
Pagi pun sudah tiba, Arsen terjaga lebih dahulu, sudah satu jam ia hanya memandangi wajah ayu istrinya yang masih tertidur
Arsen bangga melihat banyaknya bekas cumbuan yang ia buat di leher dan dada istrinya
Karin mulai menggeliat merasakan sesuatu yang basah di atas dadanya
"Masih pagi sayang" gumam Karin mencoba menghentikan kegiatan suaminya yang sedang bermain-main dengan ke dua gunung kembar miliknya
Karin sebisa mungkin menahan bibirnya agar tidak mengeluarkan ******* yang akan memancing suaminya
Belum lagi bekas kejadian semalam yang membuat miliknya masih terasa sedikit nyeri, Karin tidak sanggup jika harus melayani suaminya lagi pagi ini
"Sayang" cicit Karin memanggil suaminya dengan sedikit bergetar
"Kenapa sayang?" Arsen menghentikan kegiatannya, ia mendongak melihat ke arah wajah istrinya
"Kamu mandi gih..., bentar lagi kan harus berangkat ke kantor"
Arsen menggeleng ia masih ingin bermain dengan tubuh istrinya
Karin memutar bola matanya melihat kelakuan suaminya yang tidak ingin melepaskan tubuhnya
"Yang awas aku mau mandi" Karin berusaha bangun tapi Arsen mencegahnya
"Bentar sayang, setengah jam lagi" ujar Arsen dengan sedikit memelas
"Enggak ah, awas kamu minggir aku gerah"
Arsen jengkel karena istrinya tidak membiarkan ia bermain-main dengan tubuhnya terlebih dahulu
Karin mengangkat kedua alisnya, sebuah senyum licik muncul di wajah suaminya
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu" ujar Karin curiga
dan hap
Arsen dengan cepat melahap ****** istrinya, yah sudahlah Karin tidak bisa melakukan apapun selain pasrah mengikuti permainan suaminya
Suasana di dalam kamar pun di penuhi dengan gelora cinta mereka berdua
~
"Sayang udah belum?" ujar Arsen sedikit berteriak agar istrinya yang sedang berada di dalam kamar mandi bisa mendengar suaranya
"Bentar dikit lagi" sahut Karin
Hiya jika sudah begini pasti bakal lama, Arsen menghempaskan bokongnya di atas sofa ia akan memeriksa beberapa dokumen sambil menunggu istri cantiknya keluar dari dalam kamar mandi
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi namun Arsen belum juga berangkat ke kantor, karena menunggu istrinya
"Kamu mandinya lama banget sih sayang" ujar Arsen saat melihat istrinya yang baru keluar dari pintu kamar mandi
"Ihh salah kamu, lagian ngapain kamu ngajak aku" jawab Karin dengan ketus
"Yaudah maaf sayang" Arsen memeluk tubuh istrinya dari belakang
__ADS_1
Karin mulai jengah menghadapi sikap suaminya yang selalu menempel kepadanya
"Yang awas mau ganti dulu"
Arsen menggeleng tidak mau melepasnya tangannya
"Yaudah kalo gitu aku nggak mau nemenin kamu ke kantor" ujar Karin mengancam suaminya
"Yaudah kalo nggak mau nemenin, nenenin aku aja gimana?"
