
"Tuan sekarang sudah pagi, anda harus bangun dan pergi ke kantor" bik Ira mencoba membangunkan Leo yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya
"Tuan ayo bangun nanti nyonya bisa marah jika anda terlambat"
Leo pun menggeliat di balik selimut tebalnya
"Jam berapa ini bik" tanya Leo dengan menggaruk lehernya
"Sekarang sudah jam setengah delapan tuan"
"Silahkan mandi tuan, saya sudah siapkan sarapan di meja makan" sambung bik Ira
Leo pun dengan langkah gontai masuk ke dalam kamar mandi
Kedua orang tua Leo memutuskan untuk ikut tinggal di Indonesia sehingga hidup Leo kini mulai di atur oleh orang tuanya
Sebelumnya James dan Alice memilih tetap tinggal di luar negeri sementara Leo tinggal sendirian di sini namun James bosan karena selalu mendengar rengekan Alice yang merindukan putra semata wayangnya
setelan selesai bersiap-siap dan rapi Leo pun turun ke bawah untuk sarapan masih ada sedikit waktu yang bisa Leo gunakan untuk mengisi perutnya
"Loh papa sama mama kemana?" tanya Leo yang tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya
"Tuan James sudah berangkat ke kantor sedangkan nyonya Alice baru saja pergi" jelas bik Ira
"Mama pergi kemana?"
"Tadi nyonya tidak bilang tuan mau pergi kemana"
Leo pun mengangguk tanda ia mengerti
"Bibik udah makan?" tanya Leo
"Belum tuan"
Leo mengernyitkan dahinya mendengar jawaban bik Ira
"Sekarang udah mau jam sembilan kenapa bibik belum sarapan?"
"Saya bisa makan nanti setelah semua pekerjaan saya selesai tuan" jawab bik Ira dengan menundukkan kepalanya
"Sini bik ayo sarapan bareng" ajak Leo
Namun bik Ira menolak ia takut akan dimarahi jika sampai ketahuan ikut duduk di meja makan
"Udah ayo sini bik" Leo berdiri dan menuntun bik Ira agar ikut duduk di meja makan
"Saya nggak suka makan sendirian" ucap Leo
"T-tapi saya takut nanti di-"
"Udah mama nggak bakal marah, ayo bik makan yang banyak"
Leo dengan semangat menyendokkan nasi di piring dan memberikannya kepada bik Ira
Setelah menunggu bik Ira menghabiskan makanannya Leo pun pamit pergi
"Bik saya berangkat dulu ya" ucap Leo
Tak lupa ia mencium tangan bik Ira sebelum berangkat
__ADS_1
"Hati-hati tuan"
Leo menggunakan mobil sport keluaran terbaru miliknya karena mobil sedan hitam kesayangannya kini sedang berada di bengkel
~
Di bawah langit yang sama kini Arsen dan Daren sedang berada di dalam mobil menuju hotel untuk melakukan pertemuan dengan pemilik perusahaan 3i yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan miliknya
3i merupakan perusahaan produsen peralatan konstruksi dan pertambangan yang cukup terkenal di dunia
Bisa di bayangkan betapa banyak harta pemilik perusahaan 3i tersebut
Ponsel Daren bergetar menandakan ada sebuah panggilan yang masuk, dengan cepat Daren mengangkat panggilan tersebut
"Iya selamat pagi"
"Oh iya baik, akan segera saya sampaikan kepada atasan saya"
"Baik terimakasih" ucap Daren untuk mengakhiri panggilannya
"Ada apa?" tanya Arsen
Daren pun memberitahu Arsen jika sekretaris dari direktur utama 3i baru saja menelfonnya dan memberitahu jika direktur utama 3i tidak dapat hadir dan akan di gantikan oleh anaknya
Tak lama mereka berdua pun sampai di hotel dan langsung masuk ke dalam ruang pertemuan
Arsen menunggu hampir lima belas menit namun orang yang ia tunggu tidak kunjung datang
"Permisi maaf sudah menunggu lama" ucap seseorang yang baru saja datang
Ternyata anak dari pemilik perusahaan 3i ini sangat dikenal oleh Arsen
"Perkenalkan saya Leo" ucap pria tersebut dengan menyodorkan tangannya
Arsen pun membalas uluran tangan Leo dengan sedikit memberikan tekanan di dalamnya
