
"Apasihhh ngagetin!" Sentak Karin sambil memegangi dadanya
Arsen terkekeh melihat ekspresi lucu Karin
"Hisssssh ketawa lagi, nggak lucu tau" Karin pergi sambil menghentakkan kakinya menuruni tangga membuat Arsen semakin tertawa melihat tingkah Karin yang seperti bocah
Karin membuka kulkas mencari sesuatu yang bisa ia makan
"Aihhhhh" Karin menutup pintu kulkas dengan keras karena tidak ada sesuatu yang bisa ia makan, ia lupa jika hari ini belum belanja
"Ahaa" Karin meraba ponsel di sakunya tapi ternyata ia lupa membawanya
"Oooohhhhh males bangett balik ke atasss huhu" rengek Karin padahal ia tadi ingin memesan makanan online namun ia lupa membawa ponselnya di kamar
Arsen mendekati Karin yang sudah terlihat putus asa, tanpa mengucapkan apapun ia menyodorkan ponselnya kepada Karin
"Pakek aja" ucap Arsen singkat
Mata Karin berbinar melihat ponsel Arsen yang ada di depannya
Dengan cepat Karin mengambil ponsel Arsen lalu memesan makanan untuk mereka berdua
Arsen terus memperhatikan wajah Karin yang sedang serius menatap layar ponselnya
"Yes selesai" ucap Karin begitu gembira
Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, Karin melihat Arsen yang sedang memandangnya
"Ngapain liatin gue ha!" tanya Karin dengan mengerutkan kedua alisnya
"Si-siapa juga yang liatin, Gr banget" Elak Arsen saat tertangkap basah sedang memperhatikan Karin
Karin pun memasang wajah tidak suka, ia mengembalikan ponsel Arsen dengan melemparkannya begitu saja
"Heyy!!" teriak Arsen untung saja ia bisa dengan tepat menangkap ponselnya
"Dasar cewek bar-bar" ucap Arsen sambil menatap tajam Karin
Bukannya takut Karin malah menjulurkan lidahnya membuat Arsen semakin kesal
Karin terlalu semangat mengejek Arsen sehingga ia tidak melihat meja makan yang ada di belakangnya ia terus berjalan mundur hingga
"Bruukk"
"Awwwww" Karin memegangi punggungnya yang baru saja terbentur meja
"Hahaha emang enak??" bukannya membantu Arsen malah tertawa melihat Karin yang sedang kesakitan
"Awas lo, suami sialann!!"
Setelah puas tertawa Arsen datang menghampiri Karin membantunya untuk berdiri
"Ayo" Arsen mengulurkan tangannya membantu Karin untuk berdiri
"Ogahhh" Karin berusaha berdiri sendiri tanpa bantuan Arsen
__ADS_1
"Aw aw aw aw, jangan-jangan punggung gue patah" Karin merasa punggungnya semakin sakit saat berdiri
Melihat Karin yang kesakitan Arsen pun langsung mengangkat tubuh Karin dan merebahkannya di sofa
"Duhhh pelan-pelan sakit punggung gue" omel Karin
"Ck dasar lebay"
Beberapa saat kemudian pesanan makanan Karin pun datang, Arsen membantu Karin untuk mengambil pesanannya di depan
"Nih" Arsen meletakkan pesanan Karin di atas meja
Karin melihat kantong kresek yang ada di depannya dengan mata berbinar karena perutnya sudah sangat lapar
Dengan semangat Karin mengeluarkan semua makanan yang sudah ia pesan
Arsen menggelengkan kepalanya melihat makanan yang Karin pesan sangat banyak
"Benar-benar kelaparan" gumam Arsen pelan
Karin menarik tangan Arsen yang ingin pergi
"Why?"
"Ayo makan" ajak Karin
"Nggak laper" tolak Arsen karena ia ingin kembali ke kamarnya
"Issss ayo cepet" Karin menarik tangan Arsen dan memaksanya untuk duduk disampingnya
"Udah berapa lama nggak makan?" tanya Arsen dengan wajah sinis
Karin menatap Arsen dengan tatapan tajam
"Gue kelaparan juga gara-gara elo!" Karin memberikan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan
"Aku???" ucap arsen sembari menunjuk dirinya
"Dah ah males, gue mau makan" Karin pun lanjut makan ia sama sekali tidak memperdulikan wajah bingung Arsen
Pagi ini Karin bangun dan merasakan sakit di punggungnya, mungkin rasa sakit itu akibat benturan keras dengan meja tadi malam
"Aishhh, kayaknya gue kualat dehh" gumam Karin lirih
"Perasaan tadi malem nggak sesakit ini dehh"
Karin meringis menahan sakit setiap menggerakkan punggungnya
"Aaaaaakkkkk" Karin mencoba merenggangkan otot-ototnya
Karin mengambil ponsel yang ada di atas meja nakas untuk menghubungi mamanya namun sepertinya panggilannya tidak di angkat
"Ishhhh mama kemana sih"
__ADS_1
Dengan perlahan Karin mencoba bangun dari tempat tidurnya, ia akan bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tuanya
Namun setelah sampai di rumah orang tuanya, Karin malah tidak bertemu dengan orang tuanya karena mereka berdua pergi ke suatu acara
"Haisss sia-sia gue menahan sakit sampai di sini" gumam Karin dengan wajah melasnya
"Mamaaaa huhu"
Terpaksa Karin harus kembali pulang ke rumahnya
"Drttt Drttt Drttt" ponsel Karin bergetar di dalam sakunya
"Haisss apa lagi sekarang" gumam Karin kesal saat melihat nama mertuanya di layar ponselnya
"Halo ma" ucap Karin dengan lembut
"Sayang bisa ke rumah mama nggak"
"Bi-bisa ma Karin ke sana ya"
"iya hati-hati ya sayang"
"iya ma"
"Aaaaaaaa!! Ayo semangat Karin buat senang mama mertuamu" ucap Karin berusaha menyemangati dirinya sendiri
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya Karin sampai di rumah mertuanya
Dari dalam mobil Karin bisa melihat mertuanya yang sudah menunggunya di teras rumahnya
"Mamaa" sapa Karin setelah turun dari mobil
Sementara itu Felicia mengerutkan keningnya saat melihat menantunya yang seperti berbeda dari biasanya
"Kamu sakit sayang?" tanya felicia yang tampak khawatir dengan menantunya
"Emm gapapa ma" ucap Karin agar tidak membuat mertuanya khawatir
Felicia membawa Karin masuk ke dalam rumahnya
"Nahh mama udah masakin makanan spesial buat mantu mama" Felicia membuka tudung saji yang ada di atas meja makan, ia memperlihatkan masakannya pada Karin
"Waahhh mama baik banget, makasih ya ma" ucap Karin ia memeluk tubuh mertuanya
"Ayo makan sayang, mama tau kamu pasti belum sempat masak kan"
"Hehe iya ma"
"Oh iya, Arsen udah berangkat kerja ya"
"Iya ma, Arsen udah di kantor"
"Kalo gitu, nanti kamu antar makan siang ya buat Arsen ke kantor"
"Oke ma, siap!"
__ADS_1