*Plak
Karin memukul lengan suaminya
"Sembarangan aja kalo ngomong, dasar mesum"
"Hahaha mesum ke istri sendiri gak masalah kan, dari pada mesum ke cewek lain"
"Coba aja kalo berani, aku potong belalai kamu biar tau rasa"
Arsen ngeri mendengar ucapan sadis istrinya, ia pun membiarkan sang istri untuk bersiap-siap menemaninya ke kantor
~
Mobil Arsen berhenti tepat di depan lobi perusahaan, para satpam dengan cepat membuka pintu mobil untuk kedua atasannya
"Silahkan Bu"
"Terima kasih pak" balas Karin dengan ramah
Arsen menggandeng tangan istrinya dengan erat seakan takut jika istrinya akan di ambil orang
"Sttttt biar semua orang tau, kalo kamu milik aku" gumam Arsen, Karin muntah udara mendengar ucapan suaminya
Semua orang menatap Karin dengan kagum, kecantikan yang ia pancarkan mampu membuat siapapun orang yang melihatnya pasti terpesona
"Ehem" Arsen berdehem tidak suka jika ada laki-laki lain yang melihat istrinya
Karin mencubit lengan suaminya yang selalu bersikap posesif kepadanya
Arsen pun membawa istrinya masuk ke dalam ruang kerjanya
*Tok tok tok
"Iya masuk" sahut Arsen dengan suara baritonnya
"Selamat pagi Pak Bu" ujar Daren sembari membungkukkan sedikit badannya untuk menyapa kedua atasnya
"Ada apa" tanya Arsen pada sekretaris pribadinya itu
"Saya ingin mengingatkan, sebentar lagi kita ada agenda meeting pak bersama beberapa investor dari luar negeri" ucap Daren dengan sopan
"Oh iya oke, kamu keluar dulu sebentar lagi saya menyusul" titah Arsen yang langsung di patuhi oleh sekretarisnya
Setelah melihat sekretarisnya keluar Arsen pun mendekati istrinya yang kini sedang menekuk wajahnya sembari duduk melipat kedua tangannya di atas sofa
__ADS_1
"Sayang jangan marah ya" cicit Arsen
"Kamu nih tau gini mending aku ke butik aja tadi, dari pada disini aku kamu tinggal sendiri"ujar Karin kesal
"Maaf sayang, bentar aja oke" Arsen berusaha merayu dengan menciumi telapak tangan istrinya
"Huft" Karin membuang nafas kasar
Terpaksa Karin pun mengangguk meskipun ia kini sangat kesal kepada suaminya
Arsen pun pamit tak lupa ia menciumi seluruh wajah ayu istrinya terlebih dahulu sebelum keluar dari ruang kerjanya
Kini Karin bingung apa yang harus ia lakukan sekarang sendirian di dalam ruangan suaminya, benar-benar membosankan
*Drtttt
Ponsel Karin bergetar, ia pun segera melihat siapa orang yang kini sedang menghubunginya
Karin melihat sebuah pesan yang dikirimkan oleh nomor yang tidak ia kenal
Bersiaplah untuk menerima sebuah kejutan
Dahi Karin mengkerut membaca pesan tersebut
"Kejutan??" gumam Karin lirih
"Ah sudahlah nggak jelas" Karin memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas ia tidak mau terlalu memikirkan pesan aneh yang barusan ia baca
Karin berjalan mendekati meja kerja suaminya, di atas meja Karin melihat semua barang-barang suaminya sudah tertata begitu rapi
"Ahhhh" desis Karin saat ia menjatuhkan bokongnya di atas kursi kerja suaminya yang terasa sangat nyaman
Pantas saja Arsen bisa betah berjam-jam duduk di kursi kerjanya, ternyata kursi tersebut benar-benar empuk dan terasa nyaman
Karin bosan, tangannya pun iseng mencoba membuka laci meja yang ada di depannya
Karin mengerucutkan bibirnya, tidak ada yang menarik semua laci di isi oleh berkas-berkas kantor yang membosankan
Ekspedisi wajah Karin tiba-tiba berubah, saat membuka laci meja paling bawah, Karin menemukan sebuah pigura kecil berwarna
"Cintaku" gumam Karin membaca sebuah tulisan yang ada di balik pigura tersebut
Karin pun membalik pigura tersebut, ia penasaran foto siapa yang Arsen simpan di laci meja kerjanya
*Deg
Dada Karin terasa sesak, ternyata pigura kecil tersebut berisi sebuah foto Arsen yang sedang mencium pipi Laura, mereka berdua benar-benar terlihat begitu bahagia
Karin tersenyum kecut, ia kecewa ternyata suaminya selama ini masih menyimpan foto kenangan manis bersama mantan pacarnya
Rasa cemburu kini mulai memenuhi seluruh relung hatinya, sedih kecewa rasa itu semua kini bercampur aduk menjadi satu di dalam dadanya
Buliran air mata menetes membasahi pipinya, Karin benar-benar kecewa dengan suaminya
...****************...
__ADS_1
Halo guys, jangan lupa like, komen dan vote cerita ini ya
😘