Benar-benar Arsen tidak menduga jika pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan miliknya adalah James Geoff Hamlet yang tak lain adalah ayah dari Leo
~
Di bawah sinar matahari yang terik Karin baru saja keluar dari rumah sakit hari ini merupakan jadwal rutinnya untuk memeriksa kesehatan tubuhnya yang selalu ia lakukan setiap tiga bulan sekali
Saat Karin akan membuka pintu mobil ia melihat seorang wanita yang terjatuh di depannya karena hampir tertabrak mobil yang lewat
Buru-buru Karin menolong wanita tersebut
"Tante gapapa kan?" tanya Karin sambil membantu wanita tersebut untuk berdiri
"Iya gapapa, untung aja ada kamu yang gercep bantuin saya" ucap wanita tersebut seraya menyunggingkan senyum manisnya
"Tante mau kemana mau saya antar" tawar Karin
"Sebentar, kamu menantunya Fernando bukan? kok wajah kamu kayak nggak asing ya buat Tante" tanya wanita tersebut pada Karin
"Oh iya Tante, tapi kok tante bisa tau"
"Tante waktu itu kebetulan datang ke pernikahan kamu"
"Kalo di liat-liat wajah tante ini mirip sama Leo, apa jangan-jangan beneran mama Leo?" gumam Karin dalam hatinya
__ADS_1
"Oh iya kenalin nama tante Alice, suami tante udah lama temenan sama papa mertua kamu"
"Wah iya tante senang bisa ketemu sama tante di sini"
Karin melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul sebelas siang sekarang sudah waktunya ia untuk pergi bekerja
"Tante maaf saya harus pergi sekarang, Tante mau saya antar aja kah?
"Enggak usah tante kesini sama supir kok, makasih ya udah mau bantuin tante"
"Iya tante sama-sama, kalo gitu saya permisi dulu tante" pamit Karin pergi
~
Alice merasakan kakinya seperti terkilir saat ia terjatuh tadi sehingga ia berjalan dengan sedikit kesusahan
"Astaga nyonya abis ngapain" tanya Pak Tono yang terlihat panik melihat keadaan majikannya
"Ayo nyonya saya antar masuk lagi ke dalam" ucap Pak Tono
"Nggak usah pak saya gapapa kok" tolak Alice
Di dalam mobil Alice mencoba mengingat kembali wajah Karin yang seperti tidak asing di otaknya
Dulu saat menghadiri pernikahan Karin ia tidak terlalu memperhatikan dengan seksama karena wajah Karin di poles dengan make up
Alice akan memastikan prasangkanya saat ia sudah sampai di rumah nanti
Sampai di rumah Alice dengan cepat masuk ke dalam kamar anaknya
Alice membuka semua laci yang ada di kamar namun ia tidak menemukan barang yang ia cari
"Dimana ya Leo menyimpan barang itu" gumam Alice
Mata Alice melihat sebuah kotak hitam yang berada di atas lemari buku
"Bik Iraaaa"
"Bikkk"
Agar lebih mudah Alice pun memanggil Bik Ira untuk membantunya mengambil kotak tersebut karena berada di atas lemari yang cukup tinggi
"Iya nyonya" ucap Bik Ira yang baru saja masuk ke dalam kamar
"Bik tolong bantu saya ambil kotak hitam itu"
"Baik nyonya"
Bik Ira pun mencari kursi sebagai injakan kakinya agar bisa meraih kotak hitam tersebut
Kotak hitam itu terlihat sedikit berdebu karena sepertinya sudah lama tidak pernah di buka
Alice perlahan membuka kotak hitam tersebut, ia tampak senang karena barang yang ia cari ternyata ada di dalam kotak tersebut
Di dalam kotak tersebut terdapat banyak sekali kertas catatan yang lusuh, jepitan rambut, bando, bunga kering, serta barang-barang lama lainnya yang sengaja disimpan oleh Leo
Namun bukan itu semua yang di cari oleh Alice, ia hanya mencari selembar foto yang
di lapisi dengan bingkai kecil berwarna hitam
__ADS_1
Mata Alice dengan seksama memperhatikan wajah wanita yang ada di dalam foto tersebut dan benar dugaan Alice wanita di dalam foto itu adalah Karin
Yah Alice kini tau jika Karin adalah wanita yang selama ini sangat di cintai oleh Leo