
Mobil Arsen berhenti tepat di depan pintu masuk hotel bintang lima yakni tempat acara ulang tahun perusahaan keluarga Davidson akan di laksanakan
Kedatangan Arsen dan Karin di sambut dengan beberapa karyawan yang bertugas di bagian luar hotel
Arsen turun terlebih dahulu sebelum ia membukakan pintu mobil untuk Karin
Beberapa karyawan wanita yang melihat perlakuan romantis Arsen pada sang istri menjadi semakin tergila-gila pada Arsen
Pesona Arsen semakin mendominasi para kaum hawa di kantornya
Arsen menggenggam tangan Karin dengan erat seakan takut jika Karin akan hilang
Dengan terpaksa Karin mengikuti semua sandiwara yang Arsen lakukan
Saat masuk ke dalam aula Arsen dan Karin di sambut dengan hormat oleh semua karyawan dan tamu perusahaan
Ini merupakan pengalaman baru yang belum pernah di lakukan oleh karin, sebelumnya ia tidak pernah ikut hadir dalam setiap acara perusahaan keluarganya bukan karena di larang tapi karena memang Karin sendiri yang tidak mau
"Waahhhh istri pak bos cantik banget"
"Pantas saja Pak Arsen tergila-gila, istrinya cakep banget"
"Wahh gaunnya bagus sekali"
"Benar-benar sangat cantik" dan masih banyak lagi pujian dari orang-orang yang dapat Karin dengar
Namun dari jauh Karin bisa melihat Laura yang juga ikut datang ke pesta ini
Laura menggunakan gaun berwarna hitam yang terlihat begitu cantik berpadu dengan kulit putih nya
Laura berjalan menghampiri Karin dan Arsen yang sedang bersama, namun tiba-tiba Arsen melepaskan genggamannya dari tangan Karin saat ia melihat kehadiran Laura kekasih tercintanya yang datang menghampirinya
Dari dekat Karin melihat kalung mutiara cantik yang Laura gunakan di lehernya
Karin tersenyum kecut, ia ingat kalung mutiara itu merupakan kalung yang Arsen beli untuk Laura saat sedang honeymoon bersamanya
Karin rasa harusnya tadi ia tidak perlu datang karena Arsen sekarang malah sibuk berpacaran dengan Laura sedangkan Karin menjadi obat nyamuk mereka berdua
"Tau gini mending gue gak usah dateng tadi, lagian Arsen kenapa sih udah ada Laura masih nyuruh-nyuruh gue ikut, sialannn!!" gerutu Karin dalam hati
Di tengah riuhnya acara pesta Karin berjalan melimpir menjauh dari orang-orang, ia berdiri di pojok ruangan memperhatikan Arsen dan Laura yang terlihat begitu mesra di sana
"Dasar kadal sialan, di sini gue malah kayak orang ilang"
"Apa gue balik aja kali ya"
Karin pun memutuskan untuk pulang duluan, ia tidak perduli jika Arsen nanti akan marah padanya
"Bughh" baru saja Karin berbalik ia langsung menabrak dada seseorang yang ada di depannya
__ADS_1
"Aduhh hidung gue" Karin memegangi hidung mancungnya yang terasa sakit
"Ehhh sorry" ucap pria tersebut yang merasa bersalah melihat Karin memegangi hidungnya
"Mangkanya..." ucapan Karin terhenti saat melihat pria tersebut adalah Leo
"Leoo" Karin terkejut ia tidak menyangka Leo berada di sini
"Hey" Leo mengacak gemas rambut Karin
Leo terlihat begitu tampan menggunakan stelan hitam yang terlihat sangat pas membalut tubuh atletisnya
"Kemana suami lo" tanya Leo karena melihat Karin berdiri sendirian
Karin pun terkejut mendengar pertanyaan Leo, pasalnya ia belum pernah memberitahu sahabatnya itu jika ia sudah menikah
"Lo tau dari mana gue udah nikah"
"Hahaha keluarga gue punya hubungan baik sama keluarga Davidson, gue dateng kok ke pernikahan lo sama Arsen" jelas Leo sementara Karin merasa kesal ingin menendang kaki Leo sekarang juga
