Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
episode 14.Mempercepat Hari Pernikahan


__ADS_3

Celo tidak percaya semua ucapan Adrian,ia masih mengingat semua kata kata yang telah dilontarkan Adrian kepadanya.Meskipun terasa sakit,Celo lebih memilih pergi dihadapan Adrian tanpa berkata sepatah kata.


Adrian keluar dari kamar Celo dan langsung pergi ke meja makan.Terluhat semua orang disana telah selesai melahap hidangan yang telah disediakan untuk mereka.Seketika mami menatapku dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan berusaha mengeluarkan suaranya demi mematahkan rasa penasaran kepadaku.


"sayang kenapa dengan adikmu?"apa dia memang sakit?' tannya mami dengan air muka cemas.


"Ya begitulah mam,Celo kurang enak badan dan badannnya agak pegal-pegal,tapi mami gag usah khawatir,nantik juga sembuh sendiri hannya kecapean doang!"


Oh ya mi,kapan pernikahan kami dilangsungkan ?"Sepertinya Claire sudah tidak sabar menunggunya"ucap Adrian sambil mengangkat alis dengan senyuman merekah.


Mendengar pernyataan Adrian seketika mimik muka Claire berubah jadi tegang dan gag enak,bagaimana mungkin pernikahan ini bisa terlaksana sedang aku sendiri tidak mencintai Adrian,namun aku juga bingung bagaimana jalan pikir manusia arrogant ini,kadang sangar kadang senyum besok apalagi!"gumamku dalam hati penuh tanda tannya dengan sikap Adrian yang berubah-rubah entah apa yang ada dibenaknya.Aku hannya bisa pasrah dan menggerutu dalam hati setiap tindakan Adrian kepadaku.


"Bagus dong kalau gitu.kalau kalian ingin menikah cepat-cepat itu malah lebih baik.Mami sangat setuju sekali acara pernikahan kalian berdua dipercepat maka akan semakin baik.Ucap mami dengan senyuman yang amat senang


"Oh ya Claire,malam besok ajak keluargamu untuk makan bersama dirumah mami,agar pernikahan kalian berdua bisa cepat digelar.


Bukan begitu kan pi?"mami melirik ke arah papi.Papi mengangguk dengan senyuman yang lebar.Namun Claire sangat kebingungan menjawab ucapan dari mami,dengan sigap aku langsung menjawab perkataan mami.


"Mami,waktu itu Adrian sudah meminta restu kepada Tante Claire dan pamannya.Lalu mereka bilang kalau semuanya akan diserahkan kepada kita sebab Claire sudah tidak memiliki orangtuanya,maksudnya Claire hannya memiliki Tante paman dan ibu serta adik perempuannya.Sedangkan ayahnya sudah meninggal semenjak Claire masih balita sedangkan pamannya mengalami struk dan tidak bisa ngomong.


Jadi Adrian pikir sebaiknya persiapan pernikahan pihak kita aja yang mengatur dan menentukan kapan berlangsung hari pernikahan.Ucap Adrian dengan jelas


'Pintar sekali Manusia ini berwajah manis didepan kedua orangtuanya.Bathin Claire sejak tadi menyimak ucapan mereka bertiga


Kalau begitu nak Claire tetap kasih tau ibu sama adik perempuannya,inikan acara sakral jadi wajib keluarga kita dikasih tau ucap mami tidak setuju dengan pernyataan Adrian.


Sekarang silahkan telfon ibu nak Claire terlebih dahulu,setelah itu baru kita tentukan kapan hari pernikahannya.


Dengan perasaan yang agak bimbang dan canggung Claire terpaksa mengikuti arahan dari mami,aku jadi khawartir bagaimana tanggapan dari ibu dan Tina nantinya.Ah sudahlah mau gimana lagi aku hannya bisa pasrah dengan keadaan ini mudah2an ibu dan Tina bisa mengerti dengan keadaanku ini.Lirih Claire penuh kekhawatiran yang amat tinggi.

__ADS_1


Sambil mengambil ponsel miliknya,Claire langsung mencari nama kontak Tina dan langsung menekan panggilan.lalu disambut suara ibunya.


