
Pagi pun tiba Karin bangun dengan badan yang terasa remuk, Arsen benar-benar mengajarnya tanpa henti sampai menjelang subuh
Karin melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang, ia ingin bangun untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket
Perlahan Karin menyingkirkan tangan Arsen yang berada di atas perutnya
Arsen menarik tangan Karin yang ingin pergi hingga terjatuh kembali di atas kasur, dengan gerakan cepat Arsen memeluk tubuh istrinya dengan erat
"Yang aku mau mandi dulu awas"
"Nanti aja sayang, aku masih mau peluk kamu" ujar Arsen semakin mengeratkan pelukannya
"Ihh awas dong badan aku udah lengket banget ini" omel Karin jengah setiap pagi suaminya pasti selalu menahannya agar tetap di atas kasur
"Lima menit lagi sayang" gumam Arsen kepalanya mendusel ke ceruk leher istrinya
"Udah lima menit awas sayang"
Arsen tidak perduli tangannya malah kini asik bermain di dada istrinya
"Yang udah ya"
Akhirnya Arsen pun membiarkan istrinya bangun untuk membersihkan tubuhnya
"Awwww" pekik Karin saat baru saja melangkahkan meninggalkan tempat tidurnya
Arsen pun terkejut langsung bangun menghampiri istrinya
"Kenapa sayang apanya yang sakit" ujar Arsen khawatir
Karin merasakan sakit dan perih di bagian intimnya saat ia mencoba berjalan
"Kamu sih mainnya ganas banget tadi malam" omel Karin sebal melihat suaminya yang kini malah cengengesan
"Itu hukuman buat kamu sayang"
"Leo itu temen aku, ngapain sih pakek cemburu segala"
"Aku gak mau kamu deket-deket sama cowok lain, aku gak suka" ujar Arsen dengan wajah masam
"Awas aja ya nggak bakal aku kasih jatah lagi" ancam Karin
"Ehhh jangan dong sayang tega banget kamu, yaudah sini aku bantuin" Arsen menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi
"Udah sana keluar aku mau mandi"
Dari pada makin ngambek Arsen pun terpaksa mengikuti perintah istrinya padahal ia ingin mandi bareng
Karin mengisi air di bathtub sampai hampir penuh ia ingin berendam dengan air hangat agar badannya terasa lebih segar
Sedangkan di luar Arsen terus melihat ke arah pintu kamar mandi karena istrinya tidak kunjung keluar
Hampir satu jam Karin masih betah di dalam kamar mandi, Arsen pun curiga karena tidak terdengar suara gemericik air dari dalam
Perlahan Arsen membuka pintu kamar mandi pantas saja lama ternyata istrinya sedang berendam sampai tidak menyadari kehadirannya
Muncul lah sebuah ide usil untuk menggoda istrinya
Arsen melepas semua pakaiannya, dengan perlahan ia masuk ke dalam bathtub
__ADS_1
Karin merasakan sesuatu yang aneh ia pun membuka matanya
"AAAA! kamu ngapain" teriak Karin kaget melihat suaminya yang tiba-tiba sudah ikut berendam di dalam bathtub bersamanya
"Awas bentar yang" Arsen memutar tubuhnya sehingga ia duduk membelakangi istrinya
"Bantuin yang gosokin punggung ku, tangan ku gak nyampe" ujar Arsen mencoba modus pada istrinya
Karin menarik nafas dalam melihat tingkah suaminya
Tangan Karin meraih botol sabun yang ada di samping bathtub kemudian menuangkan sedikit di telapak tangannya
Perlahan ia menggosok punggung suaminya, sedangkan Arsen menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Karin di punggungnya
Karin menggosok punggung lebar suaminya dengan telaten, Karin terkejut saat Arsen tiba-tiba menarik tangannya sehingga membuat gunung kembar nan besar miliknya menempel dengan bebas di punggung suaminya
"****" Arsen tergoda akibat ulahnya sendiri
"Yang-" belum sempat menyelesaikan ucapannya Karin di buat semakin melotot saat Arsen menuntun tangan ya untuk memegang senjatanya yang sudah berdiri
