
Karin dan Leo kini sedang berada di dalam mobil setelah selesai makan malam berdua
Entah kenapa perasaan Karin tiba-tiba menjadi tidak enak padahal barusan ia merasa baik-baik saja
"Kenapa Lo?" tanya Arsen ketika melihat wajah Karin yang terlihat cemas
"Gak papa" jawab Karin karena ia tidak tau kenapa tiba-tiba merasa cemas seperti ini
Leo pun merasa heran tapi ia memilih diam, ia tidak mau menekan Karin agar mau berbicara jujur kepadanya
"Leo cepetan ya nyetirnya"
Rasanya Karin ingin segera sampai di rumah
Leo pun menurut ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil Leo tiba di rumah Karin dan Arsen
Karin sedikit lega karena Leo bilang ia tidak bisa mampir dan harus cepat pulang karena kedua orangtuanya sudah menunggunya di rumah
Setelah Leo pulang Karin langsung memeriksa garasi rumahnya namun ia tidak menemukan mobil mewah Arsen berada di sana
Karin pun memeriksa jam di ponselnya ternyata sekarang sudah pukul setengah sebelas malam tapi Arsen belum juga pulang, apalagi hujan yang turun sangat deras membuat Karin semakin khawatir dengan Arsen
"Nomor yang ada tuju sedang berada di luar jangkauan"
Karin berusaha menghubungi nomor Arsen namun ternyata tidak bisa, ponsel Arsen sepertinya sedang mati
"Akkhhh Arsen lo kemana sih" gumam Karin
Tanpa pikir panjang Karin mengeluarkan mobilnya untuk menyusul Arsen ke kantornya, Karin ingin memastikan keadaan Arsen baik-baik saja
Mobil Karin melaju dengan cepat menuju perusahaan Arsen, namun saat melintas di sebuah jalanan yang sangat sepi Karin melihat mobil Arsen yang berhenti di tepi jalan
Karin pun ikut menepikan mobilnya di tepi jalan, dengan menggunakan payungnya Karin berlari menyeberang ke arah mobil Arsen
"ARSEN"
"ARSENNNN"
Karin terus memanggil nama Arsen namun tidak ada sahutan dari dalam mobil
Karena Khawatir Karin pun langsung membuka pintu mobil Arsen yang ternyata tidak di kunci
"Ya ampun astaga Arsen" ucap Karin ketika melihat tubuh Arsen yang basah kuyup dan menggigil karena kedinginan
Dengan sempoyongan Karin berusaha memapah Arsen untuk masuk ke dalam mobilnya
Karin menutupi tubuh Arsen dengan jaket yang ada di dalam mobilnya
Sementara itu Arsen sepertinya sudah benar-benar tidak sadarkan diri dari tadi matanya terpejam dan bibirnya terus menggigil karena kedinginan
Sesampainya di rumah Karin membawa Arsen masuk ke dalam Kamarnya
Nafas Karin kini tidak karuan setelah memapah tubuh besar Arsen menaiki tangga
__ADS_1
Dengan perlahan Karin merebahkan tubuh Arsen di atas tempat tidur
"Yakhhh.... punggung ku sakit" keluh Karin yang tampak kesakitan
Karin mengambil baju ganti Arsen yang masih berada di dalam walk-in closed nya
Sebentar otak Karin sepertinya kini sedang konslet , ia baru sadar jika tidak ada orang lain yang bisa mengganti pakaian basah Arsen selain dirinya
"Ma-masak gue yang buka semuanya" ucap Karin gagap sambil melihat seluruh tubuh Arsen yang basah kuyup
*Plakk
Karin menampar pipinya sendiri untuk menyadarkan dirinya dari pemikiran kotor yang ada di otaknya
"Gapapa Karin ini kondisi darurat" gumam Karin pada dirinya sendiri
perlahan Karin membuka kemeja yang Arsen gunakan kemudian menggantinya dengan kaos berwarna hitam
Setelah selesai kini Karin menutup bagian bawah Arsen dengan selimut, kemudian dengan telaten Karin melepaskan celana Arsen dari dalam selimut agar seluruh bagian bawah tubuh Arsen tidak terlihat
Karin menghela nafas panjang ketika ia berhasil mengganti semua pakaian basah Arsen
_____
Arsen membuka matanya perlahan, cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar membuatnya merasa semakin pusing