Setelah bertannya kabar dan berbagi cerita sebentar Yanti ,ibunya ,termanggu seperti dugaan Claire saat ia mengatakan kabar ini.


"Bu,Claire mau nikah."


"Apa nak?"apakah ibu gag salah dengar,mengapa semua ini terasa mendadak?apa yang sebenarnya terjadi Claire ?"lirih ibu dengan perasaan bingung.


Ceritanya panjang ibu,nanti kalau ibu udah disini,Claire akan menceritakan yang sebenarnya,kalau di telfon sulit bagiku untuk menggambarkan semuanya Bu.


Yaudah Bu,udahan dulu ya Bu!sebelum persiapan pernikahan direncanakan mereka ingin bertemu dengan ibu dan Tina terlebih dahulu sekalian mengajak makan malam dari calon mertuaku,nantik akan ada yang menjemput ibu.


"Yaudah nak,jangan lupa untuk berdoa dan meminta kepada sang Khalik agar kita dijauhkan dari orang-orang yang zalim.Ucap ibu dengan air muka cemas.


"ia ibu,makasih atas pengertian yang ibu berikan sama Claire.Seraya Claire menutup telfonnya agar tidak kedengaran oleh Adrian.


udah Tan,ibu mau datang kesini.


Yaudah nantik mami akan menyuruh pak sopir menjemput ibu sama adiknya Claire.


Aku hannya bisa membalas perkataan mami dengan senyuman namun dalam hati kecewa dan hancur.


Menurut mami alangkah sebaiknya pernikahan kalian ditentukan sekarang,sebaiknya seminggu lagi ,jadi kita ada waktu untuk mempersiapkan pesta.Bagaimana denganmu Claire?"apa setuju?


"Claire setuju- setuju aja, mi"sahut Claire pasrah.


"Ya sudah kalau memang begitu, mami senang banget.Oh ya, Adrian besok kalian langsung aja pergi buat cari gaun dan persiapan yang lainnya,kalau Masalah undangan biar mami yang urus,"ucap mami dengan penuh perhatian.


"Siap, mami.Oh ya mami kalau begitu kami pergi dulu ya.Soalnya Adrian mau sekalian bawa Claire jalan-jalan,"sahut Claire

__ADS_1


sembari melirik Claire.


"Oh tentu saja boleh,Ya sudah kalian berdua hati-hati ya.Mami doakan semoga hubungan kalian langgeng,nantik kalau sudah nikah cepat -cepat kasih mami cucu biar mami ada teman dirumah, dan tidak kesepian lagi dihari tua mami.


Claire selamat jalan-jalan ya nak"ungkap mami penuh harapan sembari memeluknya.


"Baik,mami.Claire pergi dulu".


"Kalau begitu kami pergi dulu ,mami,papi.Ayo sayang ajak Adrian sembari menggandeng tangan Claire.


Claire pun terpaksa melebarkan senyumannya meskipun hati tidak seirama dengan mimik wajahnya.Mau gimana lagi sudah takdirnya begini.


Tiba-tiba dimobil Adrian langsung melepaskan genggaman tangannya dengan cepat,kemudian ia menatap kearah lain.Begitupun sebaliknya dengan Claire,ia juga tidak ingin melihat kearah Adrian.


"Sambil menatap jauh kedepan.Tiba -tiba air mata jatuh membasahi pipi Claire nan cantik itu.ia tidak menyadari hal itu.


Aku senang mendapatkan perhatian dari mami yang begitu tulus menyayangiku,entah kenapa hatiku bahagia apalagi mami memelukku dengan erat, terasa ikatan yang begitu kuat.Mami Adrian begitu baik,aku jadi kasihan dan merasa bersalah karena telah ikut-ikutan membohongi mami.Bathin Claire merasa terharu.


Adrian tidak sengaja melirik kearah Claire.Ia pun melihat Claire


semakin menangis dalam diam dan ia merasa jengkel.


"Hey,kenapa malah nangis ?"tannya Adrian penasaran.


"Eh,gag!"siapa juga yang nangis."sahut Claire yang tak jujur.


"Dasar lemah!sakit dikit nangis


,apa-apa nangis.Lemah banget jadi cewek!"ketus Adrian dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2