"Kenapa elo nggak nyamperin gue, temen kurang ajar" Karin menggeplak lengan kekar Leo
Setelah berbincang dengan Laura Arsen mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari Karin yang tiba-tiba menghilang
Arsen menggertakkan giginya saat dari jauh ia melihat Karin yang sedang bersama dengan seorang pria
Dengan langkah cepat Arsen datang menghampiri Karin
Karin tiba-tiba merasakan aura di sekitarnya menjadi sangat dingin
"Hay" sapa Leo ia berusaha untuk mencairkan suasana
Arsen hanya melihat Leo sekilas lalu menarik tangan Karin untuk segera pergi
"Ee-ehh gue pergi dulu" pamit Karin merasa tidak enak pada Leo
Leo pun tersenyum miring melihat Arsen yang sepertinya tidak suka dengan dirinya
"Arsen lepasin sakit tau" bisik Karin yang tidak di hiraukan oleh Arsen
Arsen melepaskan tangan Karin dengan kasar
"Aduhhhh" Karin memegangi lengannya yang berwarna merah akibat cengkraman tangan Arsen
"Elo kenapa sihhh!!! sakit tau gak" nyali Karin seketika menciut melihat wajah Arsen yang kini terlihat marah
"Ngapain kamu berduaan sama pria lain ha!!" sentak Arsen membuat Karin merasa takut
Arsen berjalan mendekat sementara Karin yang merasa ketakutan ia pun terus berjalan mundur
__ADS_1
Karin rasa Arsen salah minum obat sehingga ia menjadi tempramen seperti ini
Punggung Karin sudah terbentur tembok sudah tidak ada jalan bagi Karin untuk menjauhi Arsen
Tubuh Arsen semakin dekat dengan Karin, sementara itu Karin bingung ia harus bagaimana, Karin pun berusaha kabur namun dengan cepat lengan Arsen menghalanginya
"Ma-maaf" cicit Karin dengan mata yang terpejam
Seketika emosi Arsen menghilang saat melihat wajah lucu Karin yang ada di depannya
"Tak"
Arsen menyentil dahi Karin
"Awwww, woy!! sakit kdrt mulu perasaan dari tadi" omel Karin tangannya mengelus dahinya yang terasa sedikit sakit
"Mangkanya jangan sembarangan, apa kata para pegawai kalo liat kamu berdua-duaan sama pria lain" tutur Arsen
"Ehhhh.... kuda poni ngaca dongggg" gerutu Karin dalam hati
Karin dan Arsen kembali ke pesta, Felicia dengan heboh menyambut menantunya
"Emm mantu mama ya ampun cantik banget" Karin tersipu mendapat pujian dari mertuanya
Felicia tidak sengaja melihat kemerahan yang ada di lengan menantunya
"Ehh ehh ini kenapa" Felicia memegang lengan Karin
Arsen baru menyadari jika ia sudah menyakiti Karin
Karin pun bingung menjawab pertanyaan mertuanya tidak mungkin ia jujur jika Arsen yang menyakitinya
"Emm Karin habis jatuh ma" bohong Karin pada mertuanya
"Jatuh dimana sayang, kok bisa kayak gini" Felicia terlihat begitu menyayangi menantunya
"Arsen kamu gimana sih gak becus jaga istri" sambung Felicia mengomeli Arsen yang tidak becus menjaga istrinya
Arsen menggaruk kepalanya ia tidak bisa membayangkan jika mamanya tau kalau ia lah yang membuat memar tangan Karin, bisa-bisa ia di coret dari kartu keluarganya
"Pulang dari sini kita ke rumah sakit ya sayang"
"Enggak usah ma gapapa, nanti di rumah biar Karin obatin sendiri" ucap Karin yang tidak mau membuat mertuanya khawatir
Setelah mamanya pergi giliran Arsen yang melihat lengan Karin
"Maaf" ucap Arsen
"iya gapapa" jawab Karin sedikit tidak ikhlas
Karin terkejut saat Arsen tiba-tiba mencium lengannya yang memar
__ADS_1
"Dah sembuh"
"Idihhhh di pikir gue bocah"