
"Oh ya!jadi kamu sudah berani menjawab ucapanku!awas aja setelah kita kembali nanti maka aku akan memberikanmu pelajaran,camkan itu!"ancam Adrian sambil mengeraskan rahangnya.
Claire hannya diam dan tidak menanggapi ancaman Adrian,ia sudah bosan dengan segala ancaman yang terlalu sering dilontarkan.Claire lebih memilih untuk melihat pemandangan kearah lain dan tidak memperdulikan ucapan Adrian.
Setelah lama perjalanan,mereka telah sampai dikediaman orang tua Adrian.Wanita paruh baya itu tersenyum melihat mobil Adrian berhenti tepat didepan rumahnya.Ini pertama kali Claire menginjakkan kakinya dirumah Orang tua Adrian,mata Claire terpukau saat melihat rumah orang tuanya, bak istana kerajaan ,halamannya sangat luas dipenuhi dengan tanaman tanaman yang amat cantik.Claire masih terkesima menyaksikan pemandangan yang sangat indah menurut penilaiannya.
Dasar wanita kampungan,sahut Adrian
seketika Claire tersentak dalam lamunannya.Bukan jalan malah berhenti ,melihat-lihat kesana kesini .Bikin malu aja!"kok pakai acara berhenti segala kayak dilampu merah aja low,ayo cepat jalan,nanti orang tua gue terlalu lama menunggu."ketus Adrian dengan Bathin yang kesal.
Aduh,,lama-lama gue cepat mampus nih kalau dibentak terus!heran gue dengan sikap orang ini kadang baik kadang kasar."bathinku dalam hati
Claire menganggukan kepalanya,dia tersentak dalam gumammannya tatkala Adrian langsung memegang tangan lembutnya lalu mereka langsung jalan berbarengan.Mami Adrian yang sudah lama menunggu didepan langsung memberikan pelukan untuk anaknya dan calon mantunya.
Ini calon mantu ibu!?manis dan cantik sekali,aduh kamu pintar sekali memilih calon mantu buat mami,mamipun langsung memelukku dan Claire.
Hayo silahkan duduk nak!?ucap Mami Adrian dengan senyuman yang ramah,kamu cantik sekali nak?jadi pengen muda lagi pas ngelihat kamu yang begitu cantik ini."tak henti-hentinya mami memuji kecantikan Claire
'Um,maksih Tante !"balas Claire dengan perasaan malu dan menundukkan kepalanya.
"Eh!jangan panggil Tante dong.Panggil dengan sebutan mami ya sayang,kan sebentar lagi kamu akan menikah dengan Adrian jadi maminya Adrian mami kamu juga dong.Ucap mami Adrian seraya tersenyum dengan sumringahnya.
Yuk masuk kedalam rumah nak Claire,didalam sudah ada Celo bersama papinya. Ungkap mami dengan penuh senyuman yang hangat.
Mami langsung menggandeng tangan Claire dengan penuh semangat,sedangkan Adrian ditinggal sendirian menyusul dibelakang.Setiba dimeja makan mami mempersilahkan calon mantunya duduk dan segera memperkenalkan Claire kepada papi dan Celo .
"Ehhmmm,papi ,Celo!
perkenalkan ini Claire calon mantunya mami, cantik dan maniskan Pi?lirih mami dengan senyuman yang ceria.lalu Claire dan mami duduk berbarengan dengan keluarga besar Adrian serta diiringi dengan Adrian duduk disampiny Claire.
Inikah calon mantu papi mi?lirih papi juga sangat bersemangat menyambut mantunya.Hebat anak Papi pintar kali memilih calon mantu buat papi,Adrian hannya tersenyum melihat reaksi kedua orangtuanya yang sangat antusias menyambut Claire.
__ADS_1
Ea doank Pi,siapa dulu Adrian!"sambil mengacungkan dadanya dengan bangga.
Celo hannya tersenyum menatap Claire ,ia hannya bersikap deingin datar saja dalam menanggapi kedatangan Claire.Berbeda dengan kedua orang tua mereka yang sangat antusias sekali menyambut mantunya.
oh ya nak Claire silhkan dimakan hidangannya,nanti keburu dingin low.ungkap mami.
