
Pagi ini Netta datang mengunjungi Karin yang sedang sakit di rumahnya
Sebelumnya Karin menghubungi Netta jika ia sedang sakit sehingga tidak bisa pergi ke butik
Netta yang khawatir pun langsung datang mengunjungi sahabat tercintanya
Setelah sampai Netta langsung membuka pintu masuk yang tidak terkunci, Karin tadi sudah memberi taunya jika Netta langsung masuk saja karena pintunya tidak di kunci
Netta menaiki anak tangga menuju lantai atas namun setelah sampai ia bingung mencari kamar Karin, jangan sampai ia keliru masuk ke dalam kamar Arsen
"Kalo nggak salah, kamar Karin ada di dekat tangga" ucap Netta
Dengan pelan Netta membuka pintu kamar yang berada paling dekat dengan tangga
"Semoga nggak salah" gumam Netta dalam hatinya
Mata Netta berbinar melihat Karin yang berada di dalam kamar
"Aaaaaaaa" teriak Karin dan Netta bersamaan
"Gue tadi deg-degan takut salah kamar"
"Hahaha gapapa sih, lagian kalo salah paling lo masuk ke kamar Arsen"
"Ehh bentar" Netta mengeluarkan sesuatu dari dalam tote bag miliknya
"Nih lo pasti belum makan kan?" Netta menyodorkan bubur ayam yang tadi sengaja ia beli untuk Karin
"Aaaaahhh lo emang terbaik sih" Karin dengan semangat mengambil kotak makanan yang Netta berikan
Karin menyuapkan bubur dengan lahap ke dalam mulutnya
"Pelan-pelan, lo bisa kesedak bego! udah kayak gak makan berapa tahun aja"
"Laperrr" ucap Karin dengan mulut yang penuh dengan makanan
Netta hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya
"Eh btw laki lo kemana?" tanya Netta sebab ia tidak melihat Arsen saat masuk ke dalam rumah
"Gak tau, paling udah berangkat ke kantor" jawab Karin sambil mengangkat bahunya
"Ooooo"
"Emang ngapain lo nanya-nanya" ucap Karin dengan memicingkan matanya
"Apaan sih posesif amat lo!"
Karin mengurungkan niatnya untuk membalas ucapan Netta saat mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya
"Masuk!" Sahut Karin
Mata Netta langsung melotot melihat Arsen yang masuk ke dalam kamar Karin hanya menggunakan boxer sehingga memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang terlihat sangat gagah
__ADS_1
"Oh ada orang, sorry ganggu " ucap Arsen ketika melihat Netta yang ada di dalam kamarnya
"Oh nggak kok, Kenalin aku Netta temennya Karin" Netta dengan semangat menyodorkan tangannya
"Arsen" dengan suara lembut Arsen memperkenalkan dirinya dan menyambut uluran tangan Netta
"Cihhh sok baik banget, giliran sama gue aja kek ibuk tiri" gumam Karin dalam hatinya
"Kalo gitu aku keluar dulu" pamit Arsen yang merasa tidak enak
"bay bay" lirih Netta
Setelah Arsen keluar Netta dengan semangat langsung duduk di samping Karin
"Rinnn gue meleleh liat ketampanan suami lo" Netta menyenderkan tubuh lemas nya ke pundak Karin
"Ihhhhh apaan sih sana" Karin menjauhkan kepala Netta dari tubuhnya
"Elo gak tau aja sikap aslinya kek gimana" sambung Karin
Netta bukannya mendengar ucapan Karin ia malah sibuk guling-guling sendiri di atas kasur
"Dah lah susah ngomong sama orang gila" ucap Karin
Setelah seharian menemani Karin di rumah akhirnya Netta pun pamit pulang karena hari sudah sore
"Gue balik dulu ya" pamit Netta
"Ngapain sih pulang"
"Ya kan gue punya rumah, gimana sih lo"
Karin dan Netta pun berjalan keluar dari dalam kamar
