
Karin menatap Tas kecil yang berisi kotak makan di tangannya
"Merepotkan" gumamnya
Karin dengan malas masuk ke dalam mobil, ia bergegas menjalankan kuda besi miliknya itu ke kantor perusahaan Arsen
Nanti setelah sampai Karin berniat untuk meninggalkan tas makan itu di lobby saja, ia malas jika harus naik ke ruang kerja Arsen biar karyawannya saja yang memberikannya
Karin menyetir dengan semangat karena setelah mengantar makanan Arsen ia akan menemani Leo untuk makan siang berdua
Setelah melalui perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya Karin sampai di depan gedung raksasa perusahaan Arsen
Sebelum keluar dari mobil Karin merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, meskipun hanya istri kontrak ia tetap harus menjaga martabatnya sebagai istri direktur utama perusahaan
Karin turun dari mobil dengan menenteng tas kecil di tangannya, tak lupa ia terus memasang senyuman di bibirnya agar terlihat ramah
Karin di sambut dengan hormat oleh karyawan Arsen yang kebetulan berpapasan dengan dirinya
"Selamat Siang bu, ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis menyambut kedatangan Karin
"Saya mau titip ini, tolong kasih ke Pak Arsen ya" Karin meletakkan tas yang berisi kotak makanan di atas meja resepsionis
"Mohon maaf ibu, tadi saya mendapatkan perintah dari Ibu Felicia jika harus Ibu Karin sendiri yang memberikan makan siang ke Pak Arsen" sang resepsionis sepertinya merasa tidak enak pada Karin
"Oh ya sudah kalo gitu, biar saya antar langsung" Karin berusaha memaksakan senyumnya agar tetap terlihat baik di depan karyawan Arsen
"Gue udah anter sampai sini, kenapa masih harus gue juga yang ngasih ke Arsen" gumam Karin dalam hati
Karin masuk ke dalam lift bersamaan dengan beberapa karyawan Arsen
"Selamat siang Bu Karin" sapa seorang karyawan wanita yang berdiri di samping Karin
Karin membalas sapaan tersebut dengan anggukan kepala tak lupa ia juga memberikan senyuman manisnya pada karyawan tersebut
Ting
Lift terbuka Karin pun segera keluar dari dalam, sampai di depan ruangan Arsen Karin melihat Daren yang sedang duduk di meja kerjanya, sepertinya ia sangat sibuk sehingga tidak mengetahui Karin yang ada di depannya
"Pak Arsen ada ?" tanya Karin membuat Daren sedikit terkejut
Menyadari kehadiran istri bosnya Daren pun langsung berdiri dari duduknya
__ADS_1
"A-ada Bu, mari saya antar" ucap Daren
Namun saat sampai di depan pintu Daren tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Karin bingung
"Sa-saya lupa Bu, Pak Arsen tadi keluar" Daren merutuki kebodohannya, ia lupa jika kekasih bosnya ada di dalam ruangan
Karin menghela nafas panjang
"Gapapa biar saya masuk aja" ucap Karin
"Biar saya saja Bu" tawar Daren
"Nggak saya aja" Karin memaksa untuk masuk ke dalam dan Daren terus berusaha mencegahnya
"Haiss emang kenapa sih, gue gak boleh masuk sialann!" umpat Karin dalam hati
Daren terus berusaha menghalang-halangi Karin untuk masuk ke dalam ruangan Arsen sehingga membuat Karin penasaran, sampai akhirnya tangan Karin berhasil membuka pintu ruangan itu
Ceklek
"Oh my god"
Karin dan Daren terperangah melihat apa yang ada di depannya, mereka berdua melihat adegan panas yang di lakukan oleh Arsen dan Laura
Arsen terkejut melihat Karin dan Daren yang sudah ada di dalam ruangannya, ia pun buru-buru menyingkirkan Laura dari atas pangkuannya
