dalam mobilnya
"Pelit banget lo, gue cuma mau nebeng doang"
"Ihhh mobil lo kan ada" ucap Netta gemas Karena mobil Leo terparkir di sampingnya
"Gue males nyetir"
Tingkah random Leo benar-benar membuat Netta sakit kepala
Dengan perasaan dongkol Netta menginjak pedal gass dengan brutal sehingga membuat Leo hampir jantungan
"Lo yang bener aja Nett, kalo mau sehidup semati sama gue gak gini caranya"
"Diem deh gak usah bacot"
"Astaga kasar sekali" ucap Leo seakan-akan sedih membuat Netta ingin menjambak rambutnya
"Lo mau nebeng kemana gila" Netta gemas Karena Leo dari tadi tidak menjelaskan tujuannya mau kemana
"Gue juga nggak tau"
*Ciiiiitttttttt.....
Leo hampir saja nyungsep ke depan karena Netta yang tiba-tiba mengerem mendadak untung saja tidak ada mobil lain di belakang
"Turun lo cepetan" Netta mengusir Leo agar segera turun dari mobilnya
"Enggak mau, kenapa sih pelit banget lo"
Rasanya Netta ingin membenturkan kepala Leo di depan dashboard mobilnya
~
Hari sudah semakin malam Karin baru saja sampai di rumah
"Tumben belum pulang" gumam Karin saat tidak melihat mobil Arsen di rumah karena biasanya Arsen selalu pulang terlebih dahulu di bandingkan dengan dirinya
Karin pun tidak mau terlalu mengambil pusing mungkin hari ini pekerjaan Arsen sangat banyak sehingga harus lembur
Sampai di dalam Kamar Karin melepas semua pakaian yang ia gunakan karena Arsen belum pulang ia mau berendam tubuhnya dengan air hangat sebentar
Arsen membuka matanya ia terkejut karena ia baru sadar jika masih berada di dalam apartemen Laura
"Ini jam berapa" gumam Arsen berusaha mencari ponsel yang ada di dalam saku celananya
"Sialan" umpat Arsen setelah melihat jam yang menunjukkan sudah pukul sepuluh malam
Dengan cepat Arsen bangun dari tempat tidur ia mencari Laura yang kini sedang ada di dapur
"Aku balik dulu ya" pamit Arsen dengan buru-buru
__ADS_1
Laura pun mengangguk namun dalam hati ia merasa sedih karena Arsen harus pergi
"Andai aku bisa memiliki kamu seutuhnya Arsen" ucap Laura dengan menunjukkan senyum kecutnya