Pernikahan Kontrak

Pernikahan Kontrak
BAB 66 lagi?


__ADS_3

Arsen mendudukkan Karin di atas kasur, ia membantu istrinya untuk mengeringkan rambutnya yang basah


"Cantik" puji Arsen melihat wajah istrinya yang baru selesai mandi


"Ih apasihh" ucap Karin lalu menundukkan kepalanya karena merasa malu


Arsen terkekeh ia mengecup bibir Karin dengan cepat


Hari ini Arsen libur ia ingin menghabiskan waktunya seharian bersama Karin


"Udah ya, aku mau masak dulu" ucap Karin karena ia sudah sangat lapar tenaganya sudah terkuras untuk melayani Arsen yang dari tadi malam terus menggempurnya


*Akhhhh...


Desis Karin karena merasakan nyeri di bagian kewanitaannya, Arsen benar-benar berhasil membuat Karin sampai tidak bisa berjalan


Dengan sigap Arsen mengangkat tubuh Karin membantunya untuk bisa sampai di dapur


"Kamu sih aku jadi nggak bisa jalan" ucap Karin kesal


"Maaf sayang, habisnya aku gak tahan" balas Arsen sambil terkekeh


"Dasar" Karin mengalungkan tangannya di leher Arsen saat menuruni anak tangga


Arsen mendudukkan tubuh Karin dia tas meja dapur


"Kamu duduk, biar aku yang masak" ucap Arsen yang dari tadi terus mengecup bibir ranum istrinya


"Kayaknya disini oke juga" bisik Arsen di telinga Karin dengan sedikit mendesah


Badan Karin meremang dengan cepat ia merapatkan kakinya punyanya masih terasa sakit untuk kembali di gempur Arsen


Karin tidak habis pikir padahal mereka berdua baru saja selesai melakukannya di kamar mandi namun sekarang Arsen malah ingin melakukannya lagi di dapur


"Haha bercanda sayang" ucap Arsen melihat Karin yang memasang wajah was-was


Arsen berbalik ia menyalakan kompor dan mulai memasak


"Emmmm baunya enak" ucap Karin girang padahal Arsen hanya memasak telur ceplok


Selesai memasak Arsen membawa Karin ke meja makan


"Loh sendoknya kok cuma satu" Karin protes karena Arsen tidak membawakannya sendok


"Kamu aku suapin sayang" ucap Arsen membuat Karin malu-malu


Sarapan pagi ini benar-benar sederhana sebenarnya Karin ingin makan-makanan lainnya tapi ia senang karena Arsen mau memasak untuknya


Arsen dengan lembut menyuapkan makanan di mulut Karin


"Kamu nggak jijik" tanya Karin karena Arsen juga menggunakan sendok yang sama dengannya


"Kenapa?"


"Kan bekas ku"


Bukannya membalas ucapannya Arsen malah mencium bibir Karin


Hati Karin berdetak tidak karuan tindakan Arsen yang tiba-tiba menciumnya membuatnya menjadi malu namun senang

__ADS_1


"oh sialan aku kecanduan"


Bibir Karin benar-benar membuat Arsen ketagihan untuk terus menciumnya


~


Di tempat lain Netta kini sedang joging mengelilingi taman yang berada di dekat perumahannya


Namun tiba-tiba Netta merasa ada seorang pria yang ikut berlari di sebelahnya


"Cewekkk"


Tanpa menoleh kini Netta sudah tau siapa pria yang sedang menggoda dirinya


"Hey jangan kenceng-kenceng dong larinya" ucap Leo dengan nafas yang tersengal-sengal


Netta melirik Leo dengan sinis, lama-lama ia ingin pindah rumah saja keran Leo terus datang mengganggu hidupnya


*Bug...