"Sayang bantuin" ucap Arsen dengan suara bass nya
Arsen membimbing tangan Karin untuk bermain dengan miliknya
Rasa nikmat yang Arsen rasakan bertambah saat gundukan kenyal milik istrinya bergesekan dengan punggungnya
Karin benar-benar membuat Arsen menjadi gila
Tangan Karin terus meremas sampai sang suami akhirnya mengerang setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa
Arsen menyenderkan kepalanya di dada istrinya sambil berusaha menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan
Karin pun hanya bisa diam dan pasrah menerima perlakuan suaminya
~
Karin duduk selonjoran di atas tempat tidur ia menemani Arsen yang sedang sibuk dengan laptopnya
Lama kelamaan Karin merasa bosan, ia pun ngide untuk membuat camilan
"Kemana?" ujar Arsen melihat istrinya yang beranjak dari tempat tidur
"Mau ke dapur sebentar"
Karin memeriksa isi kulkas ia mencari bahan-bahan yang bisa di eksekusi
"Yah pada abis semua ternyata"
Karin pun kembali ke dalam kamar dengan wajah muram
"Kenapa sayang"
"Aku pergi bentar ya, stok bahan makanan di kulkas udah gak ada"
"Ayok aku temenin" Arsen mematikan layar laptopnya lalu membuka laci meja nakas untuk mengambil kunci mobilnya
"Yuk" ajak Karin setelah menenteng tas kecil berwarna hitam di pundaknya
Arsen melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah, Karin kini menggunakan dress pendek di atas lutut yang di padukan dengan jaket jeans
__ADS_1
"Ganti"
Karin bingung merasa baju yang ia gunakan biasa saja tidak terlalu terbuka
"Ih gak mau kelamaan, udah ayo berangkat"
Tangan Arsen mencekal lengan istrinya
"Paha kamu keliatan sayang"
Karin memutar bola matanya malas sikap posesif Arsen kadang menjengkelkan
Dari pada ribut Karin pun memilih menurut mengganti pakaiannya
Arsen tersenyum melihat istrinya yang kini sudah mengganti dress yang ia gunakan tadi dengan celana kulot
"Gini dong baru bagus"
Arsen membukakan pintu mobil terlebih dahulu untuk istrinya, setelah selesai ia berlari ke pintu samping dan duduk di kursi kemudi
Mobil Arsen melaju dengan kecepatan sedang, di sepanjang perjalanan Arsen tidak pernah melepas tangan istrinya dari genggamannya
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit mereka berdua pun tiba di tempat tujuan mereka
Arsen melarang istrinya turun terlebih dahulu sebelum ia membukakan pintu
Karin tersenyum manis mendapatkan perhatian dari suaminya yang memperlakukannya seperti ratu
"Silahkan ratu ku" ujar Arsen menyambut istrinya keluar dari dalam mobil
"Apasih dasar alay hahaha" seloroh Karin terkekeh mendengar gombalan suaminya
Arsen berlari mengejar Istrinya yang berjalan mendahuluinya
"Yang kok aku di tinggal sih" omel Arsen dengan wajah yang di tekuk
"Eh jangan marah dong sayang" Karin menggamit lengan suaminya yang sedang ngambek
"Cium dulu" ujar Arsen menaik turunkan alisnya menggoda Karin
"Ihh malu lah diliatin banyak orang" ucap Karin melirik keadaan sekitar
"Gapapa sayang"
"Eitsss nanti aja di rumah" tangan Karin menahan kepala Arsen yang mendekati wajahnya
"Beneran"
"Iya cium doang kan, gampang"
"Ohh nggak bisa, kalo di rumah aku minta lebih lah"
Karin geleng-geleng kepala karena suaminya sekarang menjadi sangat mesum
"Hay Arsen" suara seorang wanita membuat langkah Arsen dan Karin berhenti
Karin bisa merasakan tubuh suaminya yang tiba-tiba menegang
...****************...
__ADS_1
Yuk jangan lupa like komen dan vote cerita ini biar author tetep semangat up nya ðŸ˜