Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 69 mencoba berdamai dengan kenyataan


__ADS_3

Karin kini sudah sampai di sebuah cafe yang dimaksud oleh Netta


"Rin gue di sini" ucap Netta sambil melambaikan tangannya memanggil Karin yang sedang berdiri di depan pintu masuk


Karin mendekat ka arah meja nomer dua belas yang sedang di duduki Netta


"Nih baju lo" Karin menyodorkan sebuah paper bag berwarna hitam


"Lo kenapa sih nggak mau ke rumah gue, malah nyuruh gue ke sini" sambung Karin


Netta pun menggaruk lehernya yang tidak gatal, ia bingung bagaimana menjawab pertanyaan Karin


Kemarin gue udah dateng ke rumah lo, tapi lo lagi main kuda-kudaan sama laki lo kampret, ya kalo gue ganggu


"Gue lagi mager aja pergi jauh-jauh" elak Netta berusaha berbohong


Karin geleng-geleng kepala mendengar ucapan sahabatnya itu


"Eh Nett lo sekarang lagi deket ya sama Leo?"


*uhuk


Netta tersedak mendengar ucapan Karin yang menuduhnya sembarangan


"Eh pelan-pelan bego kalo minum"


"Elo sih ada-ada aja, mana ada gue deket sama Leo" ujar Netta dengan nada sewot


"Ya kalo deket juga gapapa, kan lo dulu pernah suka sama dia, lagian Leo juga baik, ganteng, perhatian lagi" Netta memasang ekspresi wajah seperti ingin muntah mendengar ucapan Karin


"Gue bilangin laki lo ya muji-muji cowok lain" ancam Netta


*Aduhh


Netta mengelus kepalanya yang di gaplak oleh Karin


"Hahaha lagian lo sembarangan aja kalo ngomong, gue itu cuma mau lo dapet cowok yang baik Nett jangan yang kayak kadal buntung" Karin menyindir mantan Netta yang sudah menduakannya


"Udah ah males gue gak mau sama siapa-siapa dulu, nih masih atit" Netta memasang wajah memelas sambil menunjuk ke arah dadanya


"Eh btw habis ini gue masih ada acara nih, lo mau gue anter balik apa gimana?" tawar Netta


Karin berfikir sejenak jika pulang ia bosan di rumah sendirian Arsen pun baru pulang nanti sore


"Anterin gue ke rumah mama aja deh" Karin ingin menjenguk mamanya karena sudah seminggu ia tidak pulang ke rumah orang tuanya


"Yaudah yuk"


Karin dan Netta berdiri menuju kasir terlebih dahulu untuk membayar minuman mereka, setelah itu mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil


"Rin tante Agnes masih belum mau ya pergi ke makam om Anthony?"


Karin pun mengangguk "kayaknya mama gue masih belum bisa nerima kenyataan kalo papa udah gak ada"

__ADS_1


Netta memandang Karin dengan sendu, kedua orang tua Karin sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri sehingga ia ikut merasa sedih dengan apa yang sudah terjadi


"Tapi gue yakin suatu saat nanti mama pasti bisa berdamai dengan kenyataan" ucap Karin dengan sedikit menyunggingkan senyuman


Hal yang terjadi di dalam kehidupan memang sering tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun terus merasa bersedih tidak akan bisa merubah apapun yang ada kita malah akan semakin terjerumus ke dalam penderitaan yang tak berujung


Karin berusaha untuk menerima segala hal yang terjadi di hidupnya ia percaya tuhan pasti akan memberikan takdir yang terbaik untuk setiap umatnya


"Udah lo jangan sedih, muka lo makin jelek kalo begitu" ucap Netta membuat Karin ingin menjambak rambutnya


Netta mulai melajukan mobilnya


Di perjalanan Netta dan Karin terus tertawa membahas hal-hal random yang ada di dalam otak mereka berdua


"Eh btw lo sama Arsen gimana?"


"Gimana apanya" jawab Karin yang bingung dengan maksud ucapan sahabatnya


"Duh bego banget sih, ehem-ehem sama Arsen maksud gue udah belum" tanya Netta pura-pura tidak tahu padahal kemarin ia hampir saja memergoki Karin dan Arsen yang sedang asik bermain


"Sialan otak lo napa jadi kotor begini" Karin tidak menduga dengan pertanyaan Netta yang benar-benar di luar nalar


"Eh beneran gue tanya udah belum" Ulang Netta dengan sedikit memaksa


"Duhh kpo banget sih lo, gue kan malu" jawab Karin dengan pipinya yang merona


"Idihhh syukur deh kalo udah soalnya gue pengen banget punya ponakan baru haha"


Bagus deh semoga dengan begitu Laura udah gak bisa ganggu hubungan lo sama Arsen ucap Netta dalam hati


"Lo nggak mampir dulu apa?"


"Enggak deh, gue udah di tungguin orang soalnya" ucap Netta


"Yaudah gue turun dulu, hati-hati jangan ngebut"


"Iya bawel lo, titip salam ya ke tante Agnes kapan-kapan gue main lagi kesini"


"Iya byeee" Karin melambaikan tangannya


Setelah mobil Netta pergi ia masuk membuka gerbang rumah orang tuanya yang langsung di sambut oleh pak satpam


"Selamat siang non"


"Siang pak, mama ada?"


"Ada non di dalam"


"Yaudah saya masuk dulu ya pak"


"Silahkan non"


Karin sudah tidak sabar bertemu dan memeluk tubuh mamanya

__ADS_1


"Mamaaa" ucap Karin saat masuk ke dalam rumahnya


"Maaahhhhhh"


"Mamaahhhh"


Karin mencari ke seluruh ruangan yang ada tapi ia tidak menemukan keberadaan mamanya


"Lah mama kemana kok nggak ada" gumam Karin merasa khawatir


"Maaahhhhh"


Karin bisa bernafas lega saat melihat Agnes yang ternyata sedang berada di taman belakang rumahnya


"Mama"


Agnes menoleh kebelakang ia tersenyum gembira melihat putri tercintanya datang mengunjunginya


Karin berlari memeluk tubuh mamanya sampai sedikit oleng


"Aduhh aduhh hati-hati dong nanti kamu jatuh gimana?" ucap Agnes khawatir ia mengelus punggung anak tercintanya


"Kamu sama siapa" Tanya Agnes setelah melepas pelukannya


"Sama Netta ma, tapi Netta masih ada acara mangkanya gak bisa mampir" jelas Karin yang di balas anggukan kepala oleh Agnes


"Kamu udah makan belum, biar mama masakin"


"Karin udah makan kok ma, tadi sebelum berangkat ke kantor Arsen udah siapin sarapan"


"Loh kok Arsen yang siapin"


"Karin masih tidur mah kecapekan"


"Kamu kecapekan emangnya habis ngapain"


"Ya ada deh" Karin menutup wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus


Agnes paham dengan maksud anaknya dan ia hanya bisa tertawa


"Bentar lagi mama punya cucu nih"


"Ihhh mama belum jangan buru-buru"


"Mama udah pengen gendong cucu nih"


"Doain aja ya mah"


Agnes memeluk tubuh anaknya ia kembali merasa sedih mengingat mendiang suaminya


"Mama kenapa sedih, pasti ke inget papa ya?"


"Enggak mama cuma kelilipan debu" elak Agnes ia tidak mau Karin melihatnya menangis

__ADS_1


Agnes pun mengajak Karin untuk masuk ke dalam rumah


__ADS_2