Seingat Arsen tadi malam ia terjebak di dalam mobilnya yang mogok tapi kenapa sekarang ia tiba-tiba bisa ada di kamar Karin
Arsen mencoba bangun tapi kepalanya masih terasa sangat sakit
"Eh... eh... eh... jangan bangun dulu"
"Kok aku bisa di sini" tanya Arsen yang masih bingung
"Gue kemarin gak sengaja liat mobil lo berhenti di pinggir jalan, ternyata pas gue cek ke dalem lo udah nggak sadar" jelas Karin ia terpaksa sedikit berbohong kepada Arsen
Arsen pun mengangguk ia sangat bersyukur karena tadi malam Karin sudah mau menolongnya jika tidak ia bisa saja mati kedinginan di dalam mobil
"Sebentar"
Arsen baru menyadari jika pakaian yang sekarang ia gunakan berbeda dengan pakaian nya tadi malam
"Kamu yang gantiin baju ku?" tanya Arsen membuat jantung Karin berdetak tidak karuan
Karin takut Arsen akan berfikir yang macam-macam padanya
"I-iya tapi sumpah gue gak liat apa-apa"
"Kamu mau liat juga gapapa, kan kamu istriku" Ucap Arsen sambil menatap wajah Karin
Karin tidak tau harus bagaimana tubuhnya seperti membatu mendengar ucapan Arsen barusan, Karin merasa seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya
Arsen terkekeh melihat wajah Karin yang kini seperti orang bodoh
"Nih...nih... mending lo makan dulu deh" Karin memberikan bubur yang ia bawa pada Arsen
__ADS_1
"Suapin" ucap Arsen sambil menyunggingkan senyumnya
Karin tidak sanggup melihat Arsen seperti ini ia rasa sebentar lagi kakinya tidak akan bisa berdiri karena berubah menjadi jely
Arsen menarik Karin untuk duduk di sampingnya
"Ya Tuhan tolong aku" ucap Karin dalam hati
Dengan perlahan tangan Karin menyuapkan bubur ke dalam mulut Arsen
Karin berusaha mengontrol dirinya agar terlihat biasa saja di depan Arsen meskipun dadanya kini sudah seperti akan meledak
Dari tadi Arsen terus menatap wajah Karin tanpa berkedip, sepertinya ia sudah mulai menyadari perasaan sukanya pada Karin
"Dah selesai"
Karin pun beranjak ingin pergi ke dapur untuk mengembalikan mangkuk bekas bubur yang sudah kotor
"Jangan kemana-mana" ucap Arsen sambil menahan tangan Karin agar tidak pergi
"Bentar mau ke dapur"
"Enggak, sini aja"
Arsen menarik tangan Karin agar ikut tidur di sampingnya, Karin pun menurut namun ia tampak bingung melihat tingkah Arsen yang tiba-tiba menjadi seperti anak kecil
Setelah Karin ikut tidur ia terkejut karena Arsen tiba-tiba meletakkan kepalanya di atas dadanya
"Bentar aja kok" ucap Arsen
Tak lama Karin mulai mendengar suara dengkuran halus yang berasal dari mulut Arsen
Sepertinya Arsen benar-benar merasa nyaman tidur di atas dada Karin
Tak terasa Karin pun mulai mengantuk dan ikut tertidur bersama Arsen
_____
Tadi sebelum Arsen bangun Karin sempat menghubungi mama mertuanya untuk memberi tahu jika Arsen sedang sakit sekarang
Sehingga kini Felicia datang berkunjung ke rumah anak dan menantunya
Setelah sampai Felicia bingung karena rumah terlihat sangat sepi seperti tidak ada orang sama sekali
"Karin"
"Sayang mama datang nih"
Felicia berusaha untuk memanggil menantu kesayangannya namun tidak ada jawaban
Perlahan Felicia pun berjalan menaiki tangga ia pikir mungkin menantunya kini sedang berada di dalam kamar mengurus suaminya yang sedang sakit
Setelah sampai Felicia dengan pelan-pelan membuka pintu kamar dan benar saja ia melihat anak dan menantunya yang sedang tidur berdua
__ADS_1
Felicia tersenyum melihat Arsen yang seperti sangat nyaman memeluk tubuh Karin
Karena tidak mau menganggu Felicia pun segera menutup pintu dan pergi ke dapur untuk meletakkan makanan yang sudah ia bawa dari rumah