Tiba-tiba langkah kaki Netta terhenti saat sedang menuruni anak tangga
"Eh gue lupa mau nanya ke elo" ucap Netta
Karin mengangkat kedua alisnya
"Kenapa Kemarin lo bisa nyebur ke dalam kolam"
Karin mencoba mengingat kembali kejadian kemarin
"Gue nggak terlalu inget sih, soalnya semua kayak tiba-tiba gitu, tapi gue ngerasa ada orang yang sengaja dorong gue ke kolam" terang Karin
"Berarti ada seseorang yang nggak suka sama lo Rin, mangkanya dia sengaja nyeburin elo"
"Tapi siapa"
"Apaaaaa mungkin Laura" sambung Karin dengan suara lirih ia seperti tidak yakin dengan apa yang ia ucapkan
"Laura??" Nama itu terdengar tidak asing di telinga Netta
"Pacar Arsen" jelas Karin
__ADS_1
Karin dan Netta saling bertatapan satu sama lain mata mereka seakan memberi isyarat jika mereka berdua memikirkan sesuatu yang sama
"Lo harus hati-hati" Netta berusaha memperingatkan sahabatnya
Karin pun mengangguk menyetujui apa yang Netta ucapkan
"Karena jika dipikir-pikir orang yang paling dirugikan dengan kedekatan elo dan Arsen hanya Laura karena dia kekasih Arsen"
"Inget kata gue Rin, elo harus hati-hati, ketika orang sudah di butakan dengan cinta dia bisa ngelakuin apa aja" ucap Netta saat sudah berada di dalam mobilnya
"iya bawel" balas Karin membuat Netta ingin menjitak kepalanya
Mobil Netta mulai berjalan pergi meninggalkan rumah Karin
Setelah melihat mobil Netta yang sudah hilang Karin pun masuk ke dalam rumah
Baru saja ingin berbalik Karin melihat mobil Arsen datang, sepertinya Arsen baru saja pulang dari kantor
Karin mengerutkan keningnya saat melihat Arsen yang turun dari mobil bersama dengan Laura
"Ngapain di luar" tanya Arsen saat melihat Karin sedang berdiri di teras
"Nggak" jawab Karin singkat ia ingin segera kembali ke kamarnya karena malas melihat Arsen dan Laura
Baru saja Karin ingin berbalik pergi namun suara Laura membuat Karin menghentikan langkahnya
"Ini aku ada sesuatu buat kamu, Arsen bilang kamu sakit jadi aku mau jenguk kamu ke sini"
Karin dapat melihat wajah licik Laura yang sedang di tutupi dengan wajah sok baiknya
"Makasih" ucap Karin singkat, ia mengambil tas yang Laura berikan kepadanya dan segera kembali ke dalam kamarnya
Arsen merasa aneh melihat sikap Karin yang tidak seperti biasanya pada Laura, Arsen memegang tangan Laura ia berusaha menjelaskan pada kekasihnya agar tidak salah faham dengan Karin
"Jangan di masukin ke hati, mungkin karena nggak enak badan Karin jadi gitu, sabar ya sayang"
"iya aku tau kok honeyy"
Arsen membawa tubuh Laura ke dalam dekapannya, ia berusaha menenangkan hati Laura
"Ck udah persis teletabis" ucap Karin saat melihat kemesraan Arsen dan Laura
Malam semakin larut, Karin memegangi perutnya yang terasa lapar, ia ingin turun ke bawah namun ia malas jika melihat Arsen dan Laura
"Aisshhhhh kapan sih mereka berdua pergi"
Karin mendengar suara langkah kaki melewati pintu kamarnya, sepertinya Arsen membawa Laura masuk ke dalam kamarnya
"Sialan! bisa bisanya bawa cewek lain pas ada istrinya di rumah" umpat Karin
Dengan langkah mengendap-endap Karin keluar dari kamarnya, ia sudah tidak bisa menahan rasa lapar di perutnya
"Haha untung udah gak ada orang" gumam Karin senang
"Kemana"
__ADS_1
Jantung Karin seperti berhenti mendadak saat mendengar suara bariton Arsen
"Sialan!!"