Karin menoleh ia melihat wajah Daren yang sepertinya masih syok dengan apa yang ia lihat barusan, Karin pun memberi isyarat Daren untuk keluar
"Ada apa" tanya Arsen dengan nada dinginnya
"Nih dari mama" Karin langsung menyodorkan tas bekal yang ia bawa
"Makasih ya udah mau jauh-jauh bawain kesini" ucap Laura yang kembali duduk di pangkuan Arsen dan menyunggingkan senyum liciknya
"Iya sama-sama, eh iya sorry ya udah ganggu kalian" Karin memperlihatkan senyum manisnya yang entah malah seperti ejekan bagi Arsen
Karin pergi ia keluar dari ruangan tanpa melihat Arsen yang kini wajahnya sudah memerah
"Maaf Bu" Daren meminta maaf karena dirinya gagal mencegah Karin masuk ke dalam ruangan sehingga melihat suaminya sedang bercumbu dengan wanita lain
__ADS_1
"Eh ngapain minta maaf, gapapa santai aja" ucap Karin tangannya menepuk bahu Daren lalu ia langsung berjalan pergi
Daren pun nampak bingung melihat Karin yang biasa-biasa saja padahal ia baru saja melihat suaminya sedang bercumbu dengan wanita lain
Sementara itu di dalam ruangannya Arsen hanya diam, ia sibuk dengan pikirannya sendiri sampai mengabaikan Laura yang ada di sampingnya
Arsen seperti tidak rela jika Karin mengetahui apa yang ia lakukan dengan Laura barusan, padahal seharusnya juga tidak apa-apa toh ia dan Karin hanya sebatas suami istri kontrak
Kejadian ini merupakan pengalaman pertama Arsen setelah ia bertahun tahun menjalin hubungan dengan Laura, selama ini Arsen tidak pernah melakukan apapun dengan Laura ia sangat menjaga kehormatan kekasihnya
Namun tadi ia merasa Laura terus menggodanya sehingga Arsen terbawa suasana
Laura pun mulai merasa jengah karena dari tadi Arsen terus mendiamkan dirinya, tangan Laura mulai kembali bergelayutan di leher Arsen
"Honeyyy" bisik Laura tepat di samping telinga Arsen
Arsen memejamkan matanya merasakan hembusan nafas Laura yang menyapu telinganya
Sepertinya Arsen sudah tidak tahan lagi, buru-buru ia berdiri menjauhkannya dirinya dari Laura
"Aku ada meeting sayang" bohong Arsen, ia hanya mencari alasan agar bisa menghindari Laura
"Ohh okey honey, aku pulang dulu" Laura mengambil tas miliknya di atas meja tak lupa ia mencium pipi Arsen terlebih dahulu sebelum pergi"
"Huft akhirnya" Arsen merasa lega karena Laura sudah pergi
Arsen merasa Laura sedikit agresif akhir-akhir ini sehingga ia harus pintar mengontrol diri
Dengan wajah angkuhnya Laura berjalan keluar dari ruangan Arsen, ia pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk merapikan penampilannya
"Eh tau nggak istri pak Arsen cantik banget ternyata"
Laura mendengar ucapan seorang karyawan yang sedang berbicara dengan temannya
"Iya gue juga pernah ketemu pas acara pesta ulang tahun perusahaan kemarin, bener-bener cantik banget pantes aja pak Arsen sampai jatuh cinta"
Laura semakin panas mendengar perkataan para karyawan tersebut ia ingin menyiram mereka berdua dengan air kotor yang ada di sampingnya
Dua karyawan itu pun terkejut saat melihat Laura yang ternyata juga berada di dalam kamar mandi, para karyawan itu pun keluar dengan kepala menunduk karena mereka takut dengan tatapan tajam Laura
Laura menatap pantulan wajahnya yang ada di cermin, ia meraba setiap bagian wajahnya yang menurutnya lebih cantik dari pada Karin
__ADS_1
"Selamanya Arsen hanya akan menjadi milikku"