Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 75 Ketemu mantan


__ADS_3

Laura berdiri tepat di depan pasangan sejoli yang tampak begitu bahagia


Niatnya untuk keluar membeli suatu barang malah membuatnya bertemu dengan Arsen


Arsen tidak mengindahkan sapaan Laura, ia menarik tangan istrinya masuk ke dalam swalayan


Melihat wajah Laura membuat Arsen menjadi begitu geram, wanita itu ternyata sangat licik, ia sampai rela melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang ia mau


Jujur saja sejak kejadian malam itu hati Arsen menjadi tidak tenang, ia takut Laura akan membuat rumah tangganya hancur


Lagi-lagi Arsen merutuki kebodohannya, seharusnya ia sudah curiga dari awal saat Laura dengan gampang menerima keputusan Arsen yang ingin mengakhiri hubungan dengannya, dan ternyata Laura sudah menyiapkan rencana kotor untuk menjebak Arsen


"Sayang kenapa, kamu sakit?" ujar Karin khawatir karena melihat wajah suaminya yang tiba-tiba pucat


"Jangan-jangan kamu masih suka ya sama mantan kamu tadi" seloroh Karin dengan ketus


Arsen langsung menggeleng ia tidak mau istrinya salah paham


"Alah laki-laki semuanya emang sama aja"


Arsen menatap tubuh Karin yang kini berjalan meninggalkan dirinya

__ADS_1


Tangan Arsen memijat pelipisnya yang terasa nyut-nyutan, selang beberapa detik ia berlari mengejar Istrinya yang kini sedang marah kepadanya


"Yang jangan marah dong, nanti cantiknya ilang" ujar Arsen berusaha membujuk istrinya agar tidak marah


Karin menghentikan langkah kakinya lalu berbalik ke arah suaminya


"Oh jadi sekarang kamu ngatain aku jelek!"


"Yaudah sana balik aja sama mantan kamu, jangan ganggu aku, bye!"


Arsen melongo mendengar ucapan istrinya yang sembarangan menuduhnya


"Yang kamu ngomong apa sih, aku gak pernah lo bilang kayak gitu ke kamu" Arsen menarik tangan istrinya agar mau mendengarkan penjelasan darinya


"Jangan pegang-pegang" Karin menyentak tangan suaminya


Arsen sudah kehilangan kesabarannya, ia dengan mantab berjalan mendekat ke arah istrinya


"Aaishhh lepasin" Karin malu karena Arsen tiba-tiba menggendong tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam mobil, ia ingin teriak namun takut suaminya akan di keroyok orang-orang


"Kamu kenapa sih tiba-tiba marah kayak gini" ucap Arsen setelah berhasil mendudukkan tubuh istrinya di kursi mobil

__ADS_1


Karin terdiam, ia merasa aneh dengan dirinya, kenapa ia tiba-tiba menjadi sensitif dan marah tidak jelas, hanya karena tidak sengaja bertemu dengan mantan kekasih suaminya


"Siapa yang marah, aku biasa aja kok" elak Karin dengan sinis, tidak mau mengakui kemarahannya


"Kamu cemburu hmm?" goda Arsen seraya memainkan kedua alisnya


"Enggak! siapa juga yang cemburu gr banget kamu" Karin membuang muka ke arah jendela ia tidak mau menatap wajah suaminya


"Terus kenapa kamu marah sayang" Arsen menarik dagu istrinya


"Yaudah deh maaf ya, aku salah" Arsen mengeluarkan jurus untuk menghilangkan amarah istrinya


"Lain kali kalo ada cewek aku pasti langsung merem, kalo perlu pake in aku kacamata kuda aja deh biar aku cuma bisa lihat ke arah kamu"


Karin tertawa membayangkan jika suami gantengnya benar-benar menggunakan kaca mata kuda


"Uhhhhhh" Arsen menghembuskan nafas lega setelah melihat istrinya yang kini sepertinya sudah tidak marah lagi kepadanya


"Jadi belanja enggak nih"


Karin menggeleng ia sudah kehilangan mood nya untuk belanja

__ADS_1


Arsen menggelengkan kepalanya, perkara bertemu mantan, istrinya sampai mengurungkan niatnya untuk belanja padahal mereka berdua jelas-jelas sudah sampai di swalayan


__ADS_2