
Arsen merasakan panas matahari yang cukup menyengat kulitnya ia pun melihat dahi Karin yang mulai muncul keringat
Karin terkejut saat Arsen memayungi dirinya dengan jasnya
"Sini deketan" perintah Arsen
Karin pun menurut ia mendekatkan dirinya pada tubuh Arsen
Saat menyebrang jalan Karin sedikit takut karena banyak kendaraan yang berlalu lalang
"Satu dua tiga" Arsen memberi aba-aba untuk mulai menyebrang
Langkah kaki Arsen sangat lebar sehingga Karin kesusahan mengimbangi langkah Arsen
Karin hampir saja terjatuh karena tersandung kakinya sendiri untung Arsen dengan sigap memegang bahu Karin
"Hati-hati" ucap Arsen
Perlakuan Arsen membuat hati Karin berdetak tidak karuan
Arsen dan Karin kini duduk berhadap-hadapan, tak lama seorang pelayan menghampiri mereka berdua
"Nih" Karin menyodorkan buku menu pada Arsen
"Sama in aja"
"Ohh yaudah kalo gitu baked salmonnya dua minumnya strawberry smoothies"
"Baik mohon di tunggu" ucap pelayan tersebut setelah selesai mencatat pesanan Karin
Arsen memberikan diri untuk memulai percakapan dengan Karin
"Butik udah lama?"
"Hah" Karin tidak paham dengan apa yang di maksud Arsen
Arsen menertawakan kebodohan yang baru saja ia lakukan untung saja pelayan segera datang mengantar minuman mereka
Ponsel Karin bergetar ternyata ada panggilan vidio yang masuk dari sang mama
"Hai mama"
Karin melihat sang mama yang sepertinya sedang berada di mall
"Ihhh mama belanja nggak ngajak Karin" rengek Karin dengan manja
"Ayo tebak mama lagi sama siapa?"
__ADS_1
Karin pun menggeleng ia ngambek pada mamanya
"Haloo menantu kesayangan mama" Felicia muncul untuk menyapa menantunya
"Ohh iya halo maa" Karin tersenyum canggung pada mama mertuanya
Karin pun tidak jadi ngambek karena ada mertuanya
Arsen terkekeh melihat tingkah laku istrinya yang masih seperti anak kecil
"Kamu lagi ngapain sayang" tanya Felicia pada menantunya
"Oh Karin lagi makan siang ma sama Arsen" jawab Karin lalu ia memperlihatkan Arsen di layar ponselnya
"Ya ampun maaf ya mama jadi ganggu kalian berdua, yaudah kalo gitu nanti mama telfon lagi bye sayang" Felicia mematikan sambungan telfonnya
Felicia tampak begitu senang saat mengetahui anak dan menantunya sedang makan siang bersama ia berharap hubungan rumah tangga Arsen dan Karin akan selalu langgeng selamanya
Arsen menunggu Karin yang belum selesai menghabiskan makanannya
"Udah??"
Karin mengangguk sambil terus mengunyah makanan yang ada di mulutnya
"Udah gede masih aja belepotan"
Lagi-lagi Karin tidak bisa mengontrol hatinya yang kini berdetak sangat kencang
"Udah cukup dong Sen, lama-lama gue bisa beneran mleyot" gumam Karin dalam hati
Arsen berjalan terlebih dahulu menuju kasir untuk membayar semua makanannya
Karin datang menyusul ia menyodorkan kartu debitnya kepada Arsen
"Pakek ini aja" ucap Karin
"Jangan biar aku aja yang bayar"
Ya sudah Karin pun kembali memasukkan kartu debitnya ke dalam tas dan menunggu Arsen di luar restoran
Sebelum kembali ke butik Arsen kembali memayungi Karin dengan jas miliknya, namun kali ini Arsen mengambil tangan Karin dan meletakkan di pinggangnya
"Biar nggak jatuh lagi" ucap Arsen
Akhirnya mereka berdua pun berjalan kembali ke butik sambil tangan Karin memeluk pinggang Arsen
"Lo mau ikut masuk nggak" tawar Karin
__ADS_1
Arsen pun mengangguk
Para karyawan saling berbisik saat melihat Arsen yang kini masuk ke dalam butik bersama dengan Karin
"Oh iya Tasya, Nana, Risa kenalin ini Pak Arsen suami saya"
Hati Arsen terasa hangat saat mendengar Karin memperkenalkan dirinya sebagai suami kepada para karyawannya
"Yuk" ucap Karin pada Arsen agar berjalan mengikutinya
Arsen melihat seluruh ruangan kerja Karin yang di dominasi dengan warna putih dan hitam
"Kamu emang suka warna putih hitam ya?"
"iyaa"
Selera warna Karin ternyata sangat mirip dengan Arsen
______
Sementara itu Leo kini sedang berada di sebuah toko bunga, ia berencana ingin memberi kejutan pada Karin dan mengajaknya makan malam
Leo merasa senang bisa kembali dekat dengan Karin setelah hampir dua belas tahun tidak berkomunikasi
Dulu Leo merupakan sahabat dekat Karin dan Netta saat masih kecil, mereka bertiga selalu bermain bersama sampai suatu hari setelah kelulusan sekolah dasar Leo harus pindah ke luar negeri mengikuti kedua orang tuanya
Bisa dibilang Leo merupakan cinta pertama Karin, sebelum pergi Leo berjanji akan menikahi Karin saat sudah besar nanti
Saat di luar negeri Leo sangat semangat untuk sekolah setiap hari waktunya hanya di habiskan untuk belajar, karena kedua orang tua Leo berjanji jika Leo bisa lulus dengan prestasi maka mereka akan pindah kembali ke Indonesia
Dan singkat cerita Leo berhasil lulus kuliah dengan prestasi cumlaude, orang tuanya pun menepati janjinya untuk pulang kembali ke Indonesia
Sesampainya di Indonesia Leo berniat untuk langsung melamar Karin, suatu malam Leo diminta orang tuanya untuk ikut menghadiri acara pernikahan salah satu rekan bisnisnya
Namun saat sampai di acara tersebut hati Leo seakan di remas sangat kuat, perasaannya hancur lebur dan berkeping-keping ketika melihat mempelai perempuan yang ada di depannya adalah Karin wanita yang sangat ia cintai
Dengan cepat Leo pergi meninggalkan pesta pernikahan tersebut, ia benar-benar tidak sanggup melihat apa yang terjadi di depan matanya melihat wanita yang sangat ia cintai menikah dengan pria lain
Setelah kejadian itu Leo berubah menjadi pendiam hidupnya menjadi kacau dan sering mengamuk bahkan kedua orang tuanya sampai tidak tega melihat keadaan Leo yang terlihat sangat menyedihkan
Perlahan namun pasti Leo akhirnya mampu menata hidupnya kembali, ia terus mencoba menyibukkan dirinya agar bisa melupakan Karin
Namun manusia memang hanya bisa berencana, saat keadaan Leo mulai stabil Tuhan malah mempertemukan ia kembali dengan Karin
Leo mencoba mengikhlaskan Karin bersama pria lain, ia ingin berdamai dengan keadaan yang tidak bisa di ubah ini. Leo sudah tidak berani berharap apapun pada Karin
Sampai akhirnya Leo mengetahui jika Karin hanya menikah kontrak dengan suaminya
__ADS_1