Oh,iya Tan!maksih ya Tan atas hidangannya serta keramahannya ucap Claire seraya tertunduk malu.Jangan panggil Tan sayang,panggil mami Dong,kan udah jadi calon mantu mami!"Lirih mami
Claire hannya bisa tersenyum,dengan perlakuan mami Adrian yang sangat kontras dengan anaknya.
Mami terus memperhatikan calon mantunya itu,Claire sangat grogi saat menyantap hidangan karena dilirik terus oleh mami Adrian.
"Kok makannya kayak gag enak gitu sayang!?kurang enak ya masakannya ?"tannya mami
"Enggak kok mi, ini makanan yang paling ....enak ,dan baru kali ini Claire mencoba makanan seenak ini."Jawab Claire dengan jujur
'Aduh,ini perempuan kampungan banget sih,,lama-lama kayak gini bisa ketahuan jati dirinya.Aku harus berusaha membuat mami tidak bannyak tannya.Bathin Adrian dengan sambil menatap mereka berdua.
Oh ya nak Claire?"kira2 udah berapa tahun kenal sama anak ganteng mami si Adrian?tannya mami penuh penasaran.
"Um sekitar ti_"ucapan Claire terhenti dengan perasaan gugup.
2 tahun mami ,Claire kenal sama Adrian udah 2 tahun,terus kami pacarannya 1 tahun
cuman baru sekarang Adrian sempat dan baru berani membawa kesini mam,,timpal Adrian sengaja berbohong agar mami gag tahu yang sebenarnya.
Untung aja tidak keceplosan.Bathin Adrian dengan penuh kekhawatiran.
"Oh....gitu ya.Yaudah saran mami kalian cepat2 menikah saja.Lagian mami dan papi sudah tua,mami ingin di hari tua nanti di temani sama cucu mami agar tidak kesepian.Soalnya kedua putra mami belum ada yang menikah,jadi gag pa2 kalian cepat2 menikah.Sahut mami sambil melirik ke arah papi dengan mengangkat alisnya.
seketika Celo terkejut dengan ungkapan mami yang menyuruh Adrian cepat menikah,karna Celo khawartir Adrian akan dinomor satukan dikeluarga mereka,rasa itu timbul karna mami akan sangat sayang kepada mereka apabila dikemudian hari dikasih cucu.Celo sangat tahu selama ini mami sangat menginginkan seorang cucu.
__ADS_1
Sialan!"mami pake nyuruh cepat menikah segala.Bathin Celo dengan emosi
"Um mami,papi,Celo duluan ya,mau istirahat.
enggak tau nih sejak tadi badan terasa pegal-pegal dan kepala agak pusing.Celo yang langsung memilih pergi.
'Loh,mau kemana kamu Cel?"tannya mami
penuh keheranan.
Celo tidak menjawab,semua orang merasa bingung namun tidak dengan Adrian.
"Mami, aku temui Celo dulu ya ,katanya lagi kurang enak badan.Bentar ya Claire,kamu sama mami dulu ya disini,ucap Adrian kepada Claire dengan berpura-pura manis.
Claire pun mengangguk mengiyakan,didepan mami bersikap manis,dibelakang mami kayak iblis mulutnya.lirih Claire dalam hati.
Celo memasuki kamarnya dengan penuh amarah,ia melampiaskan semua kemarahan ke semua barang yang ada di kamarnya .
Adrian langsung menerobos masuk tanpa mengetok terlebih dahulu.
"Mau ngapain Lo disini?!tannya Celo dengan kasar.
"Ayo lah gue kan kakak lo,mau kesini kan terserah gue.Jawab Adrian dengan santai
lai memilih duduk disofa kamar.
"Lo sengaja ya rencanakan semua ini?"padahal waktu itu gue curhat Sama Lo,kalau kita nanti sama-sama bawa pendamping ke mami dan gag boleh ada yang mendahului,waktu itu Lo setuju dengan ucapan gue,tapi nyatanya Lo duluan bawa cewek kesini.Hardik Celo dengan kasar
Itu mah derita low Celo,ngapain low lama lakunya,Karana gue udah dapat pendamping Yaudah terpaksa gue duluan.Lirih Adrian dengan congkaknya
Sialan low,selama ini gue anggap low sebagai saudara yang bisa ngertiin keadaan gue,tapi sekarang low berani ingkar dengan perjanjian kita.
__ADS_1