
Laura sedang duduk di atas tempat tidur menunggu Arsen yang kini sedang mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor
Arsen keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, Laura dengan semangat menghampiri Arsen dan membawakan setelan kerja yang sudah ia siapkan
"Nih honey aku udah siapin buat kamu"
"Makasih sayang"
"Sama-sama honey"
Arsen pun kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian
Setelah selesai Arsen berdiri di depan cermin untuk merapikan pakaiannya
Laura datang membantu Arsen untuk memasangkan dasinya
"Karin kemana ya sayang" Tanya Arsen pada Laura yang sedang memasang dasi di lehernya
"Aku nggak tau honey, aku juga nggak ada lihat dari tadi" bohong Laura
"Karin kemana coba, baru sembuh langsung ilang" gumam Arsen
"Dah selesai, ya ampun pacar ku ganteng banget" puji Laura setelah selesai memasang dasi dan mencium pipi Arsen
"Yuk berangkat" Ajak Arsen
"Yuk" Laura pun menggandeng tangan Arsen
____
"Aduhh sumpah gue kenyang banget" Karin mengelus perutnya yang terasa sangat penuh
"Haha porsinya emang luar biasa banget, gue aja yang biasa makan banyak gak kuat"
"Pantesan banyak banget yang antri, tadi mending beli satu aja buat kita berdua"
"Halah modus kan lo, biar bisa makan berdua sama gue" goda Leo
__ADS_1
"Ihhh ya ampun pd banget, mending pulang aja yuk"
"Beneran nih balik"
"Iya yok gue juga mau kerja abis ini"
Leo pun dengan senang hatu menuruti kemauan Karin untuk pulang, meski sebenarnya ia masih ingin lebih lama berduaan dengan Karin
Jarak antara rumah Karin dan tempat penjual bubur tadi tidak terlalu jauh sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi Leo untuk mengantar Karin pulang kerumahnya
Saat Arsen barus saja sampai di teras rumah, ia melihat sebuah mobil sedan berwarna hitam yang berhenti di depannya
"Mobil siapa ini" gumam Arsen karena ia belum pernah melihat mobil tersebut sebelumnya datang ke rumahnya
Kaca mobil tersebut sangat gelap sehingga Arsen sama sekali tidak bisa melihat siapa orang yang ada di dalam mobil tersebut
Arsen melihat Karin turun bersama seorang pria dari dalam mobil tersebut
"Haha Arsen kamu bodoh sekali, menghawatirkan seseorang yang malah sedang asik keluar bersama orang lain" gumam Arsen menertawai dirinya sendiri
Namun Arsen merasa tidak asing dengan pria yang sedang bersama Karin di depannya ini, Arsen merasa seperti pernah melihat pria tersebut tapi ia lupa dimana
"Ihhh kenapa sih sombong banget" ucap Karin sambil berkacak pinggang melihat Arsen yang pergi melewatinya begitu saja
sedangkan di dalam mobil Laura terlihat begitu senang saat melihat Arsen yang sepertinya sedang marah dengan Karin
"Honey" panggil Laura
"Kenapa sayang" ucap Arsen dengan suara beratnya
"Kayaknya cowok tadi pacarnya Karin deh"
"He'em" jawab Arsen singkat sambil berusaha tetap fokus untuk menyetir
"Kamu bakal nikahin aku kan setelah perjanjian kontrak kamu sama Karin selesai" tanya Laura yang berusa mencari kepastian terkait masa depannya bersama Arsen
Arsen diam ia tidak tau harus menjawab apa, karena sejujurnya belum terlintas sama sekali di benaknya untuk menikah dengan Laura meskipun hubungan mereka berdua bisa dibilang sudah sangat lama
__ADS_1
Banyak hal yang harus Arsen persiapkan, jika suatu saat nanti ia ingin bersama dengan Laura, terutama restu orang tuanya, Arsen tidak tau apa yang membuat kedua orang tuanya tidak menyukai Laura
Sampai di kantor Arsen membawa Laura masuk ke dalam ruangannya, Arsen tau banyak sekali karyawannya yang membicarakan hubungannya dengan Laura, mungkin karena mereka semua tau jika Arsen kini sudah menikah tapi tetap saja masih berhubungan dengan Laura
"Gila ya semisal gue jadi istrinya mending gue cerein aja"
"Laki-laki emang nggak ada syukurnya, padahal istrinya udah cantik banget masih aja selingkuh"
Arsen pura-pura tidak mendengar ucapan para karyawan yang sedang membicarakan dirinya
Pagi ini Arsen ada sebuah rapat penting yang harus ia hadiri, ia pun menyuruh Laura untuk menunggu di dalam ruangannya
_____
Karin kini sudah berada di dalam butik miliknya, pekerjaan Karin kini terasa lebih mudah karena sudah ada beberapa karyawan yang bisa membantunya
Kini tugas Karin setiap harinya hanya tinggal membuat desain busana baru untuk para pelanggannya, dan sisa pekerjaan yang lain bisa ia serahkan pada para karyawan untuk menghandle nya
Karin senang melihat hasil desainnya yang terlihat sangat bagus
Dress ini benar-benar terlihat cantik karena meskipun tidak dilengkapi dengan aksesoris pun desain gaun ini terlihat sangat mewah
____
Sementara itu Felicia kini baru saja selesai menghadiri arisan bersama teman-temannya, setelah selesai ia berniat untuk menemui Arsen karena ia sudah lama tidak bertemu dengan anak laki-lakinya itu
"Jeng taxi saya udah ada di depan nih, saya pulang dulu ya" pamit Felicia pada teman-temannya
"Ehh iya jeng, minggu depan kita ketemu lagi ya jeng di rumah jeng Tika"
"Iya jeng, kalo gitu saya permisi dulu ya"
Felicia pun pergi menggunakan taxi ia sengaja tidak memberi tahu Arsen terlebih dahulu jika ia akan datang ke kantor, dan kalau pun semisal nanti Arsen ada rapat atau pekerjaan lainnya ia bisa saja menunggu di ruang kerjanya Arsen
"Pak ke Exxon Company ya"
__ADS_1
"Baik siap bu"