Leo tersandung batu hingga membuatnya jatuh dan meringis kesakitan


Netta berusaha bodoh amat ia terus berlari tanpa memperdulikan Leo, namun berjarak tak terlalu jauh Netta menghentikan langkahnya ia menoleh ke belakang melihat Leo yang masih duduk sambil memegangi kakinya yang sepertinya terluka


"Hiss dasar, nyusahin banget"


Akhirnya Netta terpaksa datang menghampiri Leo


"Mangkanya kalo jalan liat pakek mata" bukannya langsung di tolong Netta malah mengomeli Leo dulu dengan tangannya yang berkacak pinggang


Netta membantu Leo berdiri dan duduk di kursi taman yang ada di pinggir jalan


"Awww sakit Nett" rengek Leo saat Netta mencoba menyentuh lukanya


"Gimana nih gak ada yang jualan obat di sini" sambung Netta


"Obatin dong Nett, nanti malah infeksi kaki gue"


"Aishhh lagian lo ngapain sih joging sampek sini, padahal rumah lo sama rumah gue jauh banget gila"


"Udah deh jangan bawel, obatin nih kaki gue" ucap Leo


Dengan berat hati Netta akhirnya membawa Leo pulang ke rumahnya


"Mobil lo di mana?" tanya Netta tidak mungkin kan Leo jalan kaki dari rumahnya


"Gue gak bawa mobil, tadi gue dianter sama supir"


Pagi ini Leo benar-benar menguji kesabaran Netta, sekarang bagaiman caranya Leo bisa sampai di rumah Netta jika untuk berjalan saja susah


"Gue nggak mungkin gendong lo sampai ke rumah"


"Gue masih bisa kok jalan, tapi lo bantuin gue" Leo berdiri lalu mengalungkan lengannya di pundak Netta


Netta yang tidak siap menjadi sedikit sempoyongan


"Anjir badan lo berat banget"


Dengan sedikit terpontang panting Netta berusaha memapah tubuh Leo, untung saja jalanan sangat sepi sehingga Netta tidak malu jika ada orang yang melihatnya

__ADS_1


"Nett ini masih jauh apa, perasaan rumah lo Deket dari taman" Leo rasa dari tadi ia jalan tapi tidak sampai-sampai di rumah Netta


"Kalo lo pakek mobil ya emang deket pe'a" jawab Netta dengan sewot


Akhirnya setelah berjalan dengan susah payah mereka berdua sampai di rumah Netta


Rumah Netta terlihat begitu besar dan luas


"Lo duduk dulu, gue mau buka pintu" Netta meraba kunci rumahnya yang ia simpan di saku celananya


"Buruan gue haus"


"Hiiiii sabar dikit napa gue juga haus kali"


*klekk


Netta masuk meninggalkan Leo yang sedang duduk di kursi teras


"Eh woy tolongin gue, main tinggal aja" teriak Leo


Netta tertawa ia melupakan Leo yang tidak bisa berjalan


"Lo tinggal di rumah sendirian" tanya Leo saat masuk ke dalam rumah Netta


"Iya, bawel banget lo nanya-nanya mulu"


"Nanya doang padahal sensi amat"


Netta pergi ke dapur meninggalkan Leo sendirian di ruang tamu


Leo memandang sekelilingnya, rumah Netta sangat luas hampir sama luasnya dengan rumah miliknya


Muncul rasa kasihan di hati Leo, selama ini Netta pasti merasa kesepian karena ia harus tinggal sendirian


Sebenarnya Leo ingin tau kabar kedua orang tua Netta tapi takut jika nanti ucapannya malah akan menyinggung perasaan Netta


Netta kembali membawa dua botol minuman dan sebuah kotak obat yang ia tenteng di tangannya


"Nih minum"


Leo menerima sebotol minuman air putih yang Netta berikan kepadanya


*Gleg gleg gleg


Air yang ada di dalam botol itu pun di tenggak Leo hingga langsung habis tak bersisa


"Lagi?" tanya Netta mencoba menawarkan air minumnya pada Leo


"Enggak, Lo mau buat gue jadi kayak sapi gelonggongan" tolak Leo


"Isss ditawarin minum malah ngajak berantem" kesal Netta


"Sini in kaki Lo" Netta meletakkan kaki Leo di pangkuannya


"Aduhhhh pelan-pelan Nett, main langsung tarik aja lo" omel Leo dengan menunjukkan ekspresi kesakitan di wajahnya


"Hehehe sorry-sorry" ucap Netta sembari tersenyum menunjukkan giginya


...****************...

__ADS_1


...Hai jangan lupa like komen dan vote karya ku ya...


...terus nantikan episode-episode berikutnya yang akan datang